Soal Teror Debt Collector Pinjaman Online ke Guru Honorer di Semarang, Ini Langkah Polisi

Kompas.com - 09/06/2021, 10:21 WIB
Kuasa hukum Afifah, M. Sofyan menunjukan bukti teror WA dan surat laporan ke Polda Jateng. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKuasa hukum Afifah, M. Sofyan menunjukan bukti teror WA dan surat laporan ke Polda Jateng.

KOMPAS.com - Polisi akan mengusut dugaan intimidasi yang diduga dilakukan debt collector aplikasi pinjaman online terhadap seorang Afifah (27), guru honorer asal Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Kasubdit 2 Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng Kompol Victor Ziliwu, ada dua hal yang didalami polisi dalam kasus Afifah (27) tersebut.

"Dalam kasus ini ada dua hal. Pertama terkait pinjaman dan kedua soal bahasa bernada ancaman baik dari media elektronik maupun verbal. Nanti proses untuk mengetahui apakah satuan pidana atau terpisah. Jerat Undang-undang ITE atau pidana umum," jelasnya, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Fakta di Balik Derita Korban Utang Pinjaman Online, Terdesak Kebutuhan dan Teror Debt Collector

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merinci aplikasi apa saja yang menjerat Afifah itu.

Setelah itu, polisi akan memeriksa legalitas lembaga pemberi pinjaman itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu berawal saat Afifah tak ada biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lalu pada 30 Maret 2021, dirinya melihat iklan aplikasi pinjaman online di ponselnya.

Perempuan yang bekerja sebagai guru honorer itu pun mencoba mengunduh dan mengajukan pinjaman.

Baca juga: Diduga Terjerat Pinjaman Online, Mahasiswi di Denpasar Tewas Gantung Diri

Setelah itu, uang langsung ditransfer ke rekening Afifah sebesar Rp 3,7 juta. Padahal, dia dijanjikan akan mendapat uang sebesar Rp 5 juta.

Lalu, awalnya Afifah mengira pelunasan dapat dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan, tapi tenor pinjaman malah tujuh hari.

Baca juga: Polisi Usut Kasus Utang Pinjol Guru Honorer yang Membengkak Jadi Rp 206 Juta

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Regional
Dinkes Jateng Klaim Tingkat Kematian di Tempat Isolasi Terpusat Tak Sampai 5 Persen

Dinkes Jateng Klaim Tingkat Kematian di Tempat Isolasi Terpusat Tak Sampai 5 Persen

Regional
[POPULER NUSANTARA] Catatan Emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu | Polemik Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio

[POPULER NUSANTARA] Catatan Emas Greysia Polii/Apriyani Rahayu | Polemik Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio

Regional
Demokrat Jateng Laporkan Unggahan Wamendes di Media Sosial ke Polisi

Demokrat Jateng Laporkan Unggahan Wamendes di Media Sosial ke Polisi

Regional
Momen Sandiaga Uno Video Call dengan Penjual Cilok Berjas: Halo Bapak Pejabat!

Momen Sandiaga Uno Video Call dengan Penjual Cilok Berjas: Halo Bapak Pejabat!

Regional
Pasien Covid-19 Dipulangkan Paksa Saat Kritis, Akhirnya Meninggal, Keluarga Tolak Jenazah Dimakamkan dengan Prokes

Pasien Covid-19 Dipulangkan Paksa Saat Kritis, Akhirnya Meninggal, Keluarga Tolak Jenazah Dimakamkan dengan Prokes

Regional
Stok Vaksin di Kota Semarang Nyaris Habis, Dinkes Jateng: Sambil Menunggu, Manfaatkan Dulu

Stok Vaksin di Kota Semarang Nyaris Habis, Dinkes Jateng: Sambil Menunggu, Manfaatkan Dulu

Regional
Satgas Covid-19 Maluku: Kalau Ada Pandangan Satgas Tak Berani dengan Pejabat, Itu Tidak Benar...

Satgas Covid-19 Maluku: Kalau Ada Pandangan Satgas Tak Berani dengan Pejabat, Itu Tidak Benar...

Regional
Merasa Terbantu Saat Terpapar Covid-19, Bripka Nuki 9 Kali Donorkan Plasma Konvalesen

Merasa Terbantu Saat Terpapar Covid-19, Bripka Nuki 9 Kali Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Duduk Perkara Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio dan Beda Pernyataan Status Tersangka

Duduk Perkara Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio dan Beda Pernyataan Status Tersangka

Regional
Kantor Bappeda Kabupaten Nias Terbakar

Kantor Bappeda Kabupaten Nias Terbakar

Regional
Anak-anak Mulai Terinfeksi Covid-19, Pemkab Wonogiri Siapkan Ruang Isolasi Khusus Anak

Anak-anak Mulai Terinfeksi Covid-19, Pemkab Wonogiri Siapkan Ruang Isolasi Khusus Anak

Regional
Bupati Ipuk Sebut Vaksin Efektif Tekan Corona, 70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Divaksin

Bupati Ipuk Sebut Vaksin Efektif Tekan Corona, 70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Divaksin

Regional
Gerebek 3 Pabrik Jamu Ilegal di Banyuwangi, BPOM Sita 7 Truk Barang Bukti

Gerebek 3 Pabrik Jamu Ilegal di Banyuwangi, BPOM Sita 7 Truk Barang Bukti

Regional
Jalan Trans Flores Ende-Maumere Tertutup Longsor, Aktivitas Lalu Lintas Terganggu

Jalan Trans Flores Ende-Maumere Tertutup Longsor, Aktivitas Lalu Lintas Terganggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X