Ini Cara Menanam Porang agar Meraup Untung Rp 70 Juta Sekali Panen

Kompas.com - 15/04/2021, 03:40 WIB
Kelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat Terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang Magang dari Jepang, Agustinus Adil. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURKelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat Terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang Magang dari Jepang, Agustinus Adil. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KOMPAS.com - Agustinus Adil (49) merupakan salah satu petani asal Kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mampu melihat peluang dari tanaman porang.

Dengan menanam porang, Agustinus mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga: Cara Agustinus Menanam Porang, Pernah Belajar ke Jepang, hingga Dapat Rp 50 Juta dari Panen

Agustinus bercerita, dia sempat magang selama 9 bulan di Jepang dan belajar langsung cara memanfaatkan tanaman umbi-umbian tersebut. 

Baca juga: Tanaman Porang, Perawatannya Mudah, Untungnya hingga Ratusan Juta Rupiah

Cara menanam porang

Agustinus menanam porang dengan sistem terasering. Dari pengalamannya, hasilnya lebih bagus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sejak Menanam Porang, Puluhan Warga Desa yang Dulu Melarat Kini Sejahtera, Bisa Beli Mobil dan Rumah

Pemupukannya dilakukan secara alamiah dari daun-daun kering.

Baca juga: Menanam Porang Tanpa Modal, tapi Bisa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah, Ini Rahasianya

"Dulu saya ambil benih dari hutan karena ini tanaman liar yang tak diperhitungkan oleh warga di Kampung Lendo," ujar dia lewat sambungan telepon kepada Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Porang ditanam di tanah gembur. Jika tidak, isi porang tidak berkembang. Bebatuan kecil dan akar kayu harus dikeluarkan dari tanah.

Jarak tanam antara benih itu sekitar 60 sentimeter. Baiknya tidak mencampur tanaman porang dengan tumbuhan lain, karena jika berhimpit dengan tumbuhan lain berpotensi tidak berkembang.

Tanaman kemiri tidak boleh ada di kebun porang. Sebab bisa mengakibatkan tanaman porang tidak berkembang karena penuh dengan akar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Petugas di Pos Penyekatan Suramadu Diserang Pakai Petasan, Begini Penjelasan Polisi...

Video Viral Petugas di Pos Penyekatan Suramadu Diserang Pakai Petasan, Begini Penjelasan Polisi...

Regional
Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pemkab Wonogiri Siapkan 200 Tempat Tidur di Gedung PGRI

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pemkab Wonogiri Siapkan 200 Tempat Tidur di Gedung PGRI

Regional
Belasan Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Sukanagara Cianjur Ditutup

Belasan Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Sukanagara Cianjur Ditutup

Regional
Batam Belum Menerapkan PPKM Mikro, Ini Penjelasan Wali Kota

Batam Belum Menerapkan PPKM Mikro, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
384 Balita di Karawang Terpapar Covid-19,  Orangtua Diimbau Waspada

384 Balita di Karawang Terpapar Covid-19, Orangtua Diimbau Waspada

Regional
Meningkat, Kematian Pasien Isolasi Mandiri di Kulon Progo

Meningkat, Kematian Pasien Isolasi Mandiri di Kulon Progo

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Juni 2021

Regional
12 Imigran di Pekanbaru Positif Covid-19

12 Imigran di Pekanbaru Positif Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pelaku yang Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik WN Inggris

Polisi Tangkap Pelaku yang Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik WN Inggris

Regional
Sejumlah Anak Terpapar Covid-19 di Blora, Tertular dari Anggota Keluarga

Sejumlah Anak Terpapar Covid-19 di Blora, Tertular dari Anggota Keluarga

Regional
Keterisian RS di Bogor Kritis, Masyarakat Diminta Segera Ikut Vaksinasi

Keterisian RS di Bogor Kritis, Masyarakat Diminta Segera Ikut Vaksinasi

Regional
Gibran Tutup Sekolah yang Siswanya Diduga Rusak Belasan Makam di Solo

Gibran Tutup Sekolah yang Siswanya Diduga Rusak Belasan Makam di Solo

Regional
Anggota DPRD Sayangkan Wali Kota Tegal Tak Hadir Saat Rapat Bahas Anggaran Covid-19

Anggota DPRD Sayangkan Wali Kota Tegal Tak Hadir Saat Rapat Bahas Anggaran Covid-19

Regional
Cegah Covid-19, Jalan Protokol di Tasikmalaya Diberlakukan Penyekatan

Cegah Covid-19, Jalan Protokol di Tasikmalaya Diberlakukan Penyekatan

Regional
Kasus Covid-19 di Jember Meningkat, Belajar Tatap Muka Dipertimbangkan Kembali

Kasus Covid-19 di Jember Meningkat, Belajar Tatap Muka Dipertimbangkan Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X