Awalnya Cuma Modal Cabut Bibit Porang di Hutan, Kini Raup Untung Rp 50 Juta dan Bisa ke Jepang

Kompas.com - 15/04/2021, 05:30 WIB
Kelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat Terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang Magang dari Jepang, Agustinus Adil. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURKelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat Terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang Magang dari Jepang, Agustinus Adil. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KOMPAS.com - Agustinus Adil (49) tak menyangka tanaman porang bisa membawanya ke Jepang.

Petani asal Kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur ini pada 2020 lalu, selama 9 bulan belajar cara pengolahan porang ke sejumlah perusahaan di negeri sakura. 

Baca juga: Cara Agustinus Menanam Porang, Pernah Belajar ke Jepang, hingga Dapat Rp 50 Juta dari Panen

Agustinus bercerita, awalnya dia menanam 30 tanaman porang. Bibit porang diambil langsung dari hutan.

Baca juga: Sejak Menanam Porang, Puluhan Warga Desa yang Dulu Melarat Kini Sejahtera, Bisa Beli Mobil dan Rumah

Saat itu orang belum begitu tertarik menanam tanaman porang. Tanaman ini menjadi tanaman liar yang tersebar di hutan dan kebun milik warga.

Baca juga: Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini karena saat itu belum diketahui manfaat tanaman porang. Sampai akhirnya banyak pembeli yang mencari untuk diekspor ke luar negeri.

Baca juga: Menanam Porang Tanpa Modal, tapi Bisa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah, Ini Rahasianya

"Saya terus tekun dan fokus menanam tanaman porang di kebun. Saya hanya mengembangkan tanaman porang secara mandiri. Hingga awal 2020, seorang Pastor Paroki Mbata, Romo Bernardus Palus, melirik tanaman porang saya dengan melihat langsung di kebun," kata Agus, lewat sambungan telepon kepada Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Pastor Palus lalu memberi tahu relasinya di Jakarta, yang akhirnya tertarik membeli dan memesan tanaman porang Agustinus.

Pastor Palus juga menawari Agustinus magang di Jepang.

"Awalnya, saya tak menduga ditawarkan oleh imam itu untuk magang di Jepang 2020. Akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran itu untuk belajar langsung cara mengolah bahan-bahan porang untuk berbagai keperluan produk makanan, minuman di Jepang. Segala administrasi, seperti paspor untuk ke Jepang diurus oleh imam itu. Maret 2020, saya berangkat ke Jepang," ujar dia.

Raup untung

Setelah pulang dari Jepang, Agustinus langsung mempraktikkan ilmu yang dia dapatkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepanjang Juni 2021, 23 Jenazah di Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Sepanjang Juni 2021, 23 Jenazah di Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Regional
Gali Pasir Timah pada Malam Hari, 6 Penambang Tertimbun Longsor

Gali Pasir Timah pada Malam Hari, 6 Penambang Tertimbun Longsor

Regional
Tak Tega Anaknya Isoman Sendiri di Rumah, Seorang Ibu Positif Covid-19

Tak Tega Anaknya Isoman Sendiri di Rumah, Seorang Ibu Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Juni 2021

Regional
Kronologi Seorang Pria Pukul Polisi Saat Diminta Pakai Masker

Kronologi Seorang Pria Pukul Polisi Saat Diminta Pakai Masker

Regional
Soal Instruksi Penebalan PPKM, Begini Respons Gubernur Sumsel

Soal Instruksi Penebalan PPKM, Begini Respons Gubernur Sumsel

Regional
Jalan Akses Terminal Pakupatan Serang Rusak, Warga Tanami Pohon Pisang

Jalan Akses Terminal Pakupatan Serang Rusak, Warga Tanami Pohon Pisang

Regional
Pembunuh Wanita Hamil yang Jenazahnya Terkubur di Septic Tank Ditangkap, Ternyata Suami Korban

Pembunuh Wanita Hamil yang Jenazahnya Terkubur di Septic Tank Ditangkap, Ternyata Suami Korban

Regional
Pegawai BPN Kota Tasikmalaya Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual PNS

Pegawai BPN Kota Tasikmalaya Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual PNS

Regional
Ketua DPRD Tolikara Siap Dipanggil Terkait Isu Donatur KKB, Ini Jawaban Polda Papua

Ketua DPRD Tolikara Siap Dipanggil Terkait Isu Donatur KKB, Ini Jawaban Polda Papua

Regional
Dalam Sebulan Ini, 440 Warga Kudus Positif Covid-19 Meninggal, Mayoritas Belum Vaksin

Dalam Sebulan Ini, 440 Warga Kudus Positif Covid-19 Meninggal, Mayoritas Belum Vaksin

Regional
Menhub Sebut Pengembangan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Gunakan Skema KPBU

Menhub Sebut Pengembangan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Gunakan Skema KPBU

Regional
Kasus Corona di Probolinggo Melonjak, Didominasi Nakes-Perkantoran, 5 Tempat Karantina Penuh

Kasus Corona di Probolinggo Melonjak, Didominasi Nakes-Perkantoran, 5 Tempat Karantina Penuh

Regional
Muncul Klaster Pondok Mahasiswa di Malang, 13 Orang Positif Covid-19

Muncul Klaster Pondok Mahasiswa di Malang, 13 Orang Positif Covid-19

Regional
Gara-gara Menginap di Rumah Pacarnya, Seorang Pria Positif Covid-19

Gara-gara Menginap di Rumah Pacarnya, Seorang Pria Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X