Kompas.com - 22/07/2021, 12:12 WIB
Walau selama belasan tahun Labuan Bajo sudah menjadi destinasi wisata internasional, baru tahun 2019 listrik mengalir di Papagarang dan Messa. BBC INDONESIA/ABRAHAM UTAMAWalau selama belasan tahun Labuan Bajo sudah menjadi destinasi wisata internasional, baru tahun 2019 listrik mengalir di Papagarang dan Messa.
Editor Rachmawati

Generasi yang lahir setelah Rosman juga sempat mengalami kehidupan tanpa listrik. Salmiati ingat pergulatannya menggunakan lampu minyak saat belajar pada malam hari.

"Lampu itu membantu kami mengerjakan tugas, tapi biasanya mata kami sakit karena asapnya naik ke atas," ujarnya.

Perempuan berumur 24 tahun yang kini berkuliah di Makassar ini berkata, ketiadaan listrik di Messa dulu memaksa dia dan kawan-kawannya mengarungi laut untuk menyeberang ke Labuan Bajo.

Urusan menyalin buku pelajaran hingga mencetak tugas dengan mesin saat itu mustahil dilakukan di pulau mereka.

Baca juga: Listrik Padam Saat Final Copa America, Warga Protes dan Lempari Kantor PLN Sorong

Dampak ketiadaan listrik sempat mengguncang Salmiati. Dia mengalami gegar budaya saat merantau melanjutkan sekolah.

Dia tidak menguasai teknologi. Pengetahuannya juga minim karena sumber informasi seperti televisi tak bisa menyala di rumahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beradaptasi dengan lingkungan baru itu tantangan terberat. Saya sama sekali tidak mengenal listrik tapi tiba-tiba saya dihadapkan dengan komputer," tuturnya.

Kehidupan dari generasi ke generasi dengan akses listrik sangat terbatas di Pulau Messa berakhir Oktober 2019, saat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) diresmikan.

Baca juga: Sebagian Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Sempat Padam, PLN Minta Maaf

PLTS di Pulau Messa berjarak belasan meter dari permukiman warga.BBC INDONESIA/HARYO WIRAWAN PLTS di Pulau Messa berjarak belasan meter dari permukiman warga.
Dibangun dengan dana bantuan sejumlah perusahaan pelat merah, PLTS ini lalu dioperasikan PLN.

Pada masa operasional pertama, mayoritas rumah dari sekitar 2000 penduduk di pulau ini disambung listrik dari PLTS tersebut.

Beberapa rumah yang saat ini belum mendapat akses listrik adalah tempat tinggal baru, yang dibangun usai penyambungan instalasi, kata Yogi, kepala dusun di pulau ini.

PLTS di Pulau Messa tidak terhubung jaringan PLN alias off grid. Artinya, PLTS ini menyimpan energi matahari ke dalam baterai. Energi itu bisa digunakan saat panel surya tidak berfungsi maksimal, entah karena gangguan teknis atau karena matahari tertutup awan.

Baca juga: Listrik Sempat Padam, PLN Pastikan Kelistrikan Kalimantan Tengah dan Selatan Sudah Pulih

Setelah PLTS itu berdiri, listrik sempat menyala 24 jam di Messa. Namun saat ini listrik tak lagi mengalir sepanjang hari.

"PLTS ini sangat berdampak positif walau saat ini tidak beroperasi 24 jam. Menyala dari jam 8 pagi sampai 6 sore. Mati sebentar, lalu hidup lagi sampai jam 10 malam," kata Rosman.

"Memang tidak menyala 100%, tapi saat siang warga bisa melakukan aktivitas seperti berjualan minuman dingin dan es batu. Bisa jadi duit semua. Pertanyaan saya kenapa cuma menyala sampai jam 10 malam," ujar Rosman.

PLTS komunal yang sama juga berdiri di Pulau Papagarang, yang berjarak 45 perjalanan laut dari Messa.

Baca juga: Listrik di Hampir Seluruh Wilayah Kaltim Padam, Tagar #KaltimBlackout Trending

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pengungsi Korban Banjir Kalteng Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian

2 Pengungsi Korban Banjir Kalteng Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian

Regional
54 Sekolah di Samarinda Bakal Belajar Tatap Muka, Hanya Berlangsung 2 Jam

54 Sekolah di Samarinda Bakal Belajar Tatap Muka, Hanya Berlangsung 2 Jam

Regional
Usai Bentangkan Poster, Suroto Diperiksa 4 Jam di Kantor Polisi, Ketakutan Saat Pulang Seorang Diri

Usai Bentangkan Poster, Suroto Diperiksa 4 Jam di Kantor Polisi, Ketakutan Saat Pulang Seorang Diri

Regional
Kodam III Siliwangi Terjunkan 46 Vaksinator, Sasar Desa 3T di Karawang

Kodam III Siliwangi Terjunkan 46 Vaksinator, Sasar Desa 3T di Karawang

Regional
Pemkab Gunungkidul Kesulitan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Pemkab Gunungkidul Kesulitan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Pelajar di Sumbar Dijemput Pakai Bus ke Sekolah untuk Divaksin

Pelajar di Sumbar Dijemput Pakai Bus ke Sekolah untuk Divaksin

Regional
Gara-gara Gugat Cerai Istri, Buronan Koruptor Proyek PPI Garut Tertangkap Setelah 12 Tahun Kabur

Gara-gara Gugat Cerai Istri, Buronan Koruptor Proyek PPI Garut Tertangkap Setelah 12 Tahun Kabur

Regional
BMKG Keluarkan Peringatan Adanya Gelombang Tinggi di Wilayah Utara Sulut

BMKG Keluarkan Peringatan Adanya Gelombang Tinggi di Wilayah Utara Sulut

Regional
'Saya Teriak 'Pak Jokowi' Sambil Angkat Poster Tinggi-tinggi'

"Saya Teriak 'Pak Jokowi' Sambil Angkat Poster Tinggi-tinggi"

Regional
Wali Kota Magelang Minta Siswa Tak Berlama-lama di Sekolah Selama PTM Terbatas

Wali Kota Magelang Minta Siswa Tak Berlama-lama di Sekolah Selama PTM Terbatas

Regional
Gubernur NTB: Pokoknya Kita Tidak Akan Bikin Masyarakat Menderita Menjadi Korban

Gubernur NTB: Pokoknya Kita Tidak Akan Bikin Masyarakat Menderita Menjadi Korban

Regional
5 Remaja yang Tewas di Kaltim Minum 4 Liter Hand Sanitizer

5 Remaja yang Tewas di Kaltim Minum 4 Liter Hand Sanitizer

Regional
Mahasiswa Telkom University Ciptakan Inovasi Gelang Pendeteksi Tsunami

Mahasiswa Telkom University Ciptakan Inovasi Gelang Pendeteksi Tsunami

Regional
Sembunyi Sepekan Takut Diamankan Lagi, Suroto Baru Keluar Rumah Setelah Dapat Undangan Jokowi

Sembunyi Sepekan Takut Diamankan Lagi, Suroto Baru Keluar Rumah Setelah Dapat Undangan Jokowi

Regional
Jokowi Soroti Timpangnya Vaksinasi di Sumut, Beri Pesan ke Forkopimda: Hati-hati

Jokowi Soroti Timpangnya Vaksinasi di Sumut, Beri Pesan ke Forkopimda: Hati-hati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.