Kompas.com - 27/06/2021, 07:52 WIB
Seekor penyu hijau saat sedang menutup sarangnya usai bertelur di Pantai Pulau Sangalaki, Berau, Kaltim, Kamis (17/6/2021). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSeekor penyu hijau saat sedang menutup sarangnya usai bertelur di Pantai Pulau Sangalaki, Berau, Kaltim, Kamis (17/6/2021).

Setiap 10 hari tim polisi hutan dari Seksi Konservasi Wilayah I Berau, BKSDA Kaltim, secara bergantian menjaga Pulau Sangalaki.

Mereka menyusuri pulau, sungai dan perairan laut berjam-jam. Tak ada perkampungan di pulau Sangalaki, yang ada hanya wisata alam dan pembiakan penyu.

"Saya menikmati semua aktivitas di pulau ini. Memang ada suka dukanya, saya jalani saja," ungkap Lipu kepada Kompas.com.

Baca juga: Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Pulau Sangalaki memiliki hamparan pasir putih nan indah, hutan primer nan hijau dan terumbuh karang bawa laut yang memesona.

Selain itu, daratan ini juga surga bagi penyu hijau dan sisik.

Tiap malam puluhan penyu mendarat bertelur di pesisir pantai ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Waktu bertelur penyu dari pukul 19.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita. Sepanjang malam itu, ada ratusan hingga ribuan telur dihasilkan penyu di pesisir Pantai Sangalaki.

Tapi, orang tak dikenal datang ke pulau itu mencurinya.

Bak tak kenal waktu, malam atau siang mereka berburu telur penyu secara ilegal dari berbagai sisi pulau.

Mereka rata-rata nelayan berasal dari perkampungan di sekitar Kepulauan Derawan.

Dijual Rp 25.000 per butir

Lipu bilang, telur penyu yang diambil biasa dijual ke kota - kota besar seperti Samarinda dan lainnya.

Menurut informasi, kata Lipu, harga per butir di Samarinda mencapai Rp 25.000.

Jaringan penjual telur penyu yang pernah diungkap polisi, diketahui sebagai pengecer, distributor, bahkan sampai penadah atau bos.

"Di sini ancaman terbesar masih pencurian karena harga jual masih mahal. Mau enggak mau, tiap malam kita harus selamatkan (relokasi telur penyu) biar enggak dicuri atau dimakan hewan predator," tambah dia.

Demi mengamankan telur-telur penyu, Lupi bersama dua rekannya harus memindahkan telur itu ke sarang buatan dekat pos jaga ketika piket malam.

Mereka menyisir satu per satu sarang penyu di pinggir pantai, menggali pasir mengambil telur, merelokasi ke pos jaga dengan berjalan kaki berkilo-kilo sambil memikul telur penyu.

Baca juga: Cerita Mbah Peno dan Desa Penangkaran Penyu yang Bakal Jadi Lokasi Wisata

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Pencari Kerja di Karimun Diduga Jadi Korban Penipuan

Ratusan Pencari Kerja di Karimun Diduga Jadi Korban Penipuan

Regional
PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

PPKM Level 3 Batal, Objek Wisata Alam di Tasikmalaya Buka Saat Libur Nataru

Regional
Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Hamil 6 Bulan, Gadis Korban Asusila yang Digilir 5 Pemuda Lapor Polisi

Regional
Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Ibu Muda Mengaku Diperkosa 4 Teman Suami, Terduga Pemerkosa Malah Laporkan Balik Korban

Regional
Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Kisah Haru di Balik Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Ibunya Meninggal Berpelukan hingga Jasad Anak di Gendongan Ibu

Regional
Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Jokowi Minta KLHK dan Perusahaan Swasta Tanam Pohon di Sungai Kapuas dan Melawi

Regional
Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Cerita Lengkap Nakes Didenda Rp 2 Miliar Usai Sidak Makanan Berformalin di Luwu Timur

Regional
Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Ribuan TKI Akan Tiba di Batam pada Akhir Tahun

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Regional
Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Melawan Saat Dibekap, Gadis Ini Lolos dari Pemerkosaan di Salon Langganan

Regional
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Regional
21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

21 Kecamatan di Medan Berpotensi Besar Banjir, BNPB: Paling Parah di Medan Belawan

Regional
Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Driver Ojol Tiba-tiba Jatuh dari Motor, Kejang, Lalu Meninggal, Warga Panik Dikira Kena Covid-19

Regional
Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Keluarga Korban Covid-19 di Kabupaten Madiun Diminta Biaya Pemakaman, Disebut untuk Mandikan Jenazah

Regional
Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Banjir Rob di Pesisir Karawang, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.