Kisah SD Inpres Tommo II yang Siswanya Belajar di Lantai, Bangunannya Terancam Ambruk hingga Kekurangan Meja Kursi

Kompas.com - 26/07/2022, 09:46 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com – Bangunan SD Inpres Tommo II di Desa Tommo, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat kondisinya memprihatinkan. Struktur bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 tampak rapuh.

Dinding, plafon dan atapnya terlihat bocor di sana sini. Saat diguyur hujan deras, siswa dan guru terpaksa harus menepi ke sudut ruangan agar tidak kebasahan.

Bahkan kurangnya meja dan kursi untuk siswa membuat kegiatan belajar dilakukan dengan duduk di lantai.  Sementara jumlah siswa yang mendaftar setiap tahun terus bertambah. 

Kursi dan meja yang ada pun banyak yang sudah lapuk karena dimakan usia.

Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman bagi sejumlah siswa. Selain tidak sehat, belajar di lantai membuat siswa cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. 

Baca juga: BERITA FOTO: Melihat SDN 3 Sadahayu, 14 Tahun Tak Direnovasi, Bangunan Nyaris Ambruk hingga Belajar di Posyandu

Tenaga pengajar SD Inpres Tommo II, Hadijah mengatakan, ada dua ruangan yang tidak mempunyai kursi yakni kelas 5 dan 6. 

Dia mengatakan kekurangan kursi dan meja ini membuat proses pembelajaran siswa kelas 1 dan kelas 2 dipararelkan. 

"Ruangan dan kursinya tidak cukup, terpaksa hanya kelas 1 sampai 4 yang belajar menggunakan kursi dan meja. Sedangkan kelas 5 dan 6 mengalah. Mereka belajar sambil melantai setiap hari,”  jelas Hadijah.

Pihak dinas pendidikan mamuju telah meninjau langsung kondisi sekolah. Rencananya, akan dilakukan perbaikan tahun 2023 mendatang.

Kepala Sekolah SD Inpres Tommo II, I made mestra mengatakan, salah satunya yang dibutuhkan adalah pembangunan gedung sekolah yang memadai.

Dia mengatakan gedung sekolah ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan sudah sangat parah karena ada di semua sudut gedung sekolah.

“Semoga secepatnya ada pembangunan sarana dan prasarana sekolah karena kondisi gedung sekolah saat ini sudah memprihatinkan. Lapuk dan bocor di sana sini,” katanya.

Jumlah siswa di SD Inpres Tommo II tercatat ada 115 peserta didik. Sementara staf pengajar (guru) yang berstatus PNS ada 6 orang dan 4 orang lainnya honorer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Banjir Bandang, Camat di Pati: Ini Paling Parah

2 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Banjir Bandang, Camat di Pati: Ini Paling Parah

Regional
Telan Rp 30,5 M, Pabrik Sampah di TPA Kebon Kongok NTB Mampu Hasilkan 15 Ton RDF per Hari

Telan Rp 30,5 M, Pabrik Sampah di TPA Kebon Kongok NTB Mampu Hasilkan 15 Ton RDF per Hari

Regional
Ditangkap Usai Shalat Subuh, Terduga Teroris di Sukoharjo Dikenal Baik oleh Tetangga

Ditangkap Usai Shalat Subuh, Terduga Teroris di Sukoharjo Dikenal Baik oleh Tetangga

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo Dikenal sebagai Sesepuh Desa

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo Dikenal sebagai Sesepuh Desa

Regional
Hari Kelima Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Dilakukan Lewat Laut dan Udara

Hari Kelima Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Dilakukan Lewat Laut dan Udara

Regional
Modus Minta Diolesi Obat Nyamuk, Ayah di Dompu Perkosa Anak Kandung, Kini Ditetapkan Tersangka

Modus Minta Diolesi Obat Nyamuk, Ayah di Dompu Perkosa Anak Kandung, Kini Ditetapkan Tersangka

Regional
Polisi Buru Terduga Pelaku Penganiayaan yang Sebabkan Sopir Taksi Online di Purworejo Tewas

Polisi Buru Terduga Pelaku Penganiayaan yang Sebabkan Sopir Taksi Online di Purworejo Tewas

Regional
Warga Pasaman Barat yang Hilang Diterkam Buaya di Sungai Ditemukan

Warga Pasaman Barat yang Hilang Diterkam Buaya di Sungai Ditemukan

Regional
25 Pekerja Migran Asal Bima NTB Meninggal dalam 4 Tahun Terakhir

25 Pekerja Migran Asal Bima NTB Meninggal dalam 4 Tahun Terakhir

Regional
Naik 6,68 Persen, Pelaporan SPT hingga November 2022 Capai 16,8 Juta WP

Naik 6,68 Persen, Pelaporan SPT hingga November 2022 Capai 16,8 Juta WP

Regional
Sepeda Motornya Hilang, Siswa SMA Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Diduga Korban Perampokan

Sepeda Motornya Hilang, Siswa SMA Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Diduga Korban Perampokan

Regional
Pasar Mlati Semarang Terbakar, 3 Kios Penjual Sayur dan Buah Ludes

Pasar Mlati Semarang Terbakar, 3 Kios Penjual Sayur dan Buah Ludes

Regional
Pemkab Flores Timur Klaim Upah Pekerja Sudah Melebihi UMP

Pemkab Flores Timur Klaim Upah Pekerja Sudah Melebihi UMP

Regional
Tidak Dapat Pengembalian, Nasabah Bank Sulselbar Siapkan Langkah Hukum

Tidak Dapat Pengembalian, Nasabah Bank Sulselbar Siapkan Langkah Hukum

Regional
Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kabupaten Sukoharjo Hari ini

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kabupaten Sukoharjo Hari ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.