Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Bongkar "Illegal Logging" di Mempawah, 5 Orang Ditangkap

Kompas.com - 22/02/2021, 11:30 WIB
Hendra Cipta,
Khairina

Tim Redaksi

MEMPAWAH, KOMPAS.com – Aparat kepolisian membongkar praktik perambahan hutan alias illegal loging di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam pengungkapan tersebut, seorang pria terduga pemilik berinisial HL bersama 4 rekannya ditangkap.

“Terlapor bersama 4 orang temannya dan sejumlah barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Mempawah untuk proses lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Mempawah AKP Muhammad Resky Rizal saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Gubernur Kalbar Minta Aparat Tangkap Beking Illegal Logging di Kapuas Hulu

Rizal menerangkan, pengungkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat adanya aktivitas perambahan hutan atau illegal loging.

Saat didatangi, ternyata benar. Terdapat sejumlah luasan kawasan hutan telah dirambah menggunakan mesin chainsaw. Bahkan, terduga pelaku juga menyiapkan sebuah sawmil untuk pengolahan kayu-kayu tersebut.

“Anggota melakukan pengecekan tunggul atau bekas tebangan kayu hasil hutan sekitar 3 kilometer dari sawmil tersebut dan ternyata benar ada bekas pohon yang ditebang menggunakan mesin chainsaw,” ucap Rizal.

Baca juga: Mobil Petugas Kehutanan Dibakar Saat Ungkap Praktik Illegal Logging yang Melibatkan Oknum Aparat Keamanan

Rizal menyebut, barang bukti kayu yang diamankan berupa 30 batang kayu ukuran 4x6, 10 batang kayu ukuran 3x5, 6 batang kayu ukuran 5x7 dan 7 batang kayu ukuran 7x7.

Kemudian juga ada 3 buah chainshaw, 4 sepeda motor dan sebuah jeriken berisi 20 liter solar.

Rizal menerangkan, saat diperiksa, aktivitas sawmil tersebut tidak dilengkapi dengan izin yang sah terkait pengelolaan hasil hutan. Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 87 juncto Pasal 12 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hasil Hutan

“Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku,” ujar Rizal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com