Ada 7 Titik Pos Penyekatan Pemudik di Provinsi Bali, Catat Lokasinya

Kompas.com - 03/05/2021, 11:58 WIB
Petugas kepolisian melakukan pengecekan dukumen perjalanan di Mengwi, Badung, Bali Humas Polda BaliPetugas kepolisian melakukan pengecekan dukumen perjalanan di Mengwi, Badung, Bali

DENPASAR, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali mulai melakukan pengetatan perjalanan jelang larangan mudik lebaran 6-17 Mei.

Polda Bali menambah dua titik pengamaman dan penyekatan baru. Sebelumnya terdapat lima pos penyekatan, kini terdapat tujuh pos penyekatan di Provinsi Bali.

"Sekarang total ada tujuh pos penyekatan di Bali, ini dalam rangka antisipasi perjalanan sesuai dengan SE Satgas Covid-19 Pusat No. 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik pada perayaan Idul Fitri tahun ini," kata Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Indra saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Pos penyekatan baru tersebut berada di Pelabuhan Padang Bai di Karangasem dan Simpang Pejarakan di Kabupaten Buleleng.

Baca juga: Ironi Hari Buruh, 79.100 Pekerja di Bali Dirumahkan, 3.300 Orang di-PHK Selama Pandemi

"Rinciannya ada di Simpang Umanyar Kota Denpasar, Simpang Megati Kabupaten Tabanan, Terminal Cekik Kabupaten Jembrana, Simpang 4 Masceti Kabupaten Gianyar, Yeh Malet Kabupaten Karangasem, Pelabuhan Padang Bai, dan Simpang Pejarakan Kabupaten Buleleng," kata dia.

Ia juga menyebut, pada masing-masing posko itu akan ada ada petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BPBD yang bersiaga selama 24 jam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, ia tak merinci berapa jumlah petugas yang akan berjaga di lokasi.

"Nanti kami lihat situasi di lapangan, yang jelas nanti akan maksimal di masing-masing pos itu," jelasnya.

Saat penyekatan dimulai, masyarakat tak cukup membawa surat keterangan bebas Covid-19, tetapi juga menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM).

Jika tak memiliki dokumen itu, petugas di tujuh titik pos penyekatan akan meminta masyarakat memutar balik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Regional
Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Regional
Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Regional
Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Regional
Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Regional
Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Regional
Berawal dari Mobil yang Hilang, Ini Kronologi 6 Anggota TNI AL Keroyok Warga Sipil hingga Tewas

Berawal dari Mobil yang Hilang, Ini Kronologi 6 Anggota TNI AL Keroyok Warga Sipil hingga Tewas

Regional
Sowan ke Rumah Buya Syafii Maarif, Airlangga Hartarto: Hanya Silaturahmi

Sowan ke Rumah Buya Syafii Maarif, Airlangga Hartarto: Hanya Silaturahmi

Regional
3 Hari Operasi, Polisi Tangkap 140 Preman di Lampung

3 Hari Operasi, Polisi Tangkap 140 Preman di Lampung

Regional
Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Milik Nasabah Raib, BNI Sebut Bilyetnya Palsu

Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Milik Nasabah Raib, BNI Sebut Bilyetnya Palsu

Regional
BOR RS Covid-19 Capai 85 Persen, Wawali Yogyakarta: Mengkhawatirkan

BOR RS Covid-19 Capai 85 Persen, Wawali Yogyakarta: Mengkhawatirkan

Regional
Data Kematian akibat Covid-19 di Provinsi Kalbar Berbeda dengan Kabupaten/Kota, Ini Sebabnya

Data Kematian akibat Covid-19 di Provinsi Kalbar Berbeda dengan Kabupaten/Kota, Ini Sebabnya

Regional
Ketua DPRD Tolikara Bantah Jadi Donatur KKB: Ini Pembunuhan Karakter

Ketua DPRD Tolikara Bantah Jadi Donatur KKB: Ini Pembunuhan Karakter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X