Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Vaksinasi Pejabat di Palembang Di-stop

Kompas.com - 11/04/2021, 13:26 WIB
Seorang lansia sedang disuntik vaksin Covid-19 oleh seorang petugas medis. Sebelumnya, Pemerintah kota Palembang membuka Vaksinasi massal untuk lansia yang berusia 60 tahun ke atas di mall Palembang Icon (Picon), Selasa (16/3/2021). Vaksinasi ini diikuti oleh ratusan lansia yang telah mendaftar secara online. KOMPAS.com / AJI YK PUTRASeorang lansia sedang disuntik vaksin Covid-19 oleh seorang petugas medis. Sebelumnya, Pemerintah kota Palembang membuka Vaksinasi massal untuk lansia yang berusia 60 tahun ke atas di mall Palembang Icon (Picon), Selasa (16/3/2021). Vaksinasi ini diikuti oleh ratusan lansia yang telah mendaftar secara online.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Stok vaksin Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan, mulai menipis lantaran belum adanya pengiriman lagi pada bulan April 2021 oleh Kementerian Kesehatan.

Sehingga, Dinas Kesehatan Kota Palembang menghentikan sementara waktu untuk vaksinasi untuk pejabat publik sampai adanya distribusi vaksin terbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan kota Palembang Fauziah mengatakan, jumlah dosis vaksin Covid-19 saat ini tinggal 292 yang akan diberikan kepada 150.000 orang.

Namun, sisa vaksin itu sebagian akan diberikan untuk peserta vaksin dosis kedua termasuk tenaga kesehatan yang belum melakukan vaksinasi tahap pertama.

"Palembang bulan April ini belum mendapatkan vaksin lagi dari Kemenkes.Jadi dari sisa yang ada ini, vaksinasi diprioritaskan untuk penyuntikan bagi lansia dan guru," kata Fauziah melalui sambungan telepon, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Menkes: Tidak Bisa Pilih-pilih Vaksin Covid-19, karena Itu Rebutan Seluruh Dunia 

Menurut Fauziah, mereka belum mendapatkan informasi dari Kementerian Kesehatan soal waktu pengiriman lanjutan vaksin Covid-19 di Palembang. Ia pun tak mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pengiriman vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga kurang tahu apa penyebabnya (keterlambatan vaksin). Tetapi untuk vaksinasi tahap kedua tetap dilanjutkan," ujarnya.

Fauziah menjelaskan, saat bulan Ramadhan nanti vaksinasi tetap akan dilanjutkan. Sebab, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  juga sudah mengeluarkan fatwa jika vaksin tak akan dapat membatalkan puasa.

"Untuk percepatan, yang lansia jika kodisinya baik dan memungkinkan, untuk suntikan dosis pertama tetap kita jalankan. Tetapi kalau pasien yang lemah tidak divaksin. Intinya melihat kondisi yang layak," jelasnya.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Dipakai MUI, Wapres Harap Tumbuhkan Kepercayaan

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,6 Guncang Talaud Sulut, Terasa hingga Manado

Gempa M 5,6 Guncang Talaud Sulut, Terasa hingga Manado

Regional
Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Tawarkan Dagangannya

Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Tawarkan Dagangannya

Regional
Target 2.000 Per Hari, Vaksinasi di Sesko AU Bandung Barat Sasar Pemulung, Pengasong, dan Pelaku Pariwisata

Target 2.000 Per Hari, Vaksinasi di Sesko AU Bandung Barat Sasar Pemulung, Pengasong, dan Pelaku Pariwisata

Regional
Sebelum Diikat, Diseret, dan Dipukuli Pakai Kayu, Pasien Covid-19 Sempat Dipaksa Isoman di Hutan

Sebelum Diikat, Diseret, dan Dipukuli Pakai Kayu, Pasien Covid-19 Sempat Dipaksa Isoman di Hutan

Regional
Cerita Kakak Beradik di NTT yang Sama-sama Lolos Jadi Anggota Polisi: Kami Berikan yang Terbaik bagi Orangtua

Cerita Kakak Beradik di NTT yang Sama-sama Lolos Jadi Anggota Polisi: Kami Berikan yang Terbaik bagi Orangtua

Regional
Tingkatkan Imunitas Warga Isoman, Mahasiswa Solo Berikan Paket Buah-buahan

Tingkatkan Imunitas Warga Isoman, Mahasiswa Solo Berikan Paket Buah-buahan

Regional
Asrama Haji di Kota Madiun Disulap Jadi RSL, Bisa Tampung 182 Pasien Covid-19

Asrama Haji di Kota Madiun Disulap Jadi RSL, Bisa Tampung 182 Pasien Covid-19

Regional
Diguyur Hujan, Jalan di Latimojong Luwu Berubah seperti Sungai Beraliran Deras

Diguyur Hujan, Jalan di Latimojong Luwu Berubah seperti Sungai Beraliran Deras

Regional
Hendak Isoman di Rumah, Pria Ini Justru Dianiaya Warga, Keponakan: Paman Diperlakukan seperti Binatang

Hendak Isoman di Rumah, Pria Ini Justru Dianiaya Warga, Keponakan: Paman Diperlakukan seperti Binatang

Regional
Sebanyak 5 Rumah di Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 550 Juta

Sebanyak 5 Rumah di Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 550 Juta

Regional
Aksi Ibu-ibu di Kota Madiun Bagikan Sayur Organik, Bantu Warga Isoman

Aksi Ibu-ibu di Kota Madiun Bagikan Sayur Organik, Bantu Warga Isoman

Regional
Termakan Hoaks dan Takut Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Organnya, Keluarga Ngamuk di RS, Kasus Berakhir Damai

Termakan Hoaks dan Takut Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Organnya, Keluarga Ngamuk di RS, Kasus Berakhir Damai

Regional
'Paman Saya yang Positif Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Masyarakat seperti Binatang'

"Paman Saya yang Positif Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Masyarakat seperti Binatang"

Regional
Menangis Ingin Buang Air Kecil, Balita Usia 3,5 Tahun Dipukuli Ayahnya hingga Tewas

Menangis Ingin Buang Air Kecil, Balita Usia 3,5 Tahun Dipukuli Ayahnya hingga Tewas

Regional
Viral, Video Pria Positif Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga di Kabupaten Toba

Viral, Video Pria Positif Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga di Kabupaten Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X