KPK Sita Rp 1,5 Miliar di Tas Merah, Ini Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Alex Noerdin

Kompas.com - 17/10/2021, 10:10 WIB
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan terhadap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Sabtu (16/10/2021). Dokumentasi/Biro Humas KPKPetugas KPK menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari operasi tangkap tangan terhadap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Sabtu (16/10/2021).
Editor Rachmawati

"Tim selanjutnya bergerak dan mengamankan HM (Herman Mayori) di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Muba dan ditemukan uang sejumlah Rp 270 juta dengan dibungkus kantung plastik," ujarnya.

Dati hasil penyidik KPK, uang tersebut adalah suap terkait commitment fee pemenangan tender perusahaan Suhandy dalam sejumlah proyek infrastruktur di Pemkab Musi Banyuasin

Eddy dan Suhandy kemudian dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk diminta keterangan.

Baca juga: Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Bupati Dodi ditangkap di Jakarta

Berangkat dari temuan informasi tersebut, KPK lalu bergerak paralel di Jakarta untuk mengamankan Dodi Reza Alex di satu lobi hotel di Jakarta.

Eks Presiden Klub Sriwijaya FC itu langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan.

Dalam OTT tersebut, penyidik KPK mengamankan uang Rp 1,5 Miliar dari tangan ajudan Dodi. Uang itu diketahui disimpan di dalam tas berwarna merah.

"Dari kegiatan ini, Tim KPK selain mengamankan uang sejumlah Rp 270 juta, juga turut diamankan uang yang ada pada MRD, ajudan bupati, Rp 1,5 miliar," jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Alex mengatakan penyidik KPK masih mendalami asal usul kepemilikan uang Rp 1,5 miliar untuk Dodi Reza.

Dodi Reza sendiri langsung dijebloskan ke Rutan KPK untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari.

Baca juga: Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Bagi-bagi fee

Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK menetapkan Dodi, Herman, dan Eddi sebagai tersangka penerima suap.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Regional
Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Regional
Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Regional
Ketika Hanya KJA Jadi Kambing Hitam Pencemaran Danau Toba...

Ketika Hanya KJA Jadi Kambing Hitam Pencemaran Danau Toba...

Regional
Gara-gara Cekcok, Pemilik Bengkel Mobil di Jambi Tewas Terpental dari Mobil Konsumen

Gara-gara Cekcok, Pemilik Bengkel Mobil di Jambi Tewas Terpental dari Mobil Konsumen

Regional
PMI dari Malaysia Masuk Kalbar Positif Omicron, Seluruh Petugas Pelayanan PMI Dites Covid-19

PMI dari Malaysia Masuk Kalbar Positif Omicron, Seluruh Petugas Pelayanan PMI Dites Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan | Kebakaran di AEON Mall Sentul City

[POPULER NUSANTARA] Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan | Kebakaran di AEON Mall Sentul City

Regional
Hakim Itong dan 'Upeti' Rp 13 Miliar

Hakim Itong dan "Upeti" Rp 13 Miliar

Regional
Tragedi Simpang Rapak Balikpapan, Suara Keras Tabrakan hingga Korban Tergeletak di Jalan

Tragedi Simpang Rapak Balikpapan, Suara Keras Tabrakan hingga Korban Tergeletak di Jalan

Regional
Muncul Pro Kontra Ibu Kota Negara di Kaltim Usai UU IKN Disahkan

Muncul Pro Kontra Ibu Kota Negara di Kaltim Usai UU IKN Disahkan

Regional
2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Bebas, Kompolnas Minta Penyidik Diperiksa

2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Bebas, Kompolnas Minta Penyidik Diperiksa

Regional
Dipicu Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Antrean Kendaran di Rapak Balikpapan, 4 Tewas

Dipicu Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Antrean Kendaran di Rapak Balikpapan, 4 Tewas

Regional
7 Fakta Kecelakaan di Simpang 'Maut' Rapak, Balikpapan, Tragedi yang Berulang hingga Sopir Jadi Tersangka

7 Fakta Kecelakaan di Simpang "Maut" Rapak, Balikpapan, Tragedi yang Berulang hingga Sopir Jadi Tersangka

Regional
Sertu Miskel, Prajurit yang Gugur Ditembak KST Dimakamkan di Raja Ampat

Sertu Miskel, Prajurit yang Gugur Ditembak KST Dimakamkan di Raja Ampat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.