Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wilayah Rawan Banjir Kiriman Malaysia Jadi Sasaran TMMD, Kodim 0911/NNK Siapkan Lahan Pangan

Kompas.com - 11/05/2024, 05:35 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120, dengan sasaran Desa Tembelenu, Kecamatan Sembakung.

Desa Tembelenu, menjadi salah satu desa yang mengalami dampak paling parah ketika banjir kiriman Malaysia, melanda setiap tahunnya.

Air banjir, akan menggenangi separuh rumah penduduk, sehingga para korban banjir terpaksa membuat pungkau/para-para, yaitu papan yang disusun menyerupai lantai tepat di bawah atap rumah, untuk terhindar dari banjir sekaligus tetap menjaga rumahnya.

"Tahun 2024, sasaran TMMD kita adalah Desa Tembelenu, yang memang rawan banjir. TNI hadir membantu pemerintah daerah dalam persoalan menjaga perbatasan dan meringankan beban masyarakatnya," ujar Dandim 0911/NNK, Letkol Inf. Albert Frantesca Hutagalung, Rabu (8/5/2024).

Baca juga: Banjir Kiriman Malaysia Mulai Rendam Desa di Nunukan, Sejumlah Sekolah Terdampak


Baca juga: Miliki 72,5 Butir Pil Ekstasi, ASN Kantor Samsat Nunukan Rian Ariandi Divonis 7 Tahun Penjara

Lokasi relokasi warga terdampak banjir

Salah satu sekolah SD di Sembakung Nunukan Kaltara yang mulai terendam banjir kiriman Malaysia. Banjir rutin terjadi setiap tahun dan Pemkab terus menetapkan tanggap darurat setiap tahunnyaDok.BPBD Nunukan Salah satu sekolah SD di Sembakung Nunukan Kaltara yang mulai terendam banjir kiriman Malaysia. Banjir rutin terjadi setiap tahun dan Pemkab terus menetapkan tanggap darurat setiap tahunnya

TNI berjibaku membuka akses jalan menuju sebuah bukit yang akan menjadi lokasi relokasi warga terdampak banjir.

Jalan yang diproyeksikan dibangun dengan panjang hampir 2 kilometerm dan lebar 6 meter tersebut, dikatakan menjadi sarat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) agar mengucurkan anggaran APBN untuk pembangunan 213 unit rumah bagi warga Desa Tembelenu.

"TNI ada untuk rakyat, dan terus membantu memudahkan terlaksananya alokasi bantuan BNPP untuk 213 unit rumah bagi warga korban banjir," ujarnya lagi.

Baca juga: Banjir Demak, Beban Ekonomi Masyarakat, dan Ancaman Utang...

Selain memastikan kemudahan akses menuju lokasi relokasi, Albert juga mencanangkan pembukaan areal sawah bagi warga Sembakung.

Setiap tahunnya, sawah-sawah masyarakat Sembakung mengalami gagal panen akibat banjir kiriman Malaysia.

"Setahun dua kali mereka kebanjiran, dan surutnya lama. Mereka sangat bersemangat bertani tapi gagal panennya bukan karena masalah irigasi atau hama, tapi karena fenomena alam yaitu banjir kiriman itu," sesalnya.

Kondisi demikian, tentunya menjadi keprihatinan, apalagi, terendamnya sawah-sawah penduduk, berpotensi mengancam kerawanan pangan.

Baca juga: Usai Banjir Demak, Siti Panik Ketiga Anaknya Terkena DBD

Banjir kiriman dari Malaysia

Kodim 0911/NNK, lanjut Albert, akan membuka lahan sawah di beberapa areal yang ada di sekitar lokasi relokasi.

Program TMMD ke-120 dimulai pada Rabu (8/5/2024) sampai Kamis (6/6/2024).

"Kita harus pastikan ketahanan pangan masyarakat kita terpenuhi. Meski mereka direlokasi, tapi kebutuhan pangannya harus tercukupi juga. Melalui TMMD ke-120 Tahun 2024, kita akan mencoba mengakomodir itu," tegasnya.

Untuk diketahui, ada beberapa kecamatan yang rutin menerima banjir kiriman Malaysia, masing masing Kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, dan Lumbis Ogong.

Dari semua kecamatan tersebut, Kecamatan Sembakung selalu mengalami dampak paling parah karena berada pada lokasi terendah, sehingga air banjir baru akan surut setelah hampir sebulan lamanya.

Bbanjir di pelosok perbatasan RI tersebut, merupakan banjir kiriman yang berasal dari Sungai Talangkai di Sepulut Sabah Malaysia. Yang kemudian mengalir ke sungai Pampangon, berlanjut ke sungai Lagongon ke Pagalungan, masih wilayah Malaysia.

Dari Pagalungan, aliran sungai kemudian memasuki wilayah Indonesia melalui sungai Labang, sungai Pensiangan dan sungai Sembakung.

Baca juga: Fenomena Banjir Tahunan di Sembakung Kaltara Jadi Kajian Komprehensif BNPP

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Regional
Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Regional
Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Regional
Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Regional
Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Regional
Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Regional
Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Regional
Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Regional
Mengintip 'Solo Investment And Public Service Expo 2024', Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Mengintip "Solo Investment And Public Service Expo 2024", Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Regional
Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Regional
Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com