Foto KTP Syaiful Bahri Viral berkat Tanda Tangan ala Lambang Konoha di Anime Naruto

Kompas.com - 18/01/2021, 05:23 WIB
KTP Syaiful Bahri dengan tanda tangan ala lambang Konohagakure di serial kartun Naruto. istimewaKTP Syaiful Bahri dengan tanda tangan ala lambang Konohagakure di serial kartun Naruto.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Syaiful Bahri (17), warga Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Lamongan, ramai menjadi perbincangan netizen usai unggahan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya di Twitter terbilang cukup unik.

Banyak warganet yang salah fokus begitu melihat bagian kolom tanda tangan di KTP milik Syaiful.

Sebab, tanda tangannya dinilai menyerupai lambang Konohagakure pada anime Naruto.

Konohagakure dalam setting anime Naruto adalah lambang desa yang digunakan oleh para ninja, dari salah satu desa yang dikenal paling kuat.

Baca juga: Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

"Itu memang KTP dan tanda tangan asli saya. Memang viral ya, saya sendiri tidak menyangka. Sebelumnya ada teman sekolah yang ambil foto, mungkin itu kemudian di-posting," ujar Syaiful, saat dihubungi, Minggu (17/1/2021) malam.

Sebelumnya, KTP dengan tanda tangan anime Naruto tersebut sempat diunggah oleh akun Twitter @kegblgnunfaedh pada 15 Januari lalu.

Tanda tangan yang menyerupai lambang Konohagakure atau desa Konoha di cerita Naruto itu langsung mendapat banyak komentar dari warganet.

Syaiful lantas berkenan membagi cerita bahwa dirinya memang penggemar serial Naruto sejak kecil.

Dirinya sudah menggunakan lambang Konohagakure sebagai tanda tangan itu sejak masih duduk di bangku SMP.

Ia menuturkan, pada 12 Januari 2021 lalu berusia 17 tahun.

Saat itu pula Syaiful mengurus pembuatan KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lamongan.

Kendati sempat binggung, Syaiful akhirnya tetap memutuskan untuk menggunakan lambang Konohagakure di kolom tanda tangan dan tidak mengubahnya.

"Ada petugas yang sempat tanya juga, kok tanda tangannya seperti itu. Kemudian saya jawab, memang saya biasa tanda tangan seperti itu Pak dan dia kemudian memahami," kata Syaiful.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DPRD Lamongan Terus Bertambah, Total 24 Orang Terinfeksi Corona

Bahkan, remaja yang tercatat sebagai pelajar di salah satu SMA di Pucuk ini mengatakan, sudah menggunakan tanda tangan tersebut dalam beberapa kesempatan saat masih duduk di bangku SMP.

Termasuk, tanda tangan saat dirinya menerima bantuan dari pemerintah dalam menunjang proses belajar mengajar pada saat pandemi Covid-19.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku, memang sudah sejak kecil menggemari anime Naruto dan itu berlangsung hingga saat ini.

Syaiful mengatakan, tertarik memakai lambang Konohagakure sebagai tanda tangan lantaran unik dan menarik.

Tanda tangan itu juga sempat digunakan oleh Syaiful pada saat mengikuti ujian saat duduk di bangku SMP.

"Guru di SMP juga bilang bila tanda tangan saya ini unik. Dia sempat tanya, dan saya jawab jika saya memang penggemar Naruto," pungkasnya.

Unggahan foto KTP milik Syaiful di Twitter, terlihat telah disukai sebanyak 8.000 lebih warganet dan sudah di retweet sebanyak 366 kali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar Optimis Percepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar Optimis Percepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X