Honor Pemikul Jenazah Covid-19 Telat Dibayar, Ini Alasan Pemkot Bandung

Kompas.com - 22/04/2021, 12:24 WIB
Pemakaman pasien Covid-19 di TPU Sengseng Sawah 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Pemprov DKI Jakarta membuka lahan pemakaman baru untuk jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan mulai Minggu (31/1/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPemakaman pasien Covid-19 di TPU Sengseng Sawah 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Pemprov DKI Jakarta membuka lahan pemakaman baru untuk jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan mulai Minggu (31/1/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemikul jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi mogok kerja, Rabu (21/4/2021).

Para pemikul jenazah yang berstatus pekerja harian lepas (PHL) di bawah Pemerintah Kota Bandung itu hampir 2 bulan belum menerima honor yang dijanjikan.

Fajar, salah satu pemikul jenazah Covid-19 mengatakan, para pemikul jenazah baru satu kali menerima honor.

Sementara honor 2 bulan terakhir yang sudah menjadi hak mereka belum kunjung cair.

"Dari bulan kemarin kami mempertanyakan kepastian gajian kami itu per tanggal berapa diterimanya. Kami harus punya pegangan. Dijawab kepala UPT, proses, proses. Sampai kemarin ada pertemuan masih proses. Kita tanya sampai kapan proses ini selesai belum ada jawaban," kata fajar kepada wartawan, Kamis (22/4/2020).

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan yang Libatkan Pimpinan Ponpes di Indramayu

Fajar mengatakan, dia dan rekan-rekannya belum mau bekerja hingga honor yang sudah menjadi hak mereka dibayarkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atau minimal mereka mendapatkan kepastian kapan waktu pencairan honor tersebut.

"Ya, kita berhenti dulu. Kita minta kepastian baru kita bekerja kembali," tutur Fajar.

Fajar menjelaskan, dia dan rekan-rekannya sesama pemikul jenazah diangkat menjadi PHL oleh Pemkot Bandung pada Februari 2021 lalu.

Honor pertama diterima pada Maret.

"Berarti hampir 2 bulan belum terima. Yang jadi pertanyaan, anggaran Rp 4 miliar sudah ada. Tapi untuk keperluan fasilitas dil apangan, gaji pegawai masih seperti ini. Ada apa?" kata Fajar.

Baca juga: 32 Orang Positif Corona Setelah Pemakaman Tanpa Prokes, 1 Desa di Kerinci Diisolasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantuan Dana untuk Pelayan Masyarakat, Penggali Kubur dan Guru Ada Perlakuan Khusus di Medan

Bantuan Dana untuk Pelayan Masyarakat, Penggali Kubur dan Guru Ada Perlakuan Khusus di Medan

Regional
Satu-satunya Mobil Rescue Damkar Pekanbaru Rusak akibat Kecelakaan

Satu-satunya Mobil Rescue Damkar Pekanbaru Rusak akibat Kecelakaan

Regional
Bobol Sebuah Toko, Komplotan Pencuri Gasak 46 Laptop Senilai Rp 250 Juta

Bobol Sebuah Toko, Komplotan Pencuri Gasak 46 Laptop Senilai Rp 250 Juta

Regional
Hendak Kabur Saat Ditangkap, 7 Pemerkosa Gadis Disabilitas Ditembak Polisi, Ini Kronologinya

Hendak Kabur Saat Ditangkap, 7 Pemerkosa Gadis Disabilitas Ditembak Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Detik-detik Longsor Tewaskan 1 Remaja, Terdengar Suara Gemuruh Keras

Detik-detik Longsor Tewaskan 1 Remaja, Terdengar Suara Gemuruh Keras

Regional
Polda Papua Ambil Alih Penanganan Kasus Penyuplai Senjata KKB, Ini Alasan Kapolda

Polda Papua Ambil Alih Penanganan Kasus Penyuplai Senjata KKB, Ini Alasan Kapolda

Regional
Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Medan, Maksimal 2 Jam Sehari, Seminggu Digelar Dua Kali

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Medan, Maksimal 2 Jam Sehari, Seminggu Digelar Dua Kali

Regional
Kesal, Pria di Gunungkidul Sebarkan Foto dan Video Bugil Mantan Pacar Usia 14 Tahun

Kesal, Pria di Gunungkidul Sebarkan Foto dan Video Bugil Mantan Pacar Usia 14 Tahun

Regional
Antrean Panjang di SPBU Padang, Manajemen Sebut Akibat Mobilisasi Kendaraan

Antrean Panjang di SPBU Padang, Manajemen Sebut Akibat Mobilisasi Kendaraan

Regional
Sempat Muntah dan Dilarikan ke RS, 4 Polisi Diduga Keracunan Bakso, Ini Ceritanya

Sempat Muntah dan Dilarikan ke RS, 4 Polisi Diduga Keracunan Bakso, Ini Ceritanya

Regional
Mengenal Jawil Jundil, Komunitas Sukarelawan Pencegah Aksi Klitih di Sleman

Mengenal Jawil Jundil, Komunitas Sukarelawan Pencegah Aksi Klitih di Sleman

Regional
Fakta Gempa M 6,1 di Maluku Tengah, Sempat Terjadi Tsunami hingga Warga Mengungsi

Fakta Gempa M 6,1 di Maluku Tengah, Sempat Terjadi Tsunami hingga Warga Mengungsi

Regional
Bupati Solok: Korban Pencabulan Jadi 14 Orang, Mereka Tak Melapor karena Takut

Bupati Solok: Korban Pencabulan Jadi 14 Orang, Mereka Tak Melapor karena Takut

Regional
Kisah Kades Keliling Bawa Pasien Cari Rumah Sakit Kosong, Ini Kata Bupati Bandung

Kisah Kades Keliling Bawa Pasien Cari Rumah Sakit Kosong, Ini Kata Bupati Bandung

Regional
Di Depan Ulama, Gubernur Riau Minta Dukungan Tekan Penyebaran Covid-19

Di Depan Ulama, Gubernur Riau Minta Dukungan Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X