Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Kompas.com - 04/12/2021, 06:07 WIB
Editor Rachmawati

Selain itu, sejumlah orang menganggap HIV sebagai "genosida orang Papua".

"Ini membuat kadang-kadang minum obat ARV itu kurang [teratur], sehingga putus program dan banyak yang meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Obat ARV untuk ODHA Langka, Menteri Kesehatan Diminta Turun Tangan

Hingga Maret 2021, tercatat ada 427.201 orang dengan HIV/AIDS di Papua, atau 77% dari jumlah estimasi ODHA hidup sebanyak 543.100 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 365.289 ODHA masih hidup, sementara 61.192 ODHA meninggal dunia, merujuk data Kementerian Kesehatan.

Dari total ODHA yang ada di Indonesia, sebanyak 68.508 orang putus obat atau lost to follow up.

Baca juga: Mengenal ARV, Obat yang Dapat Turunkan Kematian pada ODHA

Perempuan mendominasi kasus HIV

Studi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2016 menunjukkan bahwa di Papua rasio perempuan dan laki-laki terpapar HIV positif adalah 3:1.

Ini berarti sekitar 60% kasus yang dilaporkan di Papua adalah perempuan, sedangkan jumlah perempuan yang terpapar HIV positif secara nasional hanya 37%.

Siti Nurjaya Soltif, perawat RSUD Jayapura yang rumahnya sempat jadi rumah singgah tempat rawat orang dengan HIV/AIDS di Jayapura, menyebut kebanyakan perempuan Papua terinfeksi HIV dari aktivitas seksual tanpa pengaman.

Baca juga: Cerita Bidan Neni Mendadak Bantu Persalinan Ibu ODHA, Bayi yang Dilahirkan Negatif HIV

"Kalau kita lihat rata-rata penularannya adalah lewat hubungan seks. Perempuan mungkin banyak terdeteksi karena perempuan yang mau datang untuk memeriksakan diri," katanya.

Menurut Siti, para perempuan lebih mudah untuk datang ke layanan kesehatan dibanding laki-laki. Sementara resistensi dari kaum laki-laki untuk melakukan tes HIV masih kuat.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Faisal Ditemukan Usai Hilang 20 Hari, Keluarga Senang tapi Kaget, Ini Sebabnya

Dokter Faisal Ditemukan Usai Hilang 20 Hari, Keluarga Senang tapi Kaget, Ini Sebabnya

Regional
Monyet di Wisata Air Wendit Berkeliaran ke Permukiman Warga, Petugas Bantah karena Tak Diberi Makan

Monyet di Wisata Air Wendit Berkeliaran ke Permukiman Warga, Petugas Bantah karena Tak Diberi Makan

Regional
Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Regional
Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

Regional
Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Regional
Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Regional
Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Regional
2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

Regional
Jumlah Kursi Tak Cukup, 10 Penumpang Lion Air dari Bengkulu Ditinggal Pesawat

Jumlah Kursi Tak Cukup, 10 Penumpang Lion Air dari Bengkulu Ditinggal Pesawat

Regional
Tidak Siap dengan Penempatan, 6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

Tidak Siap dengan Penempatan, 6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

Regional
Bermain di Pantai Swiss Tongo Sumbawa Barat, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak

Bermain di Pantai Swiss Tongo Sumbawa Barat, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak

Regional
Profil Buya Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Pernah Jadi Guru Desa dan Tangani Konflik KPK Vs Polri

Profil Buya Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Pernah Jadi Guru Desa dan Tangani Konflik KPK Vs Polri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.