UPDATE Bencana di NTT: 138 Orang Meninggal dan 32.966 Warga Mengungsi

Kompas.com - 08/04/2021, 19:27 WIB
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc. ANTARA FOTO/HUMAS BNPBSejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.

 

Peristiwa Badai Seroja yang menerjang NTT menjadi pelajaran berharga agar pola koordinasi dalam menghadapi bencana lebih optimal.

Pemerintah Provinsi fokus sepenuhnya pada upaya menangani dampak bencana ini.

"Kita akan berupaya sekuat tenaga untuk membantu memulihkan dampak sosial, ekonomi serta psikologis masyarakat akibat bencana ini," ujar Marius.

Marius menjelaskan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, terus memantau dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Bapak Gubernur sejak hari senin pagi (5/4) melihat langsung kondisi masyarakat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Dilanjutkan pada hari Selasa (6/4) sampai Rabu (7/4) Bapak Gubernur ke Malaka, Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Kupang," kata Marius.

Hari ini, kata dia, Gubernur NTT ke Rote Ndao dan selanjutnya ke Maumere dan Flores Timur serta Lembata dan juga Alor.

"Pak Gubernur memantau upaya evakuasi dan penanganan bencana di wilayah tersebut sampai dengan hari ini," kata dia.

Baca juga: WN Belanda yang Palsukan Identitas Bisa Punya KTP dan Berstatus WNI, Ini Penjelasan Disdukcapil Ambon

Marius menjelaskan, keputusan Gubernur tersebut dikeluarkan dengan menimbang prediksi cuaca dari BMKG, serta perubahan musim.

Prediksi BMKG, lanjut Marius, yakni cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya badai tropis dan berpotensi mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, angin siklon tropis, gelombang pasang dan abrasi.

Hal-hal ini, kata Marius, dapat menyebabkan rusaknya permukiman masyarakat, infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi serta lahan produksi pertanian sehingga dapat mengancam tata kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Untuk mengantisipasi dampak bencana, upaya penanganan siaga darurat untuk mempermudah akses, koordinasi, komunikasi, perlu dilakukan. 

Sehingga, mampu menghilangkan atau meminimalkan dampak bencana yang akan terjadi.

Selanjutnya, memutuskan ditetapkan status keadaan siaga darurat penanganan bencana banjir, tanah longsor, angin siklon tropis, gelombang pasang dan abrasi di Provinsi NTT.

Segala keadaan siaga darurat sebagaimana dimaksud ditetapkan selama enam bulan, terhitung mulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 21 Juni 2021.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Mudik Terancam Diberhentikan, Bupati Magetan: Sanksinya Sudah Jelas

ASN Mudik Terancam Diberhentikan, Bupati Magetan: Sanksinya Sudah Jelas

Regional
Kena Ledakan Petasan, Mahasiswa Ini Tewas, Tiga Temannya Terluka

Kena Ledakan Petasan, Mahasiswa Ini Tewas, Tiga Temannya Terluka

Regional
Gara-gara Kehabisan Bensin, Pencuri Motor Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Gara-gara Kehabisan Bensin, Pencuri Motor Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Fakta Orangtua Marahi Kasir Indomaret karena Anaknya Beli Voucer Game Online, Viral di Medsos dan Berakhir Minta Maaf

Fakta Orangtua Marahi Kasir Indomaret karena Anaknya Beli Voucer Game Online, Viral di Medsos dan Berakhir Minta Maaf

Regional
Kronologi Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Rumah Peracik Rusak Parah

Kronologi Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Rumah Peracik Rusak Parah

Regional
Cerita Anggota Satgas Nemangkawi di Papua, Istri Kirim Foto Ketupat dan Makanan Kesukaan

Cerita Anggota Satgas Nemangkawi di Papua, Istri Kirim Foto Ketupat dan Makanan Kesukaan

Regional
Kasus Orangtua Marahi Kasir Indomaret Berakhir Damai, Diselesaikan secara Kekeluargaan

Kasus Orangtua Marahi Kasir Indomaret Berakhir Damai, Diselesaikan secara Kekeluargaan

Regional
Palembang Zona Merah, Wali Kota Jadi Imam Shalat Id di Rumah Pribadi

Palembang Zona Merah, Wali Kota Jadi Imam Shalat Id di Rumah Pribadi

Regional
5.354 Narapidana di Banten Dapat Remisi Idul Fitri, 67 Napi Hirup Udara Bebas

5.354 Narapidana di Banten Dapat Remisi Idul Fitri, 67 Napi Hirup Udara Bebas

Regional
Pencuri Motor Tertangkap Saat Kehabisan Bensin di Depan Polisi

Pencuri Motor Tertangkap Saat Kehabisan Bensin di Depan Polisi

Regional
Orangtua yang Videonya Viral Marahi Kasir Indomaret karena Voucer Game Akhirnya Minta Maaf

Orangtua yang Videonya Viral Marahi Kasir Indomaret karena Voucer Game Akhirnya Minta Maaf

Regional
'Sudah Pada Tergeletak Tidak Bergerak, Saya Tidak Bisa Mengenali Wajah Anak Saya'

"Sudah Pada Tergeletak Tidak Bergerak, Saya Tidak Bisa Mengenali Wajah Anak Saya"

Regional
ASN Nekat Mudik Lebaran, Bupati Magetan: Saya Suruh Segera Pensiun, daripada Saya Berhentikan

ASN Nekat Mudik Lebaran, Bupati Magetan: Saya Suruh Segera Pensiun, daripada Saya Berhentikan

Regional
Indahnya Toleransi, Pemuda Kristen di Ambon Ikut Amankan Shalat Id

Indahnya Toleransi, Pemuda Kristen di Ambon Ikut Amankan Shalat Id

Regional
Setelah Ledakan, Pemandangan Mengerikan Terpampang di Depan Mata, Wajah Warga Tak Bisa Dikenali

Setelah Ledakan, Pemandangan Mengerikan Terpampang di Depan Mata, Wajah Warga Tak Bisa Dikenali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X