Kompas.com - 15/01/2021, 09:17 WIB
Salah seorang warga Solo, Sari Ramadanti (28), sedang menonton acara Bedah Karya Virtual yang diselenggarakan lewat dua platform, yakni Zoom Meeting dan akun instagram @Ekopece, Sabtu (9/1/2021). DOK. Sari RamadantiSalah seorang warga Solo, Sari Ramadanti (28), sedang menonton acara Bedah Karya Virtual yang diselenggarakan lewat dua platform, yakni Zoom Meeting dan akun instagram @Ekopece, Sabtu (9/1/2021).

KOMPAS.com – Sejak Pandemi Covid-19, para pecinta kesenian tidak bisa lagi menikmati keriuhan suasana panggung hiburan secara langsung.

Hal itu karena ada larangan orang berkumpul atau keramaian dan aturan menjaga jarak yang diterapkan pemerintah guna mencegah penularan Covid-19.

Kerinduan akan suasana panggung kesenian, khususnya pertunjukan tari kontemporer itu juga dirasakan salah seorang warga Solo, Sari Ramadanti (28).

“Dulu saya dengan teman-teman rajin nonton karya-karyanya Eko Pece, Mila Rosinta, dan penari-penari kondang lainnya kalau sedang pentas di Solo,” katanya saat sesi tanya jawab di acara Bedah Karya Virtual yang diselenggarakan lewat dua platform, yakni Zoom Meeting dan akun instagram @Ekopece, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Solo Dimulai Hari Ini, 11 Orang Ini yang Pertama Disuntik

Sayangnya, kebiasaan itu hilang seiring dengan pandemi Covid-19 dan aturan mengenai pembatasan sosial. Beruntung, berbagai pertunjukan kesenian virtual yang ditayangkan melalui Youtube, membuat masyarakat kembali bisa menikmati hiburan tersebut dari rumah.

Meski begitu, Sari mengatakan, pertunjukkan seni lewat virtual berbeda karena ia tidak bisa merasakan atmosfer panggung.

“Sebenarnya, bagaimanapun saya sempat merasa kehilangan atmosfer panggung dengan riuh rendah penontonnya, dan rasa yang disampaikan pemain juga beda kalau lewat virtual,” katanya.

Namun, Sari mengaku, hal itu tidak menjadi masalah baginya. Selain menjadi pengobat rindu, pementasan virtual semakin hari semakin dikemas dengan lebih menarik.

Baca juga: Wali Kota Solo Tak Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

“Saya rasa selalu ada evaluasi dan perbaikan di setiap pertunjukan virtual. Jadi, pesan yang disampaikan juga tetap sampai,” katanya.

Perbaikan itu, kata Sari, nampak dari riasan, tata panggung, dan sudut pengambilan gambar yang dibuat senatural mungkin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X