Kompas.com - 04/02/2021, 09:27 WIB

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang tetap membuka pasar tradisional saat gerakan "Jateng di Rumah Saja", Sabtu (6/2/2021) dan Minggu (7/2/2021) dinilai tidak konsisten.

Ahli Epidemiologi Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr Yudhi Wibowo mengatakan, kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten tidak sama.

"Tidak konsisten karena pasar tetap buka. Harusnya top down, Pak Presiden kan sudah bilang enggak apa-apa ekonomi turun asal diiringi penurunan kasus dan kematian Covid-19," kata Yudhi melalui pesan singkat, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Penumpang KA dari Jawa Tengah ke Yogyakarta Menurun

Yudhi mengatakan, gerakan yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat sekaligus untuk kesempatan penyemprotan disinfektan di pasar tradisional.

"Dengan pasar tetap dibuka, maka upaya membatasi mobilitas menjadi sia-sia, karena berarti akan tetap ada aktivitas penduduk ke pasar," ujar Yudhi.

Menurut Yudhi, aktivitas di pasar tradisional berisiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19 jika tidak diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Sepanjang tidak disiplin terhadap prokes, terutama masker dan jaga jarak. Terkadang sangat sulit atur kapasitas untuk menjaga jarak, apalagi pengaturan ventilasi tidak baik, ya risiko tinggi," kata Yudhi.

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Batang Masih Pikir-pikir

Untuk itu, Yudhi mengingatkan agar diterapkan penerapan protokol kesehatan secara ketat, sehingga klaster Covid-19 di pasar tidak terulang kembali.

"Dulu, saat sektor publik mulai dibuka, di Banyumas pernah terjadi klaster pasar," ujar Yudhi.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein mendukung gerakan "Jateng di Rumah Saja" selama dua hari, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Namun, Husein berharap kebijakan itu tidak sampai mematikan perekonomian masyarakat.

"Ekonomi jangan sampai tidak bergerak sama sekali, terutama di level orang-orang kecil," kata Husein di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (3/2/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.