Kompas.com - 30/12/2020, 18:59 WIB
Kerumunan saat libur panjang di sekitar ruas jalan Malioboro Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKerumunan saat libur panjang di sekitar ruas jalan Malioboro


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Yogyakarta membuka pintu masuk kepada wisatawan saat malam pergantian tahun.

Namun, dengan syarat harus membawa surat hasil rapid test antigen atau hasil PCR.

“Seolah-olah Yogyakarta itu ditutup, Saya sampaikan silakan datang ke Yogyakarta, silakan berlibur ke Yogyakarta tapi patuhi protokol kesehatan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, di Hotel Ibis Malioboro, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Sebelumnya Akan Tetap Buka, Kini Pemkot Yogyakarta Kaji Penutupan 3 Jalan Ini

Dia mengatakan, Yogyakarta tidak tertutup.

"Tidak ada orang yang datang ke Yogyakarta langsung dikarantina, itu tidak ada,” katanya.

Dia mengimbau kepada wisatawan agar tidak tersinggung ketika petugas hotel meminta surat hasil rapid test antigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau tidak bisa menunjukkan identitas kesehatan (hasil antigen atau PCR) ya tidak diterima. Kami menawarkan protokol kesehatan 4 M, pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” katanya.

Sementara, pada saat malam pergantian tahun, pihaknya akan memberlakukan buka tutup di Malioboro. Jika kawasan Malioboro dinilai terlalu ramai, maka akan dilakukan penutupan.

“Malioboro tidak ditutup, Malioboro sistemnya buka tutup situasional. Dalam domain Operasi Lilin Progo 2020/2021. Tapi sesuai surat edaran tempat usaha pukul 18.00 tutup,” lanjut Haryadi.

“Hindari Malioboro karena potensi macet besar, ngapain ke Malioboro lebih baik di rumah aja nonton TV,” kata Haryadi.

Baca juga: Libur Panjang, Kerumunan Tidak Terelakkan di Yogyakarta

Sementara itu Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, Pemerintah DIY akhirnya melakukan pembatasan di destinasi wisata di DIY selama malam tahun baru.

“Hari ini kita sudah rapatkan, nanti akan ada pembatasan misalnya di objek-objek wisata malam Tahun Baru, objek wisata di kabupaten akan dibatasi. Masuk objek wisata paling malam jam 18.00,” ujar dia.

Ia menjelaskan pembatasan berlaku di 4 kabupaten seperti Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Sedangkan untuk Kota Yogyakarta pembatasan diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kota (Yogyakarta) karena sifatnya kompleks akan diatur kembali,” kata Sekda DIY.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.