Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Hidup Berkualitas di Desa

Kompas.com - 30/05/2022, 08:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Mitta Yesia, Sarah Dwita Aprilia dan Naomi Soetikno*

BANYAK orang ingin meningkatkan kualitas hidupnya, tapi hanya segelintir orang yang dapat mewujudkan keinginannya.

Meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan mimpi-mimpi untuk hidup lebih baik tidaklah mudah.

Banyak dari mereka berusaha melakukan apapun demi memiliki hidup lebih baik. Bahkan terkadang semua usaha dihalalkan demi mewujudkannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan setiap tahun.

Tinggi rendahnya IPM tidak terlepas dari sejalurnya pembangunan yang dilakukan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Indeks Pembangunan Manusia mengukur kualitas hidup manusia yang dilihat dari kualitas kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita per tahun.

IPM juga digunakan untuk mengukur dampak pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan kualitas hidup yang baik kepada masyarakat.

Sejak tahun 2010, pembangunan manusia di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pertumbuhan IPM di Indonesia rata–rata mengalami pertumbuhan sebesar 0,89 persen per tahun.

Sedangkan dari data BPS untuk tahun 2020 mengalami perlambatan karena masa pandemi yang melanda Indonesia.

Rata-rata pertumbuhan IPM 2010 hingga 2020 sebesar 0,78 persen per tahun.

World Health Organization (WHO) tahun 2012 mengatakan, kualitas hidup adalah pandangan seseorang di kehidupan mereka dalam berbagai konteks budaya dan lingkungan sekitar yang berkaitan dengan tujuan, harapan, standar.

Kualitas hidup merupakan hal yang berkaitan dengan kebutuhan individu. Kualitas hidup menentukan bagaimana cara kita mengambil keputusan (Rogala, 2014).

Terdapat empat aspek yang dapat mengukur kualitas hidup seseorang:

  1. Kesejahteraan Fisik, di antaranya ketidaknyamanan dan rasa sakit, energi dan kelelahan, aktivitas sosial, tidur dan istirahat, fungsi sensorik;
  2. Kesejahteraan Psikologis, mencakup perasaan positif, berpikir, belajar, memori dan konsentrasi, image tubuh dan penampilan, perasaan negatif;
  3. Hubungan Sosial, mencakup hubungan pribadi, dukungan sosial, kegiatan pendukung;
  4. Hubungan dengan lingkungan, mencakup kebebasan, keselamatan dan keamanan fisik, lingkungan rumah, kepuasan kerja, sumber daya keuangan, perawatan kesehatan dan sosial: aksesibilitas dan kualitas, peluang untuk memperoleh informasi dan keterampilan baru, partisipasi dan kesempatan untuk rekreasi/kegiatan waktu luang, lingkungan fisik (polusi/kebisingan/lalu lintas/iklim), transportasi.

Banyak orang yang bermimpi untuk tinggal di kota–kota besar. Kehidupan di kota dipercaya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kelayakan hidup seseorang.

Namun, hidup di kota tak jarang dapat membuat seseorang mudah stres dan muak dengan hiruk pikuk berbagai permasalahan.

Oleh karena itu, banyak orang memilih pindah dan tinggal di desa untuk mendapatkan ketenangan yang tidak dapat dirasakan di kota.

Pilihan untuk pindah di desa tidak mengurangi kualitas hidup seseorang. Berpindah ke desa dapat menjadi pilihan yang tepat karena kualitas alam yang masih terjaga dan kehidupan berjalan sesuai dengan keinginan tanpa adanya tuntutan seperti hidup di kota.

Hidup di pedesaan tetap dapat menjadikan hidup berkualitas dengan adanya:

1. Kesejahteraan fisik

Hidup di desa akan memberikan hidup yang lebih tenang dan damai dari hiruk-pikuk kota yang memuakkan.

Tak jarang orang kota menyukai berlibur ke daerah-daerah untuk mendapatkan ketenangan.

Selain itu, gaya hidup yang lebih sehat dari bahan-bahan makanan yang sangat mudah didapatkan di desa, apalagi kondisinya masih segar.

2. Kesejahteraan psikologis

Dengan kehidupan di desa yang sederhana akan mendorong hidup menjadi lebih hemat dan tidak harus mengeluarkan biaya besar dalam memenuhi kehidupan sehari–hari.

Berbeda dengan kehidupan di kota membuat umumnya orang mudah tergiur dengan kemudahan dalam berbelanja yang dapat membuat pengeluaran lebih jauh meningkat dari pada pengeluaran ketika hidup di desa.

Secara psikologis hal ini memengaruhi pola pikir seseorang dalam manajemen keuangannya.

Selain itu secara psikologis juga dapat membawa seseorang jauh dari gaya hidup hedonis ketika seseorang hidup dengan hemat.

Berbeda dengan hidup di perkotaan yang tidak luput dari gaya hidup hedonis. Banyak dari warga di perkotaan yang hidup hedonisme untuk memenuhi gengsi.

Hidup di perkotaan pastinya tidak jauh dari mengejar gaya hidup untuk bisa merasakan tren yang terus berganti dengan cepat.

Hal ini juga dipengaruhi oleh persaingan ketat yang dapat membuat seseorang selalu berlomba-lomba untuk memenuhi setiap gengsi di dalam dirinya.

