Kompas.com - 16/04/2021, 03:40 WIB
Desa Rana Kulang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menjadi pusat tanaman porang di NTT. Ribuan porang ditanam oleh petani, Februari 2021. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURDesa Rana Kulang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menjadi pusat tanaman porang di NTT. Ribuan porang ditanam oleh petani, Februari 2021.

BORONG, KOMPAS.com - Keuntungan yang menggiurkan membuat banyak orang tertarik untuk menanam porang.

Tak terkecuali anggora dewan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang tertarik membudidayakan tanaman umbi-umbian tersebut. 

Baca juga: Sejak Menanam Porang, Puluhan Warga Desa yang Dulu Melarat Kini Sejahtera, Bisa Beli Mobil dan Rumah

Vinsensius Reamur, anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur misalnya. Dia sudah menanam 611.000 porang di lahan seluas 14 hektare.

Baca juga: Awalnya Cuma Modal Cabut Bibit Porang di Hutan, Kini Raup Untung Rp 50 Juta dan Bisa ke Jepang

"Saya target panen porang tiga tahun ke depan yang ditanam tahun 2021 yaitu panen di tahun 2024-2025. Sedangkan 5 hektare dari 14 hektar akan siap panen 2023. Saya beli bibit dari petani di Madiun, Jawa Timur. Saya beli biji katak 611.000 dengan total uangnya Rp 78 juta," ujar Vinsensius kepada Kompas, Kamis, (15/4/2021).

Baca juga: Menanam Porang Tanpa Modal, tapi Bisa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah, Ini Rahasianya

Vinsensius menjelaskan, ia tergerak menanam porang karena membaca sejumlah artikel di media, serta mendapat informasi dari relasi di Madiun.

Dia menilai porang merupakan investasi yang menjanjikan, khususnya dengan pemasaran yang sangat mudah. Menanam porang juga mendidik petani untuk mandiri.

"Ada kebiasaan petani di Manggarai Timur dengan mengatakan anggota DPRD saja bisa menanam porang, mengapa kita sebagai petani tidak menanam. Untuk itu saat ini petani di Manggarai Timur berlomba-lomba tanam porang di kebun masing-masing," jelasnya.

Vinsensius menjelaskan, pada 9 Februari 2019, ia ke Madiun untuk melihat langsung tanaman porang.

Di sana dia mendapatkan banyak informasi tentang peluang menanam porang.

Kemudian Vinsensius pergi ke salah satu mal di Madiun. Ia melihat karung beras dengan merek Shirataki. Dia bertanya kepada penjaga di mal tersebut tentang merek beras tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Regional
Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Regional
Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Regional
Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Regional
Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Regional
Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

Regional
Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Regional
Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Regional
Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Regional
Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Regional
'Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak'

"Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak"

Regional
Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X