Kompas.com - 20/02/2021, 13:33 WIB
Dua rumah di Perumahan Citraland, Bandar Lampung, ambles karena longsor, Selasa (26/1/2021). Peristiwa longsor di Citraland sudah terjadi dua kali. 
Tribunlampung.co.id/Deni SaputraDua rumah di Perumahan Citraland, Bandar Lampung, ambles karena longsor, Selasa (26/1/2021). Peristiwa longsor di Citraland sudah terjadi dua kali.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Peristiwa ambruknya dua rumah mewah di Klaster Da Vinci, Perumahan CitraLand Lampung, berbuntut dihentikannya pembangunan 215 rumah di kompleks tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bandar Lampung, Yustam Effendi mengatakan, pembangunan yang dihentikan adalah di Klaster Picasso, sebanyak 215 rumah.

Klaster Picasso ini berada di sebelah Klaster Da Vinci, lokasi dua rumah yang ambruk pada 26 Januari 2021.

“Kami hentikan dahulu sebanyak 215 rumah yang akan dibangun di Klaster Picasso, sampai mereka memenuhi kajian dari Lingkungan Hidup Provinsi maupun Pemkot Bandarlampung,” kata Yustam di Bandar Lampung, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Perumahan Mewah CitraLand Bandar Lampung Rawan Longsor, Warga Kampung di Bawahnya Minta Proyek Distop

Yustam menambahkan, sebelumnya juga sudah menghentikan pembangunan empat rumah di Klaster Da Vinci.

“Itu tahap pertama, kita menghentikan empat pembangunan di blok yang terjadi longsor lalu dengan Surat Gubernur Lampung yang baru sampai kepada kita,” kata Yustam.

Kepastian penghentian pembangunan di perumahan mewah itu sendiri telah disampaikan Yustam saat hadir dalam reses anggota DPRD Lampung Dapil 1 Kota Bandar Lampung, Jumat (19/2/2021) di Ruang Rapat Wali Kota setempat.

Dua rumah di Perumahan Citraland, Bandar Lampung, ambles karena longsor, Selasa (26/1/2021).
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra Dua rumah di Perumahan Citraland, Bandar Lampung, ambles karena longsor, Selasa (26/1/2021).

Yustam mengatakan, berdasarkan tinjauan di lapangan bersama tim ahli pembangunan gedung Pemkot Bandarlampung, lokasi pembangunan rumah yang ambruk itu berada di atas tanah timbunan.

“Urukan (timbunan) itu menurut kajian teknis belum matang, kalau bicara peruntukan (wilayah) memang diperbolehkan untuk wilayah permukiman, tetapi ini masalah teknis. Karena itu kami hentikan dahulu,” kata Yustam.

Baca juga: Rumah di CitraLand Lampung Roboh, Ciputra Siap Bertanggung Jawab

Diberitakan sebelumnya, dua rumah mewah ambruk karena tanah penopang mengalami longsor di Blok A9 Cluster DaVinci, Perumahan CitraLand di Jalan Raden Imba Kusuma.

Dua rumah senilai Rp 1,7 miliar yang berada di tepi tebing itu itu ambruk diduga karena tanah timbunan tidak padat dan mengalami longsor setelah diterpa hujan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X