Demi Dapat Pinjaman Bank, PNS di Mataram Diduga Palsukan Dokumen

Kompas.com - 07/07/2022, 07:37 WIB

MATARAM, KOMPAS.com- Seorang Pegawai Sipil Negara (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram berinsial S (44) ditangkap polisi karena diduga memalsukan dokumen untuk meminjam uang di bank.

S ditangkap bersama suaminya EYS (44), warga Kelurahan Pejeruk Ampenan, Kota Mataram.

Baca juga: Terduga Pelaku Kekerasan Seksual 10 Mahasiswi Mataram Belum Ditangkap, Korban Trauma

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengungkapkan, sekitar bulan November 2020 pelaku mengajukan pinjaman uang di bank di kawasan Cakranegara.

Dia membawa empat buah sertifikat milik almarhum bapak pelapor sebagai jaminan. Hal itu ternyata dilakukan tanpa seizin pelapor sebagai ahli waris.

Kadek mengemukakan, pelaku lalu mengecek ke bank tersebut. Ternyata sertifikat tanah milik almarhum bapak pelapor memang telah dijadikan jaminan.

Baca juga: Sembunyikan Sabu Dalam Pepaya, 2 Warga Mataram Ditangkap

Padahal almarhum bapak pelapor tidak pernah memberikan kuasa kepada tersangka untuk menjaminkan empat sertifikat tanah dengan luas total 1.568 meter persegi tersebut.

"Jadi seolah-olah bapak pelapor telah memberikan kuasa kepada tersangka dalam bentuk surat kuasa, padahal saat itu bapak pelapor sudah meninggal," ungkap Kadek, dalam jumpa pers, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Aturan Beli Pertalite Pakai Aplikasi Mypertamina, Kepala DKP Mataram: Tak Semua Nelayan Punya Ponsel Pintar

 

Atas kejanggalan itu, pelapor kembali mengecek ke bank tersebut, ternyata dokumen yang digunakan tersangka ialah dokumen palsu.

Sebab, bapak pelapor tidak pernah menandatangani surat pengajuan pinjaman uang di bank tersebut. 

Di samping itu, ada dokumen lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) atas nama bapak pelapor. Tetapi tanda tangan dokumen itu bukan tanda tangan bapak pelapor namun paman pelapor.

"Tersangka ini menurut pelapor membuat dokumen palsu untuk mengajukan pinjaman tersebut. Pelapor merasa tertipu dan dirugikan Rp 3 miliar," katanya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polresta Mataram.

Baca juga: Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Atas keterangan pelapor dan bukti-bukti yang dikumpulkan akhirnya polisi menjemput kedua tersangka yang merupakan suami istri untuk diperiksa lebih lanjut di Mapolresta Mataram pada 18 Mei 2022.

Adapun barang bukti yang sudah diamankan berupa fotokopi KTP dan KK palsu atas nama bapak pelapor, surat keterangan kematian bapak pelapor, empat buah sertifikat fotokopi, surat pengajuan pinjaman, fotokopi KTP dan KK atas nama tersangka.

Lalu data identitas asli bapak pelapor yang dikeluarkan Dukcapil Kota Mataram serta data identitas asli paman pelapor yang dikeluarkan Dukcapil Kota Mataram.

"Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara," kata Kadek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Regional
Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Regional
Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Regional
Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Regional
WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

Regional
Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Regional
Aniaya ASN di NTT, 5 Warga Ditetapkan Tersangka

Aniaya ASN di NTT, 5 Warga Ditetapkan Tersangka

Regional
Profil Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh

Profil Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh

Regional
Markas Judi Online Berkedok Warung di Medan Digerebek,  Pelayan hingga Sekuriti Diperiksa

Markas Judi Online Berkedok Warung di Medan Digerebek, Pelayan hingga Sekuriti Diperiksa

Regional
Kunjungan Kerja ke Balikpapan, 2 Anggota DPRD Bontang Alami Kecelakaan di Tol Balsam

Kunjungan Kerja ke Balikpapan, 2 Anggota DPRD Bontang Alami Kecelakaan di Tol Balsam

Regional
Ferdy Sambo Tersangka, Bibi Brigadir J: Puji Tuhan Yosua Gugur Terhormat dan Bukan Pelaku Pelecehan Seksual

Ferdy Sambo Tersangka, Bibi Brigadir J: Puji Tuhan Yosua Gugur Terhormat dan Bukan Pelaku Pelecehan Seksual

Regional
Waktu Kunjungan Wisatawan di Pulau Komodo Rata-rata Hanya 2 Jam, Astindo: Tak Ganggu Ekosistem

Waktu Kunjungan Wisatawan di Pulau Komodo Rata-rata Hanya 2 Jam, Astindo: Tak Ganggu Ekosistem

Regional
5.000 Dosis Vaksin Disediakan Saat Konser Dream Theater di Solo

5.000 Dosis Vaksin Disediakan Saat Konser Dream Theater di Solo

Regional
Dream Theater Undang Presiden Jokowi Nonton Konsernya

Dream Theater Undang Presiden Jokowi Nonton Konsernya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.