Kasus Pemotongan Kepala Gajah di Aceh, Tersadis dalam 10 Tahun, Salah Satu Pelaku Beraksi Sejak 2017

Kompas.com - 19/08/2021, 12:38 WIB
Polisi memperlihatkan lima tersangka pemotong kepala gajah di Mapolres Aceh Timur, Kamis (19/8/2021) KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOPolisi memperlihatkan lima tersangka pemotong kepala gajah di Mapolres Aceh Timur, Kamis (19/8/2021)

ACEH TIMUR, KOMPAS.com - Penyidik Polres Aceh Timur, membeberkan peran lima tersangka pemotong kepala gajah di kawasan perkebunan PT Bumi Flora, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Kamis (19/8/2021).

Kapolres AKBP Eko Widiantoro, merincikan tersangka JN (35) berperan meracuni gajah, memotong leher dan mengambil gadingnya.

EM (41) berperan sebagai pembeli pertama yang selanjutnya menjual gading gajah pada pembeli kedua.

Lalu, SN (33) pembeli kedua, menjual gading gajah itu pada pembeli ketiga.

Baca juga: 5 Pembunuh Gajah di Aceh Timur Ditangkap, Ini Peran Setiap Pelaku Saat Beraksi

JF (50), pembeli ketiga, menjual gading gajah itu ke pembeli keempat, dan pembeli kelima berinisial RN (46).

“Jadi satu tersangka bertindak sebagai pemotong kepala gajah dan sisanya empat lagi itu pembeli,” kata Eko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menjelaskan, JN tersangka bertindak pemotong kepala gajah itu warga di Desa Jamboe Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupeten Aceh Timur.

“Dia ditangkap di rumah temannya di di Desa Beururu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen,” sebut Kapolres.

Baca juga: Gajah di Aceh Timur Diracuni dan Dibunuh, Gadingnya Dijual, Polisi Tangkap Pelaku

Beraksi sejak 2017, satu pelaku masih buron

Kepada polisi, JN mengaku sejak 2017 meracuni gajah sebanyak lima kali. Dua kali berhasil membunuh gajah dengan cara diracun dan diambil gadingnya pada Juli 2021 lalu.

“Saat beraksi JN ini bersama temannya berinisial IS. Ini masih kita cari dimana si IS ini berada,” kata Kapolres.

Sehingga statusnya saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Timur. 

Dia menyebutkan, gading gajah itu dijual seharga Rp 10 juta.

“Sisanya pelaku ditangkap di lokasi terpisah seperti di Kabupaten Pidie Jaya, Kota Bogor Jawa Barat (tersangka JF dan EM),  SN kita tangkap di Kabupaten Bogor dan Depok, Jawa Barat,” beber Kapolres.

“Harga tertinggi pembelian gading gajah itu Rp 30 juta,” sebutnya.

Baca juga: Gajah Jinak di Aceh Mati, Diduga karena Virus Herpes Endoteliotropik

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kain Ditemukan di Tempat Sampah, Polisi Buru Pelaku

Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kain Ditemukan di Tempat Sampah, Polisi Buru Pelaku

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Oktober 2021

Regional
Sopir Angkot di Maumere Mogok Layani Penumpang, Protes Harga BBM Naik tapi Tarif Tetap

Sopir Angkot di Maumere Mogok Layani Penumpang, Protes Harga BBM Naik tapi Tarif Tetap

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Oktober 2021

Regional
Nol Kematian Covid-19 Selama Dua Pekan, Mengapa Kabupaten Blitar Bertahan di PPKM Level 3?

Nol Kematian Covid-19 Selama Dua Pekan, Mengapa Kabupaten Blitar Bertahan di PPKM Level 3?

Regional
Pemkot Mataram Tak Jadikan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Pemkot Mataram Tak Jadikan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Regional
UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yoris Didampingi 10 Pengacara

UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yoris Didampingi 10 Pengacara

Regional
Kota Banjarmasin Kini Berlaku Aturan PPKM Level 2

Kota Banjarmasin Kini Berlaku Aturan PPKM Level 2

Regional
6 Tahun Jadi Buronan Polisi, Bajing Loncat di Sumsel Tertangkap

6 Tahun Jadi Buronan Polisi, Bajing Loncat di Sumsel Tertangkap

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Oktober 2021

Regional
Sampah Plastik di Banyumas Diubah Jadi Genteng dan Paving Block, Diklaim Lebih Murah dan Kuat

Sampah Plastik di Banyumas Diubah Jadi Genteng dan Paving Block, Diklaim Lebih Murah dan Kuat

Regional
3 Hal soal Kepala Dusun Joget TikTok di Atas Meja Kades, Diprotes Warga hingga Dirumahkan Selama Tiga Bulan

3 Hal soal Kepala Dusun Joget TikTok di Atas Meja Kades, Diprotes Warga hingga Dirumahkan Selama Tiga Bulan

Regional
Gibran: Tiap Hari Saya Dapat Komplain Anak Kecil Kok Tidak Boleh Masuk Mal

Gibran: Tiap Hari Saya Dapat Komplain Anak Kecil Kok Tidak Boleh Masuk Mal

Regional
Surabaya Kini Berstatus PPKM Level 1, Eri Cahyadi: Ekonomi Harus Bergerak, Digas Pol

Surabaya Kini Berstatus PPKM Level 1, Eri Cahyadi: Ekonomi Harus Bergerak, Digas Pol

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Oktober 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.