4 Fakta Polisi Gagalkan Penyelundupan Benur Rp 14 Miliar di Palembang

Kompas.com - 11/09/2021, 07:36 WIB
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira menunjukkan barang bukti baby lobester atau benur sebanyak 91.456 ekor senilai Rp 14 miliar yang hendak diselundupkan dari Lampung ke Jambi, Jumat (10/9/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira menunjukkan barang bukti baby lobester atau benur sebanyak 91.456 ekor senilai Rp 14 miliar yang hendak diselundupkan dari Lampung ke Jambi, Jumat (10/9/2021).

KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang kurir yang membawa 18 boks styrofoam berisi 91.456 ekor benur yang hendak dibawa ke Jambi dari Lampung.

Di hadapan polisi, kurir berinisial AS (42), warga Raja Basa, Lampung, itu mengaku tak tahu jika paket yang dia bawa adalah benur senilai total Rp 14 miliar.

Baca juga: Jual Beli 6.800 Benur Ilegal Senilai Rp 1 Miliar Digagalkan Polisi

Berikut ini fakta lengkapnya:

1 . Kronologi penangkapan

Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan terhadap paket yang dibawa AS.

Lalu, petugas menghentikan AS di Jalan Sriwijaya Raya, tepatnya di depan pintu Tol Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (10/9/2021) dini hari.

Setelah itu petugs melakukan pemeriksaan dan menemukan boks styrofoam berisi benur. Menurut AS, dirinya hendak mengirim paket itu dari Lampung ke Jambi.

Baca juga: Mengira Bibit Udang, Pria Ini Tak Sadar Bawaannya Senilai Rp 14 Miliar

2. Upah satu juta

AS mengaku, pekan ini dirinya sudah mengantar barang yang sama sebanyak empat kali dan mendapat upah sebesar Rp 1 juta.

Benur itu, kata AS, nantinya akan diterima seseorang yang telah menunggu di Jambi. Namun, ia tidak mengetahui siapa penerima tersebut.

"Karena saya tahunya itu bibit udang, jadi mau. Barang ini dibawa dari Labuan Ratu, Lampung," ujar AS.

Baca juga: Penyelundupan Kulit Harimau Terungkap, Barang Bukti Masih Berbau Amis

3. Modus bawa mobil pribadi

Menurut Irvan, pelaku sengaja mengelabui petugas dengan membawa benur menggunakan mobil pribadi, agar tidak mudah terdeteksi.

Namun demikian, kejelian petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benur itu.

"Namun setelah diselidiki, ternyata benur jenis pasir dan mutiara. Seluruh barang ini nilainya mencapai Rp 14 miliar," kata Irvan.

Saat ini polisi terus melakukan pengembangan, termasuk menelusuri pemasok benur yang berada di Jambi dan Lampung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Regional
Sunda dalam Multikulturalisme

Sunda dalam Multikulturalisme

Regional
Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Regional
Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Regional
Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Regional
Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Regional
Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Regional
Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Regional
Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Regional
Minyak Goreng di Minimarket Ludes Terjual Setelah Harga Turun, Pembelian Dibatasi

Minyak Goreng di Minimarket Ludes Terjual Setelah Harga Turun, Pembelian Dibatasi

Regional
Murid PAUD Meninggal Usai Divaksin, Bupati Cianjur Minta Orangtua Dampingi Anak Saat Vaksinasi

Murid PAUD Meninggal Usai Divaksin, Bupati Cianjur Minta Orangtua Dampingi Anak Saat Vaksinasi

Regional
Kekhawatiran dan Masalah yang Belum Selesai di Lingkar IKN

Kekhawatiran dan Masalah yang Belum Selesai di Lingkar IKN

Regional
Sejarawan Kaltim Bantah Anggapan Nama Ibu Kota Negara Nusantara Jawa-sentris

Sejarawan Kaltim Bantah Anggapan Nama Ibu Kota Negara Nusantara Jawa-sentris

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bupati Langkat Kena OTT KPK | 15 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap di Surabaya

[POPULER NUSANTARA] Bupati Langkat Kena OTT KPK | 15 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap di Surabaya

Regional
Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 20 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 20 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.