RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Kompas.com - 22/01/2021, 14:03 WIB
Suasana lokasi pendirian Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) untuk menangani pasien Covid-19 di Komplesk Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISuasana lokasi pendirian Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) untuk menangani pasien Covid-19 di Komplesk Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021).

 

SOLO, KOMPAS.com - Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) untuk menangani pasien Covid-19 mulai didirikan di Kompleks Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021).

Pendirian rumah sakit rujukan Covid-19 milik TNI Angkatan Darat melibatkan ratusan personel dari anggota TNI dan unsur relawan.

Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar mengatakan, pendirian rumah sakit lapangan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

Baca juga: Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Namun, untuk operasional rumah sakit masih menunggu kesiapan para tenaga kesehatan (nakes).

"Proses pendirian mulai hari ini. Idealnya gelar (pendirian) rumah sakit ini hanya tujuh hari. Namun, operasional menunggu kesiapan dari para nakes," kata Rano ditemui di Banteng Vastenburg Solo, Jumat.

Rencananya, rumah sakit darurat untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di wilayah Solo dan sekitarnya akan diresmikan oleh Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Nanti yang akan meresmikan operasionalnya rumah sakit di kompleks Benteng Vastenburg adalah Bapak Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa," kata dia.

Dikatakan Rano, pemilihan Benteng Vastenburg sebagai lokasi pembangunan rumah sakit lapangan karena hasil dari koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Sebab, rumah sakit ini harus dekat tempatnya dengan Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi.

"Karena para nakes nantinya yang mengoperasionalkan adalah para nakes dari RST Slamet Riyadi," terangnya.

Baca juga: Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X