Kompas.com - 08/02/2021, 22:27 WIB
Kepolisian Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menyegel cafe Laruna, di Kelurahan Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, diduga telah melanggar Protokol Kesehatan dengan cara melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang, Senin (08/02/2021). MUH. AMRAN AMIRKepolisian Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menyegel cafe Laruna, di Kelurahan Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, diduga telah melanggar Protokol Kesehatan dengan cara melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang, Senin (08/02/2021).

TANA TORAJA, KOMPAS.com- Polisi menyegel salah satu kafe di Kelurahan Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Kafe itu disegel pada Minggu (7/2/2021) malam, karena dianggap menimbulkan kerumunan saat pandemi Covid-19 yang masih merebak. 

Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu mengatakan, saat didatangi petugas, kafe itu dipenuhi pengunjung yang tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. 

“Saat itu pemilik Cafe Laruna yakni SO, turut diamankan untuk dimintai keterangan, sementara pengunjung cafe yang masih sedang menikmati miras, dipaksa untuk bubar, demi mencegah penularan covid-19,” kata Sarly saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Pemkab Blora Izinkan Kafe hingga PKL Buka Sampai Pukul 22.00

Tidak hanya mengamankan pemilik kafe, polisi juga memeriksa sejumlah karyawan tempat tersebut. 

Sarly juga menyatakan, buntut dari penyegelan kafe yang melanggar protokol kesehatan ini, Camat Makale Utara juga diperiksa. 

“Kami periksa karena selaku pemerintah setempat telah melakukan pembiaran dan tidak menegakkan imbauan Protokol Kesehatan di tengah kondisi kedaruratan K]kesehatan akibat dari pandemi Covid-19,” tutur Sarly.

Pemilik kafe tersebut terancam dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta. 

Baca juga: Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Tidak hanya itu, kata Sarly, Camat Makale Utara juga terancam dipidana karena diduga membiarkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

"Pejabat pun dapat dikenakan Pasal 421 KUHP jika terbukti mengetahui tetapi tidak mengimbau atau membubarkan," jelas Sarly.

Orang yang dijerat pasal tersebut bisa dipenjara paling lama 2 tahun 8 bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X