Kompas.com - 10/02/2021, 21:11 WIB
Ratusan karyawan RSUD Soedono Madiun memberikan penghormatan terakhir bagi bagi almarhum Imam Parngadi seorang perawat yang gugur akibat terpapar corona, Rabu (10/2/2021) pagi. KOMPAS.COM/Dokumentasi RSUD Soedono MadiunRatusan karyawan RSUD Soedono Madiun memberikan penghormatan terakhir bagi bagi almarhum Imam Parngadi seorang perawat yang gugur akibat terpapar corona, Rabu (10/2/2021) pagi.

KOMPAS.com - Sekitar 300 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono Madiun, Jawa Timur, berbaris rapi sambil menjaga jarak.

Rabu (10/2/2021) pagi itu, mereka akan memberikan penghormatan terakhir untuk rekan mereka, Imam Pangardi, yang gugur akibat terpapar Covid-19.

Imam merupakan seorang perawat anestesi.

Menurut Plt Direktur RSUD dr. Soedono, dr Mochamad Hafidin Ilham, almarhum termasuk perawat senior karena sudah mengabdikan diri di rumah sakit tersebut selama puluhan tahun.

Baca juga: Mengharukan, 300 Pegawai RSUD Soedono Beri Penghormatan Terakhir ke Perawat yang Gugur Terpapar Corona

Ilham menjelaskan almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (9/2/2021) setelah dua minggu dirawat di RS dr. Soetomo Surabaya.

“Sebelum dirawat di Surabaya, almarhum sempat kami rawat di RSUD Soedono karena positif Covid-19 selama sepuluh hari. Selain terpapar corona, almarhum juga memiliki penyakit kormobid," ucap Ilham kepada Kompas.com.

Karena kondisi kesehatannya kian tidak stabil, almarhum dirujuk ke RS dr. Soetomo. Setelah memperoleh perawatan selama empat belas hari, Imam meninggal dunia.

Baca juga: Tawarkan Jasa Bisa Lolos Pemeriksaan Pos Covid Tanpa Tes, Enam Pemuda Diamankan

Ilham mengatakan setelah mendapatkan kabar itu, pada pagi harinya seluruh pegawai di RSUD dr. Soedono diminta mengikuti acara penghormatan terakhir.

Sebelum dilepas ke tempat peristirahatan terakhirnya, seluruh karyawan melakukan salat jenazah.

“Saya yang langsung pimpin salat jenazahnya," kata Ilham.

Baca juga: Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Salat jenazah dilaksanakan di area terbuka.

Jenazah berada di dalam mobil ambulan yang diparkir di halaman rumah sakit, sedangkan rekan sejawat Imam berada empat meter dari mobil.

Jenazah tidak disalatkan di masjid lantaran dikhawatirkan protokol kesehatannya tidak terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam Telolet

Seusai Ilham dan keluarga mengucapkan sepatah-dua patah kata, jenazah diberangkatkan menuju permakamam.

Saat itulah karyawan RSUD dr. Soedono melepas kepergian kawan seperjuangannya dengan memberikan hormat.

Imam dimakamkan di kampung halamannya di Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dengan menerapkan protokol Covid-19.

Baca juga: Kasus Surat Rapid Test Antigen Palsu di Makassar Diduga Libatkan Pejabat Rumah Sakit

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor: Robertus Belarminus)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X