Kompas.com - 19/08/2022, 05:30 WIB
Penulis Khairina
|
Editor Khairina

Damen pun berinisiatif mengajak mereka membentuk kelompok kesenian. Kebetulan, saat itu di Sragen dua kelompok kesenian yang ada tidak bisa akur.

Damen pun bergerak sendiri. Dia mengumpulkan 6 transpuan itu, mengajari mereka menari, membuat paket guyonan, berlatih koreografi, dan sebagainya. Jatuh bangun dialami Damen dan kelompoknya.

Apalagi, dia sadar, kelompok kesenian yang baru ia bentuk ini butuh suntikan dana agar bisa jalan.

“Zaman itu masih susah. Motor enggak punya, ke mana-mana boncengan atau naik bus,” katanya.

Baca juga: Nasib Transpuan Terpapar Covid-19, Kesulitan Dapat Bantuan Saat Isolasi Mandiri

Damen tak patah semangat. Dia pun mengumpulkan para perias pengantin di Sragen.
Di depan para perias pengantin, Damen minta bantuan. Dia pun menawarkan sistem arisan, setiap bulan Rp 50.000. Uang itu digunakan untuk kas dan membiayai kegiatan Sedap Malam.

“Sampai sekarang arisannya masih jalan dan uang kasnya ada. Paling-paling dipakai piknik,” kata Damen.

Anggota Sedap Malam sekarang terdiri dari 15 transpuan dan 49 perias.

Ayah 3 anak itu masih ingat, pementasan pertama di Jakarta tahun 2007. Sedap Malam diundang membawakan pentas ketoprak berjudul Ande-ande Lumut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Saat itu, Damen membawa 6 orang anggotanya pentas membawa nama Sragen.

Sebelum tampil, banyak pihak yang tidak senang dan merendahkan komunitas ini. Ada yang memandang sebelah mata pada grup kesenian berumur seumur jagung itu, apalagi anggotanya waria.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Regional
Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Regional
Bantah Ada 'Tenda Sakinah' untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Bantah Ada "Tenda Sakinah" untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Regional
WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

Regional
Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Regional
Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Regional
Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Regional
Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Regional
Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Regional
Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Regional
Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Regional
Guru Asal Kabupaten Kendal Tewas Terlindas Truk di Semarang, Begini Kronologinya

Guru Asal Kabupaten Kendal Tewas Terlindas Truk di Semarang, Begini Kronologinya

Regional
2 Warga Muara Enim Kedapatan Oplos Pertalite dengan Minyak Sulingan

2 Warga Muara Enim Kedapatan Oplos Pertalite dengan Minyak Sulingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.