Kompas.com - 10/08/2022, 17:18 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang, Tamran Ismail, mengatakan, pihaknya menemukan ratusan produk kosmetik bermasalah.

"Ada 317 item produk kosmetik yang bermasalah di empat wilayah," ujar Tamran, kepada Kompas.com, Rabu (10/8/2022) petang.

Ratusan produk kosmetik itu, lanjut dia, ditemukan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Belu.

Baca juga: Komplotan Pencuri Solar Cell Lampu Jalan di Kupang Ditangkap, Mabuk Sebelum Beraksi

Dia menyebutkan, produk kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya, sudah kedaluwarsa, hingga tidak memiliki izin edar.

Ratusan kosmetik itu ditemukan, saat pihaknya menggelar pemeriksaan rutin di sejumlah toko, distributor serta kios.

"Pemeriksaan ini kita lakukan secara rutin setiap bulan. Jika kita temukan, maka akan kita bawa barangnya dan kita musnahkan," kata dia.

Baca juga: Fasilitas Pemeliharaan Kura-kura Leher Ular Rote di Kota Kupang Diperluas, Ini Tujuannya

Tamran menjelaskan, kosmetik tanpa izin edar buatan Indonesia yang ditemukan sebanyak 20 item sejumlah158 buah.

Kemudian, kosmetik impor ilegal sebanyak 269 item atau 1.207 buah.

Baca juga: Sopir Pikap di Kupang Ditemukan Tewas dengan Hidung Berdarah di Dalam Rumah

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Regional
OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

Regional
Gempa Terkini: Tapanuli Utara Diguncang 4 Kali Gempa sejak Sabtu Subuh hingga Magnitudo 6

Gempa Terkini: Tapanuli Utara Diguncang 4 Kali Gempa sejak Sabtu Subuh hingga Magnitudo 6

Regional
Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Regional
Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Regional
Danau Tolire Ternate dan Legenda Buaya Putih

Danau Tolire Ternate dan Legenda Buaya Putih

Regional
Cerita Petani Padi hingga Serai Wangi Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi

Cerita Petani Padi hingga Serai Wangi Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sulap Sungai Kumuh Jadi Wisata Gronjong Wariti | Pemilik Ruko Megah Masih Terima Bansos

[POPULER NUSANTARA] Sulap Sungai Kumuh Jadi Wisata Gronjong Wariti | Pemilik Ruko Megah Masih Terima Bansos

Regional
Ketika Makam Korban G-30-S Dirawat oleh Pencari Nomor Togel

Ketika Makam Korban G-30-S Dirawat oleh Pencari Nomor Togel

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 1 Oktober 2022:Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 1 Oktober 2022:Siang Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 01 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 01 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Regional
DPO Kelompok Teroris MIT Sudah Habis, tetapi Pengamat Menilai Simpatisannya Masih Ada

DPO Kelompok Teroris MIT Sudah Habis, tetapi Pengamat Menilai Simpatisannya Masih Ada

Regional
DPO Teroris Terakhir di Sulteng Tewas Ditembak, Pengamat: Momentum Ini Harus Dimanfaatkan Cepat untuk Deradikalisasi

DPO Teroris Terakhir di Sulteng Tewas Ditembak, Pengamat: Momentum Ini Harus Dimanfaatkan Cepat untuk Deradikalisasi

Regional
Petugas Gabungan Evakuasi Pekerja yang Menjadi Korban Serangan di Teluk Bintuni

Petugas Gabungan Evakuasi Pekerja yang Menjadi Korban Serangan di Teluk Bintuni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.