Kompas.com - 28/05/2021, 13:47 WIB
Ketua pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Juli 2021 mendatang.

Namun, belum semua sekolah dapat melaksanakannya karena pertimbangan masih pandemi Covid-19.

"Belum bisa semua PTM. Paling nanti yang SD kelas 6 dulu dan SMP kelas 9 dulu. Belum semuanya masuk," kata Ketua pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Skrining Pembelajaran Tatap Muka di Purbalingga, 25 Santri Terpapar Covid-19

Ahyani mengatakan, PTM sekolah akan dilaksanakan secara bertahap sambil menunggu kasus virus corona menurun. Disamping itu, jumlah siswa yang mengikuti PTM masih dibatasai 50 persen.

Pasalnya, ungkap Ahyani pasca libur Lebaran 2021 angka kasus Covid-19 di berbagai daerah termasuk Solo mengalami kenaikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Besok Senin kita evaluasi lagi apakah pembatasannya akan diperketat, atau masih seperti ini atau diperlonggar. Kalau melihat trend-nya kok naik," ungkap dia

Pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Solo mengungkap masing-masing sekolah nanti harus memiliki satgas Covid-19 guna mengawasi pelaksanaan PTM.

Selain itu, mereka harus melaporkan hasil pengawasan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota.

"Masing-masing sekolah harus membuat laporan (pengawasan) ke dinas pendidikan dan pemkot," terang dia.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solo Dimulai Juli 2021, Gibran: Zona Merah Kami Pending Dulu

Berdasarkan data jumlah sekolah jenjang SMP baik negeri atau swasta di Solo ada sekitar 27 sekolah dan ada puluhan SD baik negeri dan swasta.

Dari jumlah itu, kata dia, sebagian besar sekolah dipastikan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan PTM. Baik sarana dan prasarana protokol kesehatan maupun penunjang lainnya.

"Kebanyakan sekolah ingin memulai PTM sekolah. Karena sudah terlalu lama daring. Tapi lihat perkembangan," ungkapnya.

"Karena harus ada komitmen antara sekolah, orangtua murid, mengawal anak dalam proses kegiatan belajar dan mengajar tatap muka harus benar-benar secara ketat," sambung dia.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka optimistis PTM di sekolah bisa dilaksanakan baik di tingkat SD maupun SMP.

Menurut Gibran, pendaftaran sekolah secara online sekolah di Solo akan dimulai pada 24-31 Mei 2021.

"Kita tetap ya (Juli). Pokoknya tanggal 24 sampai 31 Mei kita sudah mulai pendaftaran online. Selama seminggu kita terima pendaftaran," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021).

Kendati persiapan sudah dilakukan, Gibran mengatakan, dirinya akan tetap memantau kondisi sekolah sebelum hari H dimulai.

Hal tersebut untuk memastikan semua sekolah siap melaksanakan PTM mengingat masih pandemi wabah Covid-19.

"Yang jelas kalau di zona-zona merah itu nanti akan kami pending dulu untuk masuk sekolahnya," terang dia.

"Kemarin sudah kita rapatkan. Insya Allah aman semua," kata Gibran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.