Anak Balitanya Dianiaya Berkali-kali, Ini Penyebab Ibu Baru Laporkan Pacarnya ke Polisi

Kompas.com - 10/02/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

KOMPAS.com- Seorang balita berusia 14 bulan di Makassar berinisial GY menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka lebam dan gigitan di tubuhnya.

Pelaku penganiayaan tersebut adalah MRP (21), pacar sang ibu.

Polisi kini juga mendalami apakah selain pada GY, MRP juga kerap melakukan penganiayaan kepada ibunya.

Sebab, sang ibu sering merasa ketakutan dengan tingkah laku pacarnya.

Baca juga: Balita 14 Bulan di Makassar Sudah Berkali-kali Dianiaya Pacar Ibunya, Kali Ini Paling Kejam

Tinggal satu kos

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga.
Sang ibu berinisial ST (18) diketahui telah bercerai dengan suaminya yang merupakan ayah balita malang itu.

Setelah bercerai, ST menjalin hubungan dengan kekasihnya, MRP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak enam bulan terakhir, MRP tinggal sekamar dengan ST dan anak balitanya di sebuah tempat indekos di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukkang.

Ternyata, MRP kerap menganiaya GY.

Baca juga: Sederet Fakta Buku Pelajaran Cantumkan Soal Ganjar Tak Pernah Bersyukur, Gubernur Kaget, Ini Klarifikasi Penerbit

Ilustrasishutterstock Ilustrasi

Dilakukan berulang-ulang, ibu tak berani lapor

Kapolsek Panakukkang Kompol Jamal Fathurrahman menjelaskan, penganiayaan yang dialami oleh balita GY rupanya bukan kali pertama.

Tak hanya dipukul dan digigit, mulut GY pernah disumpal dengan sarung oleh pelaku.

Meski sang pacar berulang-ulang menganiaya anak balitanya tetapi sang ibu tidak berani melaporkan kejadian penganiayaan sebelumnya.

"Saat pemukulan ibu korban ada di situ, cuma ibu korban merasa ketakutan. Kejadian ini sudah berulang-ulang," kata Jamal.

Polisi kini mendalami apakah pelaku juga menganiaya ibu korban sehingga muncul rasa takut.

Baca juga: Suryati Menangis, Motor Dicuri Anak Sendiri untuk Judi: Saya Memaafkan, Semoga Dia Berbakti

Dipukul hingga digigit

Ilustrasi penganiayaan bayiKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan bayi
Sang ibu akhirnya merasa tindakan yang dilakukan oleh pacarnya keterlaluan.

Pacar ST mulanya memukul GT karena emosi dengan tangisan balita itu pada Senin (8/2/2021) malam.

Pemukulan itu diulangi oleh MRP, ditambah pelaku diduga menggigit GY di sekitar dada.

Ketika itu, pelaku juga sempat mengancam ibu balita tersebut.

"Bila ibunya bersuara dan melarang maka terlapor akan tambah memukuli korban," tutur Jamal.

Baca juga: Fakta-fakta Amblesnya Jalan Tol Cipali KM 122, Penyebab hingga Rekomendasi PVMBG

 

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Dilaporkan

Ibu GY akhirnya tak tahan dan melaporkan peristiwa itu ke polisi.

"Ibu korban merasa kesal sekali terhadap pelaku karena sudah keterlaluan. Kita lihat sendiri lukanya memang cukup parah sampai harus dirawat inap," kata Jamal.

Setelah penganiayaan itu, pelaku pergi dengan menggunakan sepeda motor.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Makassar, Himawan | Editor: Khairina, Dony Aprian)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.