Kompas.com - 08/02/2021, 20:06 WIB
Sultan ditemui di Kantor Gubernur, Kompleks Kepatihan Senin (8/2/2021) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSultan ditemui di Kantor Gubernur, Kompleks Kepatihan Senin (8/2/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di tingkat rukun tetangga (RT). 

Namun, masih tidak ada sanksi yang diberikan untuk pelanggar protokol kesehatan. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) menyerahkan bentuk sanksi selama PPKM mikro kepada bupati dan wali kota. 

"Saya kira nanti kan ada keputusan, keputusan bupati wali kota, yang membuat kan bupati wali kota. Jadi perkara sanksi silakan saja, bupati wali kota. Karena kita kan hanya garis besar saja," kata HB X di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Siap Divaksin Covid-19 jika Sudah Ada untuk Lansia

HB X mengatakan, soal sanksi selama PPKM mikro diserahkan kepada bupati dan wali kota karena mereka dianggap yang paling mengerti dinamika masyarakat di lapangan.

Terkait penerapan PPKM mikro, HB X berharap dapat mengendalikan mobilitas warga yang berakibat menurunnya tingkat penularan Covid-19. 

Pasalnya, pada awal virus corona merebak di DIY, sejumlah desa sudah membuat posko untuk mengawasi pergerakan warga.

Hal itu, dianggap HB X efektif menekan jumlah kasus orang terjangkit Covid-19.

Selain itu, HB X menyoroti penularan yang terjadi saat warga saling berkunjung. Karena itu, warga diminta tidak saling berkunjung jika tidak ada kepentingan mendesak. 

Baca juga: Penularan Covid-19 Sudah Level Keluarga, Simak Imbauan Sri Sultan HB X Ini

Selama PPKM mikro berlangsung di DIY, seluruh tempat usaha juga dibatasi waktu beroperasinya hanya sampai 21.00 WIB. 

Warung makan dan restoran juga hanya boleh melayani pelanggan yang membawa pulang makanan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X