Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Kompas.com - 04/12/2021, 07:22 WIB
Pasutri korban penganiayaan Satpol PP sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang Reskrim Polres Gowa, Sulawesi Selatan atas kasus berita bohong akan kehamilan. Senin, (29/11/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Pasutri korban penganiayaan Satpol PP sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang Reskrim Polres Gowa, Sulawesi Selatan atas kasus berita bohong akan kehamilan. Senin, (29/11/2021).

GOWA, KOMPAS.com - Kasus penganiyaan pasangan suami istri yang dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menggelar razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sempat viral terus bergulir.

Polisi menangguhkan penahanan RI (34) atas dasar pertimbangan kemanusiaan lantaran RI memiliki empat orang anak yang salah satunya masih balita.

Kepolisian mengabulkan permohonan penangguhan penahanan setelah diajukan oleh kuasa hukum tersangka.

"Betul, penangguhannya sejak kemarin Rabu (1/12/2021), atas dasar kemanusiaan di mana tersangka memiliki tanggungan empat orang anak. Tetapi, hanya isterinya yang ditangguhkan sementara suaminya (NH) tetap menjalani penahanan" kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, melalui sambungan telepon Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Jadi Tersangka, Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP di Gowa Ditahan

NH dan RI sendiri menjalani penahanan sebagai tersangka di Mapolres Gowa sejak Senin (29/11/2021) atas kasus berita bohong soal kehamilan RI yang dilaporkan oleh salah satu ormas.

Kasus yang menjeratnya adalah Undang-Undang ITE (informasi dan transaksi elektronik) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kasus berawal saat aparat gabungan menggelar razia PPKM di warung kopi milik kedua tersangka di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng pada Rabu, (14/7/2021) lalu.

Baca juga: Jadi Tersangka, Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Gowa Belum Ditahan, Ini Alasannya

 

Razia ini berakhir dengan penganiayaan terhadap pasutri ini yang dilakukan oleh oknum Satpol PP berinisial MH dan viral hingga mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak.

MH sendiri saat ini telah menjalani hukuman berdasarkan putusan majelis hakim yang memvonis 5 bulan penjara atas kasus penganiayaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pelaku Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap di Karimun, Begini Modusnya

Dua Pelaku Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap di Karimun, Begini Modusnya

Regional
37 Pipa Air Terbawa Banjir, Bupati Ende: Kami Siap Menanggulangi

37 Pipa Air Terbawa Banjir, Bupati Ende: Kami Siap Menanggulangi

Regional
Detik-detik 5 Pengendara Tewas Kecelakaan di Rapak, Balikpapan, Bermula dari Berhenti di Lampu Merah

Detik-detik 5 Pengendara Tewas Kecelakaan di Rapak, Balikpapan, Bermula dari Berhenti di Lampu Merah

Regional
Truk Tabrak 6 Mobil dan 10 Sepeda Motor di Lampu Merah Balikpapan, 5 Orang Tewas

Truk Tabrak 6 Mobil dan 10 Sepeda Motor di Lampu Merah Balikpapan, 5 Orang Tewas

Regional
Truk Tronton Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Balikpapan, 5 Orang Tewas

Truk Tronton Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Balikpapan, 5 Orang Tewas

Regional
'Kami Kehilangan Putra Terbaik Bangsa, Sersan Dua Miskel Rumbiak'

"Kami Kehilangan Putra Terbaik Bangsa, Sersan Dua Miskel Rumbiak"

Regional
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengiriman 22 PMI Ilegal ke Malaysia

Regional
Hanya karena Masalah Asmara, Pemuda di Salatiga Dikeroyok dan Ditusuk hingga Tewas

Hanya karena Masalah Asmara, Pemuda di Salatiga Dikeroyok dan Ditusuk hingga Tewas

Regional
Mayat Pria Ditemukan dalam Selokan, Diduga Korban Kecelakaan

Mayat Pria Ditemukan dalam Selokan, Diduga Korban Kecelakaan

Regional
Serda Miskel Gugur dalam Kontak Tembak di Maybrat, Pangdam: Selangkah Pun Kami Tak Mundur...

Serda Miskel Gugur dalam Kontak Tembak di Maybrat, Pangdam: Selangkah Pun Kami Tak Mundur...

Regional
Jadi Tahanan Lapas di Samarinda, Pria Ini Masih Bisa Kendalikan Peredaran Sabu

Jadi Tahanan Lapas di Samarinda, Pria Ini Masih Bisa Kendalikan Peredaran Sabu

Regional
Bunuh Istri, Pria Ini Mengaku Korban Meninggal karena Mag, Terungkap Saat Jenazah Dimandikan

Bunuh Istri, Pria Ini Mengaku Korban Meninggal karena Mag, Terungkap Saat Jenazah Dimandikan

Regional
Jumlah Warga Tewas akibat Pesta Miras di Blora Bertambah, Jadi 4 Orang

Jumlah Warga Tewas akibat Pesta Miras di Blora Bertambah, Jadi 4 Orang

Regional
Hunian WNA di Karimunjawa Ternyata Izinnya untuk Hotel, Bukan Rumah

Hunian WNA di Karimunjawa Ternyata Izinnya untuk Hotel, Bukan Rumah

Regional
Hendak Kabur ke Bali, Pencuri Kerbau Diringkus Polisi

Hendak Kabur ke Bali, Pencuri Kerbau Diringkus Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.