UPDATE Bencana di NTT: 138 Orang Meninggal dan 32.966 Warga Mengungsi

Kompas.com - 08/04/2021, 19:27 WIB
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc. ANTARA FOTO/HUMAS BNPBSejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.

KUPANG, KOMPAS.com - Jumlah korban meninggal akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 138 orang.

Juru bicara Pemerintah Provinsi NTT Marius Adu Jelamu mengatakan, jumlah itu merupakan akumulasi dari seluruh kabupaten dan kota di NTT.

"Data hingga saat ini, yang meninggal 138 orang, sedangkan yang luka-luka 130 orang. Jumlah pengungsi 2.180 kepala keluarga (KK) atau 32.966 jiwa," ujar Marius di Kupang, Kamis (8/4/2021).

Ratusan warga yang meninggal itu berasal dari Kabupaten Flores Timur, Lembata, Alor, Malaka, Sabu Raijua, dan Kota Kupang.

Berikut rincian korban dan kerusakan berdasarkan keterangan Marius Adu Jelamu:

Kabupaten Flores Timur: 67 warga meninggal, enam hilang, 54 terluka, dan 1.361 orang mengungsi. Sebanyak 82 rumah rusak berat dan 34 rusak ringan.

Kabupaten Lembata: 32 orang meninggal, 35 orang hilang, 48 terluka, dan 958 mengungsi. Sebanyak 224 rumah rusak berat, 75 rusak ringan, dan 15 rusak sedang.

Kabupaten Alor: 25 orang meninggal, 20 hilang, 25 warga luka-luka, dan 18 orang terdampak. Sebanyak 179 rumah rusak berat dan 180 rumah rusak ringan.

Kabupaten Kupang: lima orang meninggal. Pemprov NTT belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan dan warga yang mengungsi.

Kabupaten Malaka: empat orang meninggal dan 424 rumah hanyut.

Kabupaten Sabu Raijua: dua warga meninggal. Sementara laporan kerusakan dan warga mengungsi belum ada laporan resmi.

Baca juga: 292 Personel Brimob Nusantara Diturunkan untuk Penanganan Bencana di NTT

Kota Kupang: satu orang meninggal, 2.190 orang terdampak, dan 1.264 rumah rusak.

Kabupaten Ende: satu orang meninggal, 346 kepala keluarga terdampak, 17 rumah rusak berat, 45 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak ringan.

Kabupaten Ngada: satu orang meninggal, tiga orang terluka, 214 jiwa terdampak, 66 rumah rusak berat, 50 rusak ringan, dan satu rumah rusak sedang.

Kabupaten Belu: 153 kepala keluarga mengungsi dan tiga rumah rusak berat.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU): 1.800 jiwa terdampak dan 150 rumah rusak berat.

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS): 708 orang mengungsi, 4.848 terdampak, dan 395 rumah rusak.

Kabupaten Sumba Barat: 288 orang mengungsi dan 54 rumah rusak.

Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa mengungsi, 1.919 kepala keluarga terdampak, dan 250 rumah rusak berat.

Kabupaten Sumba Tengah: 21 rumah rusak.

Marius mengatakan, Pemprov NTT berduka atas insiden yang dialami masyarakat tersebut.

"Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, semoga Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan," ujar Marius.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Kesiapan Shalat Idul Fitri, Eri Cahyadi: Kalau Sudah Penuh, Pintu Gerbang Ditutup

Pantau Kesiapan Shalat Idul Fitri, Eri Cahyadi: Kalau Sudah Penuh, Pintu Gerbang Ditutup

Regional
Takut Disuruh Putar Balik, 4 Pemudik Ini Lewati Sungai, Nahas Perahunya Malah Terbalik

Takut Disuruh Putar Balik, 4 Pemudik Ini Lewati Sungai, Nahas Perahunya Malah Terbalik

Regional
Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Regional
Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Pura-pura Jadi Ojol hingga Pakai Celana Pendek, Modus Pemudik Kelabui Petugas

Regional
Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Dibuka Terbatas, Ratusan Pemudik Melenggang Menuju Madura Via Pos Penyekatan Suramadu

Regional
Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Kisah Briptu Reza, Anggota Polda Lampung yang Tetap Bertugas di Malam Takbiran

Regional
Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Ribuan Sepeda Motor Melintas Suramadu H-1 Lebaran, Begini Kata Polisi

Regional
Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Ganjar Ajak Warga Ikut Silaturahmi Virtual Besok, Ini Cara Bergabungnya

Regional
Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Amankan Idul FItri di Kota Kupang, Polisi Siapkan 8 Pos Pengamanan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 12 Mei 2021

Regional
Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Aksi Brutal Debt Collector di Kediri, Tabrak Pakai Motor dan Keroyok Warga saat Tagih Utang, Ini Kata Polisi

Regional
Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Polisi Sebut Kelompok MIT yang Bunuh 4 Petani di Poso Pimpinan Qatar

Regional
Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Kawanan Debt Collector Ini Tabrak dan Keroyok Debitur yang Menunggak

Regional
Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Dihajar OTK di Jalan, Editor Detik.com Beberkan Kronologi, Polisi: Kita Dalami

Regional
Ketua MUI Medan Serukan Umat Islam Gelar Takbiran di Masjid

Ketua MUI Medan Serukan Umat Islam Gelar Takbiran di Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X