Kompas.com - 18/08/2022, 16:12 WIB

BIMA, KOMPAS.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima, mencatat 1.236 sapi dan kerbau terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga Rabu (17/8/2022).

Kasus itu tersebar di dua kecamatan, yakni 175 kasus di Kecamatan Bolo dan 1.058 di Kecamatan Madapangga.

Baca juga: Ratusan Senjata Tajam Milik Pendaki di Bima Disita, Ada Parang dan Celurit

Dari total ribuan kasus itu, sebanyak dua ekor sapi harus dipotong paksa karena kondisinya memburuk meski sudah diobati.

Sementara 771 ekor ternak lainnya dinyatakan sembuh setelah dilakukan pengobatan.

"Jadi sekarang sisa ternak kita yang positif PMK ada 463 kasus," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakeswan Bima, Abdul Manan saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Abdul Manan mengatakan, 463 ekor ternak yang masih terjangkit PMK terus diobati. Namun, Abdul terkendala karena stok obat bantuan dari Pemprov NTB sudah habis.

"Dari 5.300 dosis obat yang diberikan provinsi semuanya sudah habis disalurkan ke UPT di kecamatan. Sekarang stoknya di kita kosong, obat ini kebutuhan mendesak. Kalau untuk pengadaan kita tidak punya anggaran," ujarnya.

Abdul Manan meyakinkan, sampai saat ini belum ada kasus kematian ternak akibat PMK di Kabupaten Bima. Rata-rata ternak warga dinyatakan sembuh setelah divaksin dan diobati.

Kendati demikian, penyebaran PMK ini mesti diantisipasi dengan penyediaan stok obat dan vaksin yang memadai.

Kemudian pembatasan lalu lintas ternak serta penyemprotan disinfektan secara intensif.

Baca juga: Tak Kuat Sembunyi di Hutan, Otak Pemerkosa Siswi 15 Tahun di Bima Akhirnya Serahkan Diri

Menurutnya, jika beberapa hal itu diabaikan maka populasi ternak sebanyak 477.632 ekor di Bima berpotensi terpapar PMK.

"Ini yang harus kita waspadai, jangan sampai penyakit ini terus bertambah apalagi menyebar ke kecamatan lain di Bima," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 4,5 Guncang Pasaman Barat, BMKG: Lokasi di Sesar Aktif Talamau

Gempa M 4,5 Guncang Pasaman Barat, BMKG: Lokasi di Sesar Aktif Talamau

Regional
Ini Alasan Polisi Bebaskan 2 Driver Ojol Semarang yang Sempat Ditahan karena Pengeroyokan

Ini Alasan Polisi Bebaskan 2 Driver Ojol Semarang yang Sempat Ditahan karena Pengeroyokan

Regional
Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Malaysia Digagalkan di Riau, Ada 43 WNA dan 10 WNI

Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Malaysia Digagalkan di Riau, Ada 43 WNA dan 10 WNI

Regional
Isran Noor Sebut Nilai Ekspor Batu Bara Kaltim Melebihi Biaya Pembangunan IKN Nusantara

Isran Noor Sebut Nilai Ekspor Batu Bara Kaltim Melebihi Biaya Pembangunan IKN Nusantara

Regional
Korban Tewas Longsor Tambang Emas di Kotabaru Jadi 6 Orang, 5 Lainnya Masih Hilang

Korban Tewas Longsor Tambang Emas di Kotabaru Jadi 6 Orang, 5 Lainnya Masih Hilang

Regional
Seorang Polisi di Dompu Dilempari Batu Saat Bubarkan Warga yang Memblokade Jalan

Seorang Polisi di Dompu Dilempari Batu Saat Bubarkan Warga yang Memblokade Jalan

Regional
Perambahan Hutan di TNTN Riau, Ternyata Ada Kades yang Terbitkan 1.500 SKT di Kawasan Hutan Lindung

Perambahan Hutan di TNTN Riau, Ternyata Ada Kades yang Terbitkan 1.500 SKT di Kawasan Hutan Lindung

Regional
Berulang Kali Cabuli Anak Tirinya, Seorang Pria di Keerom Ditangkap

Berulang Kali Cabuli Anak Tirinya, Seorang Pria di Keerom Ditangkap

Regional
Rombongan Suporter PSCS Cilacap Ribut dengan Warga di Banyumas, Ini Penyebabnya

Rombongan Suporter PSCS Cilacap Ribut dengan Warga di Banyumas, Ini Penyebabnya

Regional
KM Momentum 25001 Terbakar di Samarinda, Sempat Terdengar Ledakan

KM Momentum 25001 Terbakar di Samarinda, Sempat Terdengar Ledakan

Regional
Dua 'Driver' Ojol di Semarang yang Sempat Ditahan Polisi karena Pengeroyokan Dibebaskan

Dua "Driver" Ojol di Semarang yang Sempat Ditahan Polisi karena Pengeroyokan Dibebaskan

Regional
Bobol 2 Sekolah dan Duel dengan Kepala Dusun, Pencuri Ditangkap Warga

Bobol 2 Sekolah dan Duel dengan Kepala Dusun, Pencuri Ditangkap Warga

Regional
Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Regional
10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional 'Lo'i Pa'i Piri', Polisi: Habis Minum lalu Muntah

10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional "Lo'i Pa'i Piri", Polisi: Habis Minum lalu Muntah

Regional
Korban Keracunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 Orang

Korban Keracunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.