Langgar Aturan PPKM, 7 Warung Makan di Solo Ditutup Sementara

Kompas.com - 22/01/2021, 16:43 WIB
Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan.

SOLO, KOMPAS.com - Satpol PP Solo kembali menutup sementara operasional lima warung makan karena melanggar peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM).

"Ada lima warung makan yang kita tutup karena masih ditemukan kerumunan," kata Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan kepada Kompas.com ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021).

Arif mengatakan, total sudah tujuh warung makan di Solo yang ditutup sementara operasionalnya karena melanggar peraturan PPKM.

Baca juga: Sempat Menginap di Solo, 54 Korban Gempa Sulbar Dipulangkan ke Daerah Asal

Pemilik warung makan sebelumnya sudah diberikan peringatan lisan, surat peringatan pertama (SP1) dan surat peringatan kedua (SP2).

"Warung makan yang kita tutup sementara tersebar di lima kecamatan," katanya.

Arif menegaskan, meski ada kelonggaran jam operasional, pelaku usaha tetap harus melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Sebagaimana telah diatur dalam SE wali kota, yakni kapasitas untuk makan di tempat hanya 25 persen dengan jarak antar orang paling sedikit 1,5 meter.

"Pak Wali kan sudah melonggarkan waktunya. Mestinya harus diikuti dengan 25 persen dari kapasitas tempat duduk dan protokol kesehatan ketat," terangnya.

Baca juga: RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Selain warung makan, pihaknya menemukan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar protokol kesehatan.

Bahkan, sudah beberapa kali diperingatkan agar tidak berkerumun.

Namun, setelah ditinggal petugas, PKL itu kembali mengundang kerumunan.

"Beberapa menit kita tinggal belum sampai berapa menit sudah ngumpul lagi, nyepelekan. Jadi ada yang satu malam kita beri dua SP ada," ungkap dia.

Sejak dimulai PPKM hingga saat ini, sudah ada sebanyak 170 pelaku usaha di Solo yang diberikan surat peringatan kedua (SP2).

"Mereka yang SP1 dan SP2 kita monitor. Kalau melanggar kita tutup," tegas Arif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X