Tanpa Teriakan, Massa Berpenutup Wajah Datangi dan Rusak Ponpes di Lombok Timur

Kompas.com - 03/01/2022, 15:19 WIB

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Aksi perusakan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah dan bakal Masjid Imam As Syafi'i.

Peristiwa itu berlangsung di Desa Bagik Nyaman, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (2/1/2022) dini hari pukul 02.00 Wita.

Massa yang diketahui berjumlah sekitar 200 orang datang mengenakan penutup wajah.

Tanpa berteriak, massa langsung merusak pagar dan pos satpam di depan markas As-Sunnah.

Baca juga: Kasus Perusakan Ponpes di Lombok Timur, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Bawa senjata, bakar mobil

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan kerusakan bangunan Ponpes dan fondasi masjid yang sedang dibangun.

Selain itu, massa yang membawa senjata tajam juga merusak sejumlah kendaraan. Bahkan sejumlah mobil dibakar oleh massa.

"Memang ada aksi massa yang menyebabkan kerusakan di Ponpes tersebut dan massa terus bergerak ke lokasi pembangunan masjid yang masih berupa pondasi, melakukan pembakaran dan perusakan," terang Artanto saat dikonfirmasi, Minggu.

Baca juga: Perusakan Ponpes di Lombok Timur Diduga akibat Potongan Video soal Makam, Polisi Buru Pelaku

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi juga langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapatkan informasi.

"Tidak ada korban luka pada kejadian itu, namun tim kita langsung bergerak bersama Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono, mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis Polda NTB," terang Artanto.

Baca juga: 2 Orang Tewas dan 12 Luka-luka dalam Insiden Truk Terguling di Lombok Timur

Diduga terprovokasi potongan video

Artanto mengatakan massa diduga tersinggung dengan potongan video ceramah seorang ustaz di Lombok Timur, NTB, yang dianggap mendiskreditkan keberadaan makam keramat di Lombok.

"Diduga massa terprovokasi oleh potongan video yang isinya mendiskreditkan makam leluhur orang Lombok. Ini yang memicu dan akhirnya massa melakukan aksi perusakan," kata Artanto.

Polisi telah memeriksa saksi-saksi dan menyelidiki siapa pelaku aksi perusakan tersebut.

Baca juga: Kasus Perusakan Ponpes di Lombok Timur, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

"Potongan video itu lah yang menimbulkan ujaran kebencian sehingga memicu kemarahan warga," kata Artanto.

Sejumlah tokoh agama pun dilibatkan dalam kasus ini agar bisa melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

Artanto pun mengingatkan masyarakat di Lombok Timur untuk tidak terprovokasi dengan video yang tidak utuh.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati | Editor: Andi Hartik)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib RSUD Tasikmalaya, Kesulitan Beli Obat hingga Tak Punya Gedung Poliklinik

Nasib RSUD Tasikmalaya, Kesulitan Beli Obat hingga Tak Punya Gedung Poliklinik

Regional
5 Orang Diamankan Saat Aksi Terkait Perjanjian New York di Papua, Ini Penjelasan Kapolresta

5 Orang Diamankan Saat Aksi Terkait Perjanjian New York di Papua, Ini Penjelasan Kapolresta

Regional
Pria ODGJ Bacok Satu Keluarga di Lampung, Pelaku Halusinasi Anaknya Dibunuh Korban

Pria ODGJ Bacok Satu Keluarga di Lampung, Pelaku Halusinasi Anaknya Dibunuh Korban

Regional
KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Komplek Kantor Bupati Pemalang

KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Komplek Kantor Bupati Pemalang

Regional
Otorita IKN Gelar Upacara Kemerdekaan di Titik Nol Ibu Kota Negara

Otorita IKN Gelar Upacara Kemerdekaan di Titik Nol Ibu Kota Negara

Regional
Jalani Wajib Lapor di Polresta Serang Kota, Ini 2 Konten Nikita Mirzani yang Dilaporkan Dito

Jalani Wajib Lapor di Polresta Serang Kota, Ini 2 Konten Nikita Mirzani yang Dilaporkan Dito

Regional
Banjir Bandang Solok Rusak 60 Hektare Tanaman Padi Petani

Banjir Bandang Solok Rusak 60 Hektare Tanaman Padi Petani

Regional
Diundang Hadiri Wisuda Brigadir J di Universitas Terbuka, Keluarga Mengaku Kekurangan Biaya

Diundang Hadiri Wisuda Brigadir J di Universitas Terbuka, Keluarga Mengaku Kekurangan Biaya

Regional
Banjir Rob Kembali Terjang Semarang, Anak-anak Pulang Sekolah Digendong hingga Diangkut Kendaraan Roda Tiga

Banjir Rob Kembali Terjang Semarang, Anak-anak Pulang Sekolah Digendong hingga Diangkut Kendaraan Roda Tiga

Regional
Mengenal Daniel Sihite, Lulusan Doktor Temuda Universitas Cenderawasih, Sukses berkat Motivasi Nenek

Mengenal Daniel Sihite, Lulusan Doktor Temuda Universitas Cenderawasih, Sukses berkat Motivasi Nenek

Regional
Dua Polisi Otak Perampasan Sepeda Motor di Banjarmasin Jadi Tersangka, Dikenal Sering Desersi

Dua Polisi Otak Perampasan Sepeda Motor di Banjarmasin Jadi Tersangka, Dikenal Sering Desersi

Regional
100 Persen Warga Terdaftar JKN-KIS, Belajar dari Ponggok dan Wunut di Klaten

100 Persen Warga Terdaftar JKN-KIS, Belajar dari Ponggok dan Wunut di Klaten

Regional
Simpan Sabu-sabu di Ventilasi Kamar Kos, Pemuda di Sumbawa Ditangkap Polisi

Simpan Sabu-sabu di Ventilasi Kamar Kos, Pemuda di Sumbawa Ditangkap Polisi

Regional
Polisi Berhasil Ungkap Identitas Mayat yang Ditemukan di Jembatan Kaligarang Semarang Melalui Tato Nama Perempuan

Polisi Berhasil Ungkap Identitas Mayat yang Ditemukan di Jembatan Kaligarang Semarang Melalui Tato Nama Perempuan

Regional
Pikap Hangus Terbakar Usai Tabrak Jembatan, Uang Korban Puluhan Juta Terbakar

Pikap Hangus Terbakar Usai Tabrak Jembatan, Uang Korban Puluhan Juta Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.