Kasus Limbah Medis Covid-19 dari Tangerang Dibuang ke Bogor, Boss Laundry Jadi DPO

Kompas.com - 12/02/2021, 15:28 WIB
Kepolisian Resor Bogor menangkap dua pelaku pembuangan limbah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ilegal lintas wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANKepolisian Resor Bogor menangkap dua pelaku pembuangan limbah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ilegal lintas wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Polres Bogor mencari pembuang limbah medis bekas penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Sebab, ada total 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuangan limbah medis ilegal ke wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian sudah menangkap dua tersangka berinisial WD (37) dan IP (21) di wilayah DKI Jakarta.

Kedua tersangka ini merupakan driver dari sebuah perusahaan laundry yang berinisial AS. Namun, dua di antara lainnya masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Baca juga: Kasus Limbah Medis Covid-19 Dibuang Sembarangan, Polisi: Pihak Hotel Rakus, Pakai Jasa Laundry

Boss laundry jadi DPO

"Bos laundry dalam pengejaran karenakan mereka bersama-sama (membuang limbah ke Bogor), jadi 2 orang masuk DPO," kata Kapolres Bogor AKBP Harun saat ditemui Kompas.com usai usai melakukan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (11/2/2021).

Harun menyebut, modus pelaku membuang 120 kantong plastik berisi alat pelindung diri (APD) itu dicampur dengan sampah infeksius bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu terungkap setelah polisi mendapat laporan dari warga sekitar dan dilanjutkan penyelidikan temuan limbah medis di dua tempat itu, yakni Kecamatan Tenjo dan Cigudeg.

Masing-masing ada 60 karung plastik yang dibuang di dua tempat tersebut tersebut. Total ada 120 kantong plastik berisi alat pelindung diri (APD) baju hazmat, masker, infus, bekas bungkus obat dan alat suntik.

Baca juga: 2 Sopir Usaha Laundry Jadi Tersangka gara-gara Buang Limbah Medis Pasien Covid-19 dari Tangerang ke Bogor

Sudah 3 kali beraksi

Dari pengakuan mereka, pembuangan limbah medis Covid-19 tersebut sudah terjadi 3 kali atau dibuang selama 3 hari berturut-turut ke wilayah Kabupaten Bogor.

"2 orang yang masih kita cari. Tapi  kemarin ditangkap itu juga pelaku utama. Jadi ada 4 orang, dua orang lainnya masih DPO," ujar dia.

Limbah medis yang dibuang ini diduga ulah dari oknum tertentu yang secara sadar dan sengaja melakukan kegiatan pengelolaan limbah medis dengan ilegal.

Baca juga: Meresahkan, Limbah Medis Diduga Covid-19 Ditemukan di Pinggir Jalan Bogor

Terancam hingga 10 tahun penjara

Kegiatan mereka dianggap meresahkan dan mengganggu keamanan, pencemaran lingkungan, atau perusakan lingkungan.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 40 Ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan Pasal 104 Jo Nomor 60 dan UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ancaman minimal 4 tahun maksimal 10 tahun. Denda minimal Rp 100 juta maksimalnya Rp 5 miliar. UU tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ancaman hukumannya 3 tahun dan juga denda Rp 3 miliar," jelas Harun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X