Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Kabupaten Sidoarjo

Kompas.com - 13/08/2022, 15:06 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur.

Sebagai salah satu penyangga Kota Surabaya yang disebut Gerbangkertosusilo, Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat.

Hal ini ditandai dengan, banyaknya industri di kawasan ini.

Julukan Kabupaten Sidoarjo adalah Kota Bandeng dan Kota Udang. Sedangkan, Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 31 Januari.

Berikut ini profil Kabupaten Sidoarjo.

Profil Kabupaten Sidoarjo

Letak Kabupaten Sidoarjo

Secara astronomis, Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112,5 derajat Bujur Timur - 112,0 derajat Bujur Timur dan 7,3 derajat Lintang Selatan - 7,5 derajat Lintang Selatan.

Batas-batas wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu:

  • Batas di sebelah utara: Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik
  • Batas di sebelah selatan: Kabupaten Pasuruan
  • Batas di sebelah barat: Kabupaten Mojokerto
  • Batas di sebelah timur: Selat Madura

Kecamatan di Sidoarjo sebanyak 18 kecamatan.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket KA Lokal Mojokerto-Sidoarjo PP

Luas Kabupaten Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten terkecil dan terpadat penduduknya di Jawa Timur.

Luas wilayah Kabupaten Sidoarjo 714,27 km2, diampit Kali Surabaya (32,5 km) dan Kali Porong (47 Km).

Demografi Kabupaten Sidoarjo

Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo berdasarkan pada September 2020 berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 adalah sebanyak 2.082.801 jiwa.

Kepadatan penduduk berdasarkan Sensus Penduduk 2020 sebanyak 2.916 jiwa per Km2.

Jumlah penduduk laki-laki lebih besar ketimbang jumlah penduduk perempuan.

Jumlah penduduk laki-laki adalah 1.048.574 jiwa dan jumlah penduduk perempuan adalah 1.034.227 jiwa, dengan sex ratio sebesar 101.

Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo memiliki fasilitas transportasi yang lengkap sehinga memudahkan mobilitas penduduknya.

Fasilitas transportasi di Kabupaten Sidoarjo, berupa bandara udara, stasiun kereta api, halte bus, maupun sejumlah transportasi umum.  

Bandar Udara Internasional Juanda sebagai salah satu pintu masuk ke wilayah Jawa Timur terletak di Kabupaten Sidoarjo. Bandara Juanda juga merupakan salah satu bandara terbesar di Indonesia.

Terminal Purabaya Bungurasih merupakan terminal tipe A yang melayani angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan Angkutan Kota.

Baca juga: 8 Cafe di Sidoarjo, Cocok untuk Nongkrong dan Kerja

Stasiun Sidoarjo merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kecamatan Lemahputro. Stasiun Sidoarjo dilewati jalur kereta api menuju Jember-Banyuwangi dan jalur Malang.

Selain jalur luar kota, Stasiun Sidoarjo juga melayani kereta api tujuan lokal, melalui kereta commuter (Surabaya-Porong) dan Kereta Jenggala (Sidoarjo-Jombang).

Halte Trans Sidoarjo merupakan rute Bus Trans Sidoarjo yang melayani perjalanan dari Terminal Bungurasih ke Terminal Pasar Porong. Jumlah halte sebanyak delapan halte dan mulai beroperasi pada pukul 05.30 WIB sampai 19.30 WIB.

Jalan Tol Surabaya-Pasuruan/Malang beroperasi sejak 1986 menjadi akses utama jalur Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan.

Perempatan Babalayar Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.ANTARA/PEMKAB SIDOARJO Perempatan Babalayar Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Sejumlah angkutan kota di Kabupaten Pasuruan yang menghubungkan antara wilayah kecamatan dan kabupaten.

Selain itu, ada mobil elf dengan rute yang biasa ditempuh Terminal Purabaya-Terminal Pasuruan dan Terminal Purabaya-Terminal Arjosari.

