Kompas.com - 20/02/2021, 14:42 WIB
Dokumen Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, di Sungai Cikeas, Bekasi, Rabu (1/4/2020), tampak sungai ini dipenuhi sampah. KOMPAS. com/CYNTHIA LOVADokumen Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, di Sungai Cikeas, Bekasi, Rabu (1/4/2020), tampak sungai ini dipenuhi sampah.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama membuat debit air di Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meningkat sejak Jumat 19-20 Februari 2021.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman menyampaikan bahwa peningkatan tinggi muka air (TMA) di dua sungai tersebut cukup signifikan sejak terjadi hujan selama dua hari.

"Kalau kemarin iya (siaga 1), sempat juga siaga 2 pagi tadi, kalau hari ini hulunya siaga 3 tapi di hilirnya deras dari tadi malam," kata Puarman saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/2/2021).

Karena kondisi tersebut, debit air tersebut akhirnya menyebabkan banjir di wilayah aliran sungai yakni Bogor dan Bekasi.

Baca juga: Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Puarman menyebut, TMA atau ketinggian permukaan air di dua sungai tersebut naik secara bertahap sejak dua hari ini.

Alhasil, air Sungai Cileungsi-Cikeas tersebut menyeruak ke perumahan, baik jalan dan fasilitas umum lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu terjadi karena hujan deras yang tak kunjung reda sehingga berdampak naiknya air di hulu Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, Bogor, hingga hilirnya atau yang melintasi Bekasi.

Baca juga: Sampah Bambu Menumpuk di Sungai Cikeas Kota Bekasi

"Jadi volume air lebih banyak sekarang didominasi yang di hilir bukan di hulu, nah itu sekarang yang mengakibatkan banjir di banyak wilayah Bogor dan Bekasi," ungkap dia.

Ia mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang menjadi penyebab kenaikan permukaan air di dua sungai tersebut hingga menyebabkan banjir.

"Banjirnya karena hujan lokal yang cukup lama, jadi dua-duanya kombinasi, karena sungai juga, karena hujan juga. Khusus yang sekarang hujan lebih dominan," imbuhnya.

Baca juga: Kali Bekasi Menghitam, Diduga Imbas Pencemaran di Sungai Cileungsi

Titik banjir

Berdasarkan laporan saat ini, titik banjir banyak terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya di Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor yakni Perumahan Vila Nusa Indah 1.

Banjir tersebut terjadi sejak Jumat (19/2/2021) namun perlahan surut hingga puncaknya Sabtu (20/2/2021) pagi tadi.

Kendati demikian, tak ada korban jiwa dalam musibah banjir di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Saat ini, kata dia, banjir bisa diminimalisir berkat pompa-pompa air di sejumlah titik yang sudah dioperasikan.

Selain itu, banjir dampak kenaikan debit sungai tersebut juga terjadi di sejumlah perumahan di wilayah Bekasi.

Menurut dia, banjir bisa berpeluang meningkat di beberapa wilayah jika hujan tak kunjung berhenti.

Baca juga: Banjir di Karawang Kembali Meluas, Rendam 24 Desa, Rumah Plt Bupati Ikut Kebanjiran

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X