Perjuangan Oktovianus, Sepekan Susuri Kali, Cari Ayah dan Ibu yang Hilang Terseret Banjir Bandang

Kompas.com - 11/04/2021, 13:33 WIB
Oktovianus Banuk (32), bersama keluarganya saat mencari jenazah orangtuanya yang terseret banjir bandang NTT. KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREOktovianus Banuk (32), bersama keluarganya saat mencari jenazah orangtuanya yang terseret banjir bandang NTT.

KUPANG, KOMPAS.com - Oktovianus Banuk (32), terus berucap syukur saat menemukan jenazah ibunya Klara Kolo (65), yang hilang selama enam hari akibat terseret banjir bandang.

Pria asal Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama sejumlah kerabat dan warga lainnya, mengendarai sepeda motor sejauh belasan kilometer menyusuri aliran kali (sungai kecil) untuk mencari keberadaan kedua orangtuanya Paulus Berek (74) dan Klara Kolo.

Upaya pencarian yang dilakukan Oktovianus dan keluarga membuahkan hasil, karena setelah terseret banjir bandang pada Minggu (4/4/2021) lalu, jenazah Paulus akhirnya ditemukan di Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah, Senin (5/4/2021).

Sedangkan Klara Kolo, hilang selama hampir sepekan.

Baca juga: Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Oktovianus yang berprofesi sebagai guru Matematika itu, bersama keluarga, sempat putus asa, karena pencarian selama berhari-hari tak kunjung berbuah hasil.

Namun, karena rasa sayang terhadap sang ibu yang begitu tinggi, mereka akhirnya terus melanjutkan pencarian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenazah Klara akhirnya ditemukan pada Sabtu (10/4/2021) malam. 

Baca juga: Banjir Bandang di Flores Timur, NTT: 69 Warga Meninggal, 1 Orang Belum Ditemukan

Orangtua pamit panen kacang tanah, tapi tak juga kembali

Oktovianus menjelaskan, kejadian nahas tersebut bermula ketika Paulus dan Klara ke kebun untuk mengambil kacang tanah yang akan siap dipanen.

"Mama dan bapa sempat bermalam di kebun. Keesokan harinya, mereka tidak kembali sehingga kami mulai mencari mereka, karena kami curiga mereka hanyut terbawa banjir," kata Oktovianus kepada Kompas.com, Minggu (11/4/2021).

Oktovianus bersama keluarga lainnya, tak sempat meminta bantuan pemerintah setempat dan tim SAR.

Mereka berusaha sendiri mencari, dengan mengandalkan informasi dari warga yang ditemui.

"Setiap hari kami terus mencari dan akhirnya jenazah mama kami temukan tadi malam," kata dia.

Saat ini, jenazah Klara sudah dibawa ke Desa Builaran untuk dimakamkan bersama suaminya Paulus.

Baca juga: Jasad Kesepuluh Korban Banjir Bandang Adonara Ditemukan, Warga Takbir, Evakuasi Butuh 2 Jam

Dihubungi terpisah Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek, belum mengetahui informasi penemuan mayat itu.

Viktor mengaku akan segera mengecek informasi tersebut.

"Nanti saya cek dulu. Tadi ada info penemuan jenasah di Maktihan. Apakah itu yang dicari, tapi nanti saya akan pastikan dulu," ujar Viktor singkat.

Kepala BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran mengarahkan pihak keluarga pasutri ini, segera melapor ke Kapolsek dan Danramil terdekat untuk proses laporan resmi.

"Biar nanti didata secara resmi oleh pemerintah untuk jadi laporan korban yang meninggal di Kabupaten Malaka akibat bencana ini," kata Gabriel.

Menurut Gabriel, baru enam orang yang terdata resmi di BPBD setempat. Sementara sisanya belum terdata karena belum ada laporan. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap di Jalur Puncak Cianjur Perlu Payung Hukum agar Optimal

Ganjil Genap di Jalur Puncak Cianjur Perlu Payung Hukum agar Optimal

Regional
Hari Ini, Jokowi Kunjungi Banten untuk Resmikan Pabrik hingga Pantau Vaksinasi

Hari Ini, Jokowi Kunjungi Banten untuk Resmikan Pabrik hingga Pantau Vaksinasi

Regional
Peta dan Referensi Ketentuan PPKM Level 2-3 Jawa Bali Per Kabupaten Kota, Berlaku 21 September-4 Oktober 2021

Peta dan Referensi Ketentuan PPKM Level 2-3 Jawa Bali Per Kabupaten Kota, Berlaku 21 September-4 Oktober 2021

Regional
Gara-gara Pohon Kelapa Ditebang, Adik Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Gara-gara Pohon Kelapa Ditebang, Adik Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Regional
Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

Regional
Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Regional
Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Regional
Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Regional
Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Regional
Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat Dalam Waktu 4 Hari

Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat Dalam Waktu 4 Hari

Regional
Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Regional
Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Regional
Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Regional
Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.