Meskipun hal ini kembali kepada setiap individu, apakah menginginkan gaya hidup yang mewah atau sederhana.

Berbanding terbalik dengan kehidupan desa yang penuh dengan kesederhanaan dan apa adanya.

3. Hubungan sosial

Mayoritas penduduk desa dikenal sangat ramah dan penuh sopan santun. Tak jarang penduduk desa yang senang menjalin silaturahmi dengan sesama penduduk seperti bertamu ke rumah.

Tempat tinggal yang dekat dengan para tetangga membuat banyak dari mereka saling hidup berdampingan dan rukun serta memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.

4. Hubungan dengan lingkungan

Lingkungan di desa memiliki kualitas udara lebih sehat yang jauh dari polusi udara karena intensitas kendaraan tidak sepadat di perkotaan.

Di desa, kamu bisa mendapatkan kualitas udara yang lebih sehat dan sejuk.

Kualitas udara yang baik akan memberikan dampak yang baik pula terhadap kesehatan.

Alasan penting kenapa tinggal di desa memberikan banyak keuntungan adalah kondisi alamnya yang masih terjaga.

Di mana pemandangan desa yang asri memberikan sensasi menenangkan yang sulit ditemukan di kota besar.

Karena kota besar yang cenderung memberikan pandangan berbagai gedung-gedung tinggi, udara pekat, dan bising suara kendaraan yang saling berpacu.

Selain itu lingkungan di desa jauh dari tingkat kriminalitas. Jika dilihat dari banyaknya kasus kriminal di berita, tingkat kriminalitas di perkotaan lebih besar dibanding pedesaan.

*Mitta Yesia dan Sarah Dwita Aprilia, Mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi UNTAR
Naomi Soetikno, Dosen Fakultas Psikologi UNTAR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruang Rusak, Siswa SD di Banyumas Masuk Bergantian, Kadang Terpaksa Belajar di Luar Kelas

Ruang Rusak, Siswa SD di Banyumas Masuk Bergantian, Kadang Terpaksa Belajar di Luar Kelas

Regional
Bayi 2 Tahun Tewas di Kolam Septic Tank Penuh Air Saat Ibu Memasak

Bayi 2 Tahun Tewas di Kolam Septic Tank Penuh Air Saat Ibu Memasak

Regional
230 Pejudi Ditangkap di Sumbar, Polisi Pastikan Tak Ada Keadilan Restoratif

230 Pejudi Ditangkap di Sumbar, Polisi Pastikan Tak Ada Keadilan Restoratif

Regional
Kakek Penjual Mainan Keliling Cabuli 9 Anak Sudah 2 Tahun Beraksi, Diduga Masih Ada Korban Lain

Kakek Penjual Mainan Keliling Cabuli 9 Anak Sudah 2 Tahun Beraksi, Diduga Masih Ada Korban Lain

Regional
Pembangunan IKN, Kepala Otorita: Tidak Ada Korupsi, Tidak Ada Tender Main-main, Tidak Ada ”Arisan”

Pembangunan IKN, Kepala Otorita: Tidak Ada Korupsi, Tidak Ada Tender Main-main, Tidak Ada ”Arisan”

Regional
Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri Rp 6,2 Miliar Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri Rp 6,2 Miliar Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Upacara HUT Ke-77 RI, Pendaki Gunung Merbabu Jalur Thekelan Bentangkan Bendera 100 Meter

Upacara HUT Ke-77 RI, Pendaki Gunung Merbabu Jalur Thekelan Bentangkan Bendera 100 Meter

Regional
17 Tahun Damai Aceh, Eks Kombatan GAM Serahkan Bendera Bulan Bintang ke Polisi

17 Tahun Damai Aceh, Eks Kombatan GAM Serahkan Bendera Bulan Bintang ke Polisi

Regional
Menilik Rumah Mewah Ferdy Sambo di Magelang yang Didatangi Tim Bareskrim, Harganya Disebut Miliaran Rupiah

Menilik Rumah Mewah Ferdy Sambo di Magelang yang Didatangi Tim Bareskrim, Harganya Disebut Miliaran Rupiah

Regional
Tak Berizin dan Timbulkan Polusi Bau, Warga Protes Usaha Pengolahan Bulu Ayam

Tak Berizin dan Timbulkan Polusi Bau, Warga Protes Usaha Pengolahan Bulu Ayam

Regional
17 Tahun Peringatan Damai Aceh, 1.400 Eks Kombatan Terima Lahan 2.800 Hektar

17 Tahun Peringatan Damai Aceh, 1.400 Eks Kombatan Terima Lahan 2.800 Hektar

Regional
Mikrolet yang Angkut Belasan Anak Sekolah Terbakar di Kupang

Mikrolet yang Angkut Belasan Anak Sekolah Terbakar di Kupang

Regional
Peringati HUT Jateng, Ganjar Pamer Jalan Provinsi hingga Pertumbuhan Ekonomi

Peringati HUT Jateng, Ganjar Pamer Jalan Provinsi hingga Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Alasan Banyak Terjadi Pemberontakan di Kerajaan Majapahit

Alasan Banyak Terjadi Pemberontakan di Kerajaan Majapahit

Regional
Didemo Ribuan Honorer, Pj Gubernur Banten: Sabar, Sedang Dicarikan Solusi

Didemo Ribuan Honorer, Pj Gubernur Banten: Sabar, Sedang Dicarikan Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.