Wisata Kabupaten Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo memiliki tempat wisata yang dapat dikunjungi saat liburan, di antaranya Pulau Sarinah, Wisata Lumpur Lapindo, Pantai Kepetingan, Museum Mpu Tantular, Alun-alun Sidoarjo, Wisata Kali Porong, Suncity Waterpark, serta Permata Waterpark Tanggulangin.

Sejarah Kabupaten Sidoarjo

Dahulu, Sidoarjo dikenal sebagai pusat Kerajaan Jenggala.

Pada masa Hindia Belanda, Sidoarjo bernama Sidokare, dimana merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya.

Baca juga: 8 Fakta Menarik Sidoarjo, Kabupaten yang 19 Desanya Tenggelam karena Tragedi Lumpur Lapindo

Berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No 9/1859 pada tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No 6, wilayah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian, yakni Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare.

Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Sidokare dianggap memiliki konotasi yang kurang bagus maka diubah dengan Kabupaten Sidoarjo.

Pada masa pendudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah Sungai Brantas (termasuk Sidoarjo) berada di bawah Pemerintahan Militer Jepang (Kaigun, tentara laut Jepang).

Sidoarjo sempat kembali berada di bawah Pemerintahan Belanda. Pihak Belanda memindahkan pusat Pemerintahan Sidoarjo ke Jombang.

Pemerintahan pendudukan Belanda (Recomba) ingin mengembalikan seperti pada masa kolonial dulu. Pada bulan November 1948 terbentuk Negara Jawa Timur sebagai bagian Republik Indonesia Serikat.

Sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia. Sehingga, Delta Brantas menjadi daerah Republik Indonesia.

Sumber:

jatim.bpk.go.idwww.sidoarjokab.go.id, dan www.traveloka.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Regional
Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Regional
Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Regional
Soal 'Study Tour', Gibran: Jangan Dihilangkan

Soal "Study Tour", Gibran: Jangan Dihilangkan

Regional
Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Regional
Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan  Bertemu Pj Gubernur Banten

Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan Bertemu Pj Gubernur Banten

Regional
Kasus Penyerangan di Montong Lombok Barat, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus Penyerangan di Montong Lombok Barat, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

Regional
Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek, Pelaku Ancam Bunuh Ibu Korban

Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Kakek, Pelaku Ancam Bunuh Ibu Korban

Regional
Isi Ratusan Liter BBM Subsidi di Kapal, 2 Warga Labuan Bajo Ditangkap

Isi Ratusan Liter BBM Subsidi di Kapal, 2 Warga Labuan Bajo Ditangkap

Regional
Sakit, 7 Calon Jemaah Haji Embarkasi Solo Ditunda Berangkat ke Tanah Suci

Sakit, 7 Calon Jemaah Haji Embarkasi Solo Ditunda Berangkat ke Tanah Suci

Regional
Tabungan Rp 5 Juta Terbakar, Penjual Angkringan di Solo: Padahal buat Mengembangkan Usaha

Tabungan Rp 5 Juta Terbakar, Penjual Angkringan di Solo: Padahal buat Mengembangkan Usaha

Regional
2 Penambang Timah Rakyat Ilegal di Babel Tertimbun Lumpur, 1 Tewas Tenggelam

2 Penambang Timah Rakyat Ilegal di Babel Tertimbun Lumpur, 1 Tewas Tenggelam

Regional
Kasus Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Aceh Utara hingga Tewas Berakhir Damai

Kasus Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Aceh Utara hingga Tewas Berakhir Damai

Regional
Tak Gubris Ajakan Salaman, Pelajar di Semarang Disetrika Kakak Kelasnya

Tak Gubris Ajakan Salaman, Pelajar di Semarang Disetrika Kakak Kelasnya

Regional
Terdampak Banjir, Aliran Listrik ke 1.890 Pelanggan PLN Padam

Terdampak Banjir, Aliran Listrik ke 1.890 Pelanggan PLN Padam

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com