Susu Milo, Ungkapan Kekesalan Warga Nunukan karena Tiap Tahun Dikirimi Banjir dari Malaysia

Kompas.com - 08/01/2021, 15:14 WIB
Tim terpadu penanganan Banjir Sembakung tengah mendistribusikan bantuan untuk korban banjir, desa Atap kecamatan Sembakung kabupaten Nunukan Kaltara merupaan wilayah terdmpak paling parah ketika banjir tahunan kiiman Malaysia melanda (istimewa) Kompas.com/Ahmad DzulviqorTim terpadu penanganan Banjir Sembakung tengah mendistribusikan bantuan untuk korban banjir, desa Atap kecamatan Sembakung kabupaten Nunukan Kaltara merupaan wilayah terdmpak paling parah ketika banjir tahunan kiiman Malaysia melanda (istimewa)

Milo susu menjadi bahasa sindiran masyarakat

Wilayah yang terdampak paling parah saat banjir kiriman datang adalah 4 desa di Kecamatan Sembakung, masing masing Desa Tujung, Desa Bungkul, Desa Tagul dan Desa Atap.

Di wilayah tersebut, biasanya banjir berkepanjangan sehingga mencapai atap rumah dan baru surut dalam waktu sebulan.

Kepala Desa Atap Syahrial menuturkan, saat ini masyarakat belum mau disebut korban banjir.

Baca juga: Potret Pekerja Anak di Industri Kelapa Sawit, Tak Sekolah hingga Diselundupkan ke Malaysia

Bagi warga desa Atap, banjir adalah ketika air sudah merendam rumah dan mereka mencari lokasi untuk mengungsi.

Meski demikian, Syahrial mengatakan, masyarakat sudah sangat muak dengan kondisi ini.

"Sudah berulang kali kita sampaikan ke pemerintah kabupaten bahkan gubernur. Malaysia seharusnya bertanggung jawab atas ini. Mereka gundul dia punya hutan diganti sawit, apa enggak kita yang kena imbasnya," katanya.

Bahkan saking bosannya masyarakat setempat meminta solusi, banjir dengan air coklat pekat dibahasakan dengan istilah kiriman susu Milo dari Malaysia.

"Kita yang di sini parah betul memang, ini air banjir dengan susu Milo ndak ada beda. Makanya kita katakan, orang yang paling senang hidup itu kami, siapa bilang kami miskin? Tiap tahun diantar Milo susu oleh sebelah (Malaysia) sampai muak dan tidak kami minum itu barang" ujarnya lagi.

Baca juga: Cerita 3 Kapal Malaysia Tepergok Curi 3 Ton Ikan, Sempat Memutus Jaring dan Berusaha Kabur

Namun demikian, masyarakat masih mendapat berkah dari banjir kiriman yang terjadi, kepekatan air banjir membuat ikan sekalipun tidak tahan berlama lama di air.

Insang ikan penuh lumpur sehingga saat banjir terjadi, banyak ikan muncul ke permukaan dan menjadi konsumsi masyarakat selama menunggu air surut yang biasanya terjadi sampai sebulan penuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X