Soal ACT, MPU Lhokseumawe Sarankan Salurkan Sedekah Lewat Baitul Mal

Kompas.com - 07/07/2022, 14:40 WIB


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengimbau masyarakat menyalurkan sedekah dan zakat pada lembaga resmi yang telah mengantongi izin negara.

Hal itu disampaikan MPU merespons pencabutan izin Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) untuk Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) oleh Kementerian Sosial RI.

“Kalau kita di Aceh ini, ada lembaga khusus baitul mal yang bergerak bidang ini. Saya imbau, baiknya masyarakat menyalurkan zakat dan sedekahnya itu pada lembaga Baitul Mal,” sebut Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk Abubakar Ismail per telepon, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Wagub Jabar Minta ACT Inisiatif Segera Tutup Kantor

Dia menyebutkan, Baitul Mal Lhokseumawe memiliki pengawasan internal yang bagus. Sehingga dana umat bisa disalurkan tepat sasaran sesuai dengan peruntukan dan hukum Islam.

“Masyarakat juga harus mengawasi, Baitul Mal juga harus transparan. Potensi zakat di Lhokseumawe itu setahun Rp 200 miliar. Itu baru zakat, belum sedekah. Namun sekarang masih minim sekali, karena pengusaha kita masih ada yang menyalurkan bantuan ke lembaga lain," ucap dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Lhokseumawe, Ismail, meminta Dinas Sosial Lhokseumawe melakukan pengawasan terkait lembaga ACT yang telah dicabut izin PUB oleh Kemensos RI.

“Dinsos Lhokseumawe harus melakukan pengawasan. Saya imbau masyarakat salurkan saja lewat lembaga Baitul Mal Lhokseumawe. Ini lembaga milik pemerintah yang jelas izinnya,” tutur dia.

Baca juga: ACT Karawang Masih Bagikan Bantuan dari Hasil Donasi

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Muslim, enggan berkomentar. Dia menyebutkan, belum ada surat dari Kemensos terkait langkah dinas sosial daerah tetang ACT.

Kepala Cabang ACT Lhokseumawe, Thariq, mengaku tidak mau berkomentar terkait kisruh ACT. Hingga hari ini, Kantor ACT di Jalan Samudera Baru, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih beroperasi.

Sebelumnya diberitakan, Kemensos RI mencabut izin PUB untuk Yayasan ACT secara nasional.

Tindakan itu buntut dari kisruh pengelolaan dana di lembaga tersebut. Sedangkan PPATK kini memblokir 60 rekening bank lembaga itu yang tersebar pada 33 bank.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Regional
Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Regional
DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Regional
Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Regional
Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Regional
Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Regional
Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Regional
695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

Regional
Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Regional
Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Regional
Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Regional
Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Regional
Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.