Pengamen Lapor Diperas Rp 20.000 ke Kantor Satpol PP Malah Dikeroyok, 1 Orang Ditusuk

Kompas.com - 03/02/2021, 12:01 WIB
Kandar Iskandar, salah satu pengamen angklung di Perempatan Sinta Subang yang jadi saksi pemerasan oknum anggota Satpol PP Kabupaten Subang, Selasa (2/2/2021). Saat para pengamen melaporkan pemerasan ke kantor Satpol PP Subang, mereka malah dikeroyok. DOK. Tibun Jabar/Irvan MaulanaKandar Iskandar, salah satu pengamen angklung di Perempatan Sinta Subang yang jadi saksi pemerasan oknum anggota Satpol PP Kabupaten Subang, Selasa (2/2/2021). Saat para pengamen melaporkan pemerasan ke kantor Satpol PP Subang, mereka malah dikeroyok.

SUBANG, KOMPAS.com - Sejumlah oknum anggota Satpol PP Kabupaten Subang mengeroyok dan menganiaya dua pengamen yang biasa mangkal di lampu merah perempatan Sinta di wilayah tersebut pada Selasa (2/2/2021).

Salah satu pengamen ditusuk hingga mengalami pendarahan yakni Udung (40), satu pengamen lainnya yakni Ilham (19) dipukuli oleh sejumlah oknum tersebut. Keduanya harus menjalani perawatan di RS PTPN VIII.

Salah satu korban pengeroyokan Ilham menjelaskan duduk perkaranya.

Awalnya, dia dan Udung mengalami pemerasan oleh dua orang anggota Satpol PP. Para pengamen yang tergabung dalam grup pengamen angklung itu pun lalu melaporkan kejadian tersebut ke kantor Satpol PP.

Baca juga: Gubernur NTB Unggah Foto Berenang Bareng Pejabat, Satpol PP Belum Layangkan Teguran

Bukannya dibantu saat lapor, kami malah dikeroyok...

"Bukannya dibantu, kami lapor malah dikeroyok Satpol PP di kantornya," ujar Ilham seperti dikutip dari Tribun Jabar.

"Handphone kami sempat diambil, oleh oknum salah satu anggota Satpol PP, kami tidak terima," sambung Ilham.

Ilham menuturkan dirinya bersama korban Udung sempat digertak oleh Satpol PP.

"Dia (oknum anggota Satpol PP) bilang begini ke saya, 'Kamu mau melawat aparat?' Lalu dia mengeluarkan pisau. Sempat ditusukan ke arah saya tapi enggak kena, malah yang kena pak Udung," beber Ilham.

Baca juga: Tak Terima Dirazia, Pemilik Warkop Melawan dan Ancam Bunuh Petugas, Satpol PP: Ngakunya Punya Keluarga Polisi

Diperas Rp 20.000

Teman korban yang anggota pengamen yang mangkal di perempatan Sinta yakni Kandar Iskandar (19) merupakan salah satu saksi kejadian.

Ia mengatakan, awalnya dua orang oknum anggota Satpol PP, meminta uang kepada para pengamen, termasuk tim angklung mereka.

Namun para pengamen tersebut tidak langsung memberikan uang karena memang belum dapat uang karena saat itu sedang sepi, sehingga belum ada hasil mengamen.

"Kami bilang ngamen lagi sepi, eh dianya (oknum Satpol PP) malah maksa. Akhirnya kami kasih uang Rp 10.000. Satpol PP itu marah minta ditambah," ujar Kandar, seperti dikutip dari Tribun Jabar.

"Dia mintanya Rp 20.000, tapi kan emang belum dapat uang," ucap Kandar.

Dirinya mengatakan, oknum anggota Satpol PP tersebut kerap kali meminta jatah uang kepada para pengamen yang mangkal.

"Itu setiap harinya mereka minta, biasanya memang Rp 10.000." pungkasnya.

Baca juga: Kronologi Perempuan Dianiaya Oknum Satpol PP, Dipukul Kayu Saat Berhenti karena Ada Razia Masker

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X