Kompas.com - 02/01/2021, 17:18 WIB
Puluhan warga Kampung Citaman, Desa Tamansaru, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang memblokade jalan Badami-Loji, Sabtu (2/1/2021). Aksi itu dilakukan sebagai protes ganti rugi pembebasan lahan tol Jakarta-Cikampek II yang dihargai murah. KOMPAS.COM/FARIDAPuluhan warga Kampung Citaman, Desa Tamansaru, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang memblokade jalan Badami-Loji, Sabtu (2/1/2021). Aksi itu dilakukan sebagai protes ganti rugi pembebasan lahan tol Jakarta-Cikampek II yang dihargai murah.

KARAWANG, KOMPAS.com - Puluhan warga Kampung Citaman, Desa Tamansaru, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, memblokade Jalan Badami-Loji, Sabtu (2/1/2021).

Warga melayangkan protes karena nilai ganti rugi pembebasan lahan Tol Jakarta-Cikampek II yang ditawarkan terlalu murah.

Setiap 10 menit sekali puluhan ibu rumah tangga membentangkan spanduk di tengah jalan.

Sedangkan para pria berorasi dan dan mencoret jalan dengan cat semprot dengan kata keadilan.

Baca juga: Kajari Karawang Rohayatie Terkonfirmasi Positif Covid-19

Salah satu pengunjuk rasa Ida Nurlela mengatakan, ia dan puluhan warga Kampung Citaman menuntut keadilan. Sebab, lahan dan rumah mereka dihargai murah.

"Kami menuntut keadilan," ucap Ida di sela aksi, Sabtu.

Ketua Paguyuban Masyarakat Citaman Bersatu Didin M Muchtar mengatakan, sedikitnya ada 65 kepala keluarga Kampung Citaman yang harus tergusur karena proyek Tol Jakarta-Cikampek II.

Mereka menempati lahan seluas 45 hektare dengan 80 bidang tanah.

Sebanyak 80 persen terdapat bangunan dan sebagian lagi lahan kosong.

"Warga ditawari ganti rugi yang sangat murah. Hanya Rp 100.000 hingga Rp 350.000 per meternya," ujar Didin.

Baca juga: Sepanjang 2020, 214 Orang Meninggal akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Karawang

Padahal, kata Didin, harga pasaran tanah di wilayah yang dilintasi jalan provinsi untuk akses wisata Karawang, Bogor dan Cianjur tersebut nilainya Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta per meter.

"Ini rumah kita dan kami tidak ingin harganya disamakan dengan lahan kosong apalagi hutan," ungkapnya.

Akibat aksi protes tersebut, jalan menuju objek wisata di Karawang selatan itu sempat tersendat sekitar dua kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X