Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Kompas.com - 28/02/2021, 08:18 WIB
Foto aerial kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2020). Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, pemerintah akan memfasilitasi segala hal yang diperlukan bagi para nelayan Pantura untuk melaut di perairan Natuna Utara, termasuk perizinan dan kapal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj. ANTARA FOTO/Oky LukmansyahFoto aerial kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2020). Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, pemerintah akan memfasilitasi segala hal yang diperlukan bagi para nelayan Pantura untuk melaut di perairan Natuna Utara, termasuk perizinan dan kapal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kota Tegal menjadi perhatian setelah konflik antara Wali Kota dan wakilnya mencuat dan menjadi perbincangan publik.

Sang wakil wali kota disebut tak ngantor selama 11 hari. Tak hanya itu. Sang wali kota juga melaporkan wakilnya ke polisi atas kasus pencemaran nama baik.

Tegal adalah salah satu kota di Jawa Tengah. Tak hanya dikenal dengan wartegnya. Kota Tegal ternyata pernah menjadi cikal bakal berdirinya korps marinir yang dibentuk pada 15 November 1945 dengan nama corps mariniers.

Baca juga: 125 Rumah di Kota Tegal Rusak Diterjang Puting Beliung

Pelaut Portugis dan cerita Ki Gede Sebayu

Lalu bagaimana asal-usul nama Tegal?

Dijelaskan dalam Buku Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe, di tahun 1530 ada sebuah desa yang bernama Teteguall. Desa tersebut masuk wilayah Kabupaten Pemalang yang mengakui sebagai trah Pajang.

Nama Teteguall diberikan oleh pelaut Portugis yang bernama Tome Pires yang pernah singgah di Pelabuhan Tegal pada tahun 1500-an. Konon kata Teteguall berarti tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman pertanian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun kisah lain menyebutkan jika desa cikal bakal Kota Tegal dibangun oleh Ki Gede Sebayu. Penobatan Sebayu sebagai pempimpin tertinggi dilakukan bersamaan dengan festival tradisional setelah panen besar yakni 12 April 1580.

Baca juga: Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Sejumlah kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Senin (27/1/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Sejumlah kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Senin (27/1/2020)
Hari penobatan Ki Gede Sebayu yang diangkat menjadi Juru Demung dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Tegal.

Ki Gede Sebayu berhasil mengembangkan hasil pertanian karen tanah yang mereka tempati sangat subur.

Kota Tegal memiliki kultur yang unik salah satunya adalah dari segi bahasa. Mereka memiliki bahasa sendiri yang dikenal dengan bahasa Tegal.

Tegal juga memiliki penyair yang masuk dalam Angkatan 66 yakni Piek Ardijanto Sopeprijadi dan SN Ratmana. Selain itu ada dua tokok perfilman yang berasal dari Tegal yaki Imam Tantowi dan Chaerul Umam.

Baca juga: Duduk Perkara Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Bermula Penggerebekan hingga Ganjar Berikan Wejangan

Tegal juga memiliki tradisi mantu poci. Yakni 'pesta perkawinan' antara sepasang pici tanah berukuran raksasa.

Mantu poci biasanya digelar oleh pasangan suami istri yang sudah lama menikah namun belum dikarunia anak. Seperti layaknya pesta penikahan, mantu poci juga dihadiri banyak undangan serta dengan dekorasi dan jamuan makan yang lengkap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X