Langgar PPKM, Satpol PP Bubarkan 2 Acara Hajatan di Solo

Kompas.com - 24/01/2021, 17:11 WIB
Satpol PP dan tim cipta kondisi saat menghentikan kegiatan hajatan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/1/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISatpol PP dan tim cipta kondisi saat menghentikan kegiatan hajatan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/1/2021).

SOLO, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo bersama Tim Cipta Kondisi Solo terpaksa membubarkan kegiatan hajatan di dua lokasi karena melanggar aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM), Minggu (24/1/2021).

Kedua lokasi kegiatan hajatan itu adalah Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres dan Kampung Kragilan, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari.

"Sesuai surat edaran wali kota 067/036 bahwa untuk kegiatan masyarakat untuk sementara dibatasi. Khususnya hajatan itu tidak dibolehkan. Jadi masyarakat tidak boleh mengadakan kerumunan kaitannya dengan hajatan," kata Kasi Ops Dal Satpol PP Solo Samino, Minggu.

Baca juga: Langgar Aturan PPKM, 7 Warung Makan di Solo Ditutup Sementara

Penghentian kegiatan hajatan masyarakat itu dilakukan oleh Satpol PP bersama tim cipta kondisi dari kepolisian dan TNI.

Sebelumnya, secara persuasif masyarakat telah diimbau untuk tidak menggelar kegiatan hajatan selama PPKM.

"Jadi kita harus tegas bahwa semua hajatan tidak diperbolehkan sesuai edaran wali kota," kata dia.

Sejak PPKM dilaksanakan di Solo pada Senin (11/1/2021), kata Samino, sementara baru ada dua kegiatan hajatan yang dihentikan.

Penghentian kegiatan hajatan di dua lokasi ini juga sesuai dengan aduan dari masyarakat.

"Sementara dua tempat (hajatan) di Kelurahan Gandekan dan Kragilan RT 4, Banjarsari. Kita langsung penghentikan," kata dia.

Baca juga: RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Ketua RT 004, Kelurahan Banjarsari, Wito Mulyono mengatakan, sudah mendapat pemberitahuan terkait kegiatan hajatan.

Dia juga mengatakan kegiatan hajatan telah dilaksanakan dengan baik.

"Sudah dilaksanakan dengan baik, tepat waktu. Pukul 10.30 WIB sudah selesai," kata dia.

Menurutnya, tamu yang diundang dalam hajatan itu ada sebanyak 150 orang dan dilaksanakan dengan model banyu mili atau drive-thru.

"Cuma resepsi biasa. Banyu mili. Enggak ada kerumunan sama sekali. Datang kasih kardus pulang," ungkap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X