3 Km Jalan Provinsi Bengkulu Digali untuk Tambang, Masyarakat Diganti Jalan Berdebu dan Rusak

Kompas.com - 11/04/2022, 12:24 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Sepanjang 3 kilometer jalan milik Provinsi Bengkulu tak dapat dimanfaatkan karena dikeruk perusahaan batu bara di Desa Gunung Payung, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu sejak tahun 2018.

Sebagai gantinya, perusahaan mengganti jalan itu dengan jalan yang buruk, berdebu dan tak diaspal dan membahayakan karena berdampingan dengan jalan utama milik tambang.

Kepala Desa Gunung Payung Muhammad Hatta menyampaikan keluhan warga dan mewakili sejumlah desa yang bergantung pada jalan itu.

Baca juga: 16 Tahun Tanah Negara Dikuasai Mafia Tanah Berhasil Dikembalikan Oleh Kejati Bengkulu

 

Menurutnya, sejak jalan provinsi digali pihak tambang karena ada kandungan batu bara masyarakat diberi jalan ganti oleh perusahaan.

"Jalan penggantinya tak diaspal, berlubang rusak dan berdebu. Sudah 3 tahun masyarakat merasakan buruknya jalan pengganti itu," kata Muhammad Hatta saat diwawancara via telepon beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, jalan provinsi yang dirusak itu panjangnya sekitar 3 kilometer karena di bawah jalan ada batu bara, maka pihak perusahaan menggali jalan itu.

Sementara jalan pengganti saat ini jelek dengan panjang 1,5 kilometer.

"Kami berulang kali mohon pada perusahaan agar jalan diaspal hotmix sama kualitasnya dengan jalan yang mereka gali untuk menambang," ujarnya.

Baca juga: Seorang Pekerja Tambang Tewas Terkubur Longsoran Tanah di Bandung Barat

Selain jalan pengganti kondisinya jelek, warga juga mengeluhkan jarak antara jalan pengganti dengan jalan khusus tambang berdampingan.

Kondisi ini mengkhawatirkan karena lalu lalang kendaraan tambang berukuran besar mengganggu masyarakat terutama debu apabila kondisi kemarau.

Burhanudin, warga Desa Gunung Payung membenarkan hal yang sama bahwa jalan provinsi dirusak oleh perusahaan pertambangan diganti dengan jalan lain.

"Benar jalan provinsi ini dibongkar oleh tambang batubara sampai sekarang pertambangan masih beroperasi," ujarnya.

Warga berharap jalan dapat diperbaiki kondisinya sama seperti jalan provinsi yang dirusak perusahaan tambang untuk menggali batubara.

Pantauan di lapangan Kompas.com aktivitas pengerukan batu bara terus berlangsung menyebabkan lubang berukuran besar serta jalan provinsi tak dapat dimanfaatkan warga.

Sementara itu, Asisten II Pemda Provinsi Bengkulu Fachriza Yahya mengatakan, terkait adanya aset Provinsi Bengkulu yang dirusak akibat aktivitas pertambangan, pihaknya akan segera memanggil pihak PUPR guna berkoordinasi persoalan jalan provinsi di Kecamatan Pinang Raya di Kabupaten Bengkulu Utara.

"Kami akan tanyakan ke PUPR terkait adanya jalan yang dirusak, karena saya belum menerima laporan dari PUPR," kata Fachriza saat dikinfirmasi di kantor Pemprov Bengkulu, Senin (11/04/2022).

Fachriza menjelaskan, belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait adanya aset provinsi berupa jalan yang dirusak akibat galian tambang batu bara.

"Tunggu ya saya akan minta Dinas PUPR membuat laporan persoalan ini," tutup Fachriza.

Kajati Bengkulu, Heri Jerman saat dikonfirmasi mengenai digalinya jalan provinsi  mengaku dirinya akan berkoordinasi dengan Asintel karena dirinya baru menjabat.

Ia katakan belum mendapat informasi tersebut dari bawahannya.

"Saya akan cek datanya justru saya belum tahu ini. Tolong Asintel saya ingin lihat datanya, kok saya baru tahu ya," kata Kajati Bengkulu, Heri Jerman yang baru 1,5 bulan menjabat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Kota Sorong

Profil Kota Sorong

Regional
Identitas Mayat Perempuan Dalam kardus di Demak Belum Terungkap, Bagian Tubuh Sudah Jadi Kerangka

Identitas Mayat Perempuan Dalam kardus di Demak Belum Terungkap, Bagian Tubuh Sudah Jadi Kerangka

Regional
Sambut HUT RI, Wisata Kuliner 100 Pelaku Usaha dan Mama Papua Digelar di Manokwari

Sambut HUT RI, Wisata Kuliner 100 Pelaku Usaha dan Mama Papua Digelar di Manokwari

Regional
Tips Menghindari Penipuan Via WhatsApp Menurut Polisi

Tips Menghindari Penipuan Via WhatsApp Menurut Polisi

Regional
Dugaan Jual Beli Lahan Bong Mojo Kota Solo, 19 Orang Diperiksa, 2 Berpotensi Jadi Tersangka

Dugaan Jual Beli Lahan Bong Mojo Kota Solo, 19 Orang Diperiksa, 2 Berpotensi Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Agustus 2022

Regional
Tabrak Truk yang Sedang Belok, Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Tabrak Truk yang Sedang Belok, Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 12 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 12 Agustus 2022

Regional
Bude Bripka RR: Semoga Keponakan Saya Terbebas dari Tuduhan...

Bude Bripka RR: Semoga Keponakan Saya Terbebas dari Tuduhan...

Regional
Stok Vaksin PMK Kosong di Aceh, Kiriman dari Kementan Masih Ditunggu

Stok Vaksin PMK Kosong di Aceh, Kiriman dari Kementan Masih Ditunggu

Regional
Gubernur Viktor: NTT Bukan Provinsi Miskin, tapi Provinsi Mahal

Gubernur Viktor: NTT Bukan Provinsi Miskin, tapi Provinsi Mahal

Regional
Gudang Bulog di Kota Padang Habis Terbakar, Berawal dari Pembakaran Sampah

Gudang Bulog di Kota Padang Habis Terbakar, Berawal dari Pembakaran Sampah

Regional
Diduga Terlibat Pembelian Amunisi untuk KKB, 2 Aparat Kampung di Nduga Masuk DPO

Diduga Terlibat Pembelian Amunisi untuk KKB, 2 Aparat Kampung di Nduga Masuk DPO

Regional
Arisan Bodong Banjarsari Ciamis, Pelaku Janjikan Untung 24 Persen, Kerugian Korban Capai Rp 665 Juta

Arisan Bodong Banjarsari Ciamis, Pelaku Janjikan Untung 24 Persen, Kerugian Korban Capai Rp 665 Juta

Regional
Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ibunda Bripka RR Syok

Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ibunda Bripka RR Syok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.