Fakta Lengkap Seniman di Rembang Dibunuh Bersama Keluarganya, Diduga Dendam, Pelaku Lebih dari 1 Orang

Kompas.com - 06/02/2021, 06:05 WIB
Kondisi Padepokan Seni Ongko Joyo KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANAKondisi Padepokan Seni Ongko Joyo

KOMPAS.com - Anom Subekti (60), pengelola sanggar seni Padepokan Seni Ongko Joyo ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarganya di rumahnya, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (4/2/2021) pagi.

Ketiga anggotanya keluarganya yakni istrinya bernama Tri Purwati, anaknya AF (13), dan cucunya GH (10).

Jasad satu keluarga itu pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga korban yakni Suti, kamis pagi.

Polisi menduga, keempat korban itu merupakan korban pembunuhan dan pelakunya lebih dari satu orang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pada jasad korban ada luka lebam dan darah yang keluar dari tubuh korban dan ditemukan sejumlah sidik jari.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, motif pelaku membunuh satu keluarga ini diduga karena dendam.

Sebab, di lokasi di kejadian tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Barikut fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Kronologi ditemukannya jasad korban

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan, jasad satu keluarga itu pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga korban yakni Suti, sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat itu, saksi melihat pagar rumah majikannya sudah terbuka. Melihat itu, ia kemudian memanggil tapi tidak ada jawaban.

Mengetahui itu, saksi pun lantas masuk ke dalam rumah. Namun, betapa terkejutnya ia melihat majikannya sudah tidak bernyawa tergelak di tempat tidur.

"Posisi semuanya ada di tempat tidur tapi di kamar yang berbeda. Jadi satu di tempat tidur di kamar yang berbeda, kemudian jenazah yang lainnya di tempat tidur yang sama," kata Rongre di lokasi kejadian, Kamis.

Kemudian, oleh saksi penemuan itu dilaporkan ke warga dan diteruskan ke kepala desa dan ke polisi.

Baca juga: Mengungkap Misteri Tewasnya Seniman di Rembang Dibunuh Bersama Istri, Anak, dan Cucu, di Rumahnya

 

2. Diduga dibunuh

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi menduga keempat korban itu merupakan korban pembunuhan.

Sebab, ada luka lebam dan darah yang keluar dari tubuh korban. Kata Ranger, luka itu muncul akibat hantaman benda tumpul.

"Untuk saat ini korban dari hasil olah TKP korban dinyatakan ada penganiayaan, oleh pelaku," ujarnya.

Selain itu, polisi juga tengah memeriksa rekaman dari kamera pemantau di rumah yang juga Padepokan Seni Ongko Joyo.

Guna untuk kepentingan penyelidikan, keempat korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Rembang untuk dilakukan otopsi.

Baca juga: Polisi Sebut Keluarga Seniman di Rembang Dibunuh Saat Semuanya Sudah Tertidur

 

3. Pelaku diduga dendam

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi RongreKOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre

Kata Rongre, keempat korban yang tewas tersebut diduga dibunuh pada dini hari saat semuanya sudah tertidur.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, kata Ronger, motif pelaku membunuh satu keluarga ini diduga karena dendam.

Sebab, di lokasi di kejadian tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

"Dugaan sementara itu dendam karena kenapa yang menjadi korban yaitu satu keluarga namun tidak ada barang-barang yang berhasil diambil oleh pelaku. Jadi kesimpulan kami, ini adalah dendam yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban," jelasnya, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Seniman Rembang Dibunuh bersama Istri, Anak, Cucu, Polisi: Diduga karena Dendam

 

4. Pelaku diduga lebih dari satu orang

Polisi berjaga di TKP pembunuhan satu anggota keluarga di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal) Polisi berjaga di TKP pembunuhan satu anggota keluarga di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

Kasat Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengtakan, pelaku pembunuh satu keluarga itu diduga beranggotakan lebih dari satu.

"Nanti kami sampaikan, lebih dari satu (pelaku)," kata Bambang Sugito kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Dugaan pelaku lebih dari satu orang itu setelah polisi menemukan sejumlah sidik jari di lokasi kejadian.

"Sudah, sudah ada (sidik jari pelaku)," jelasnya.

Baca juga: Pembunuh Seniman di Rembang beserta Istri, Anak, dan Cucu Diduga Lebih dari 1 Orang

 

5. Periksa sejumlah saksi

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.COM/KOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi.

Rongre pun berharap dari keterangan saksi-saksi dapat mengungkap siapa pelaku yang telah membunuh satu keluarga tersebut.

"Kita masih dalam penyelidikan semuanya apakah orang dekat atau siapa tapi yang jelas dari keterangan-keterangan saksi ini semoga bisa memberikan petunjuk dalam waktu ke depan yang mungkin mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa menangkap para pelaku daripada pembunuhan ini," kata Rongre.

Baca juga: Jasad Keluarga Seniman Rembang yang Tewas di Rumahnya Ditemukan di Kamar Berbeda

 

(Penulis Kontributor Blora, Aria Rusta Yuli Pradana | Editor Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.