Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Kompas.com - 05/12/2020, 15:11 WIB
Warga dievakuasi dari lokasi banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Warga dievakuasi dari lokasi banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020)

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Banjir yang merendam lima kecamatan di Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020) semakin parah. Ketinggian air mulai satu hingga dua meter.

Akibatnya, sejumlah warga di desa yang terendam banjir mulai mengungsi ke surau (meunasah) dan dataran tinggi di masing-masing desa.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Kantor Camat Matangkuli, Aceh Utara, Khairiah kepada wartawan di lokasi banjir menyebutkan, desa yang terisolir dan tak bisa diakses lagi yaitu Parang Sikureung, Mee, Baro, Blang dan Ceubrek Pirak.

Lima desa itu terendam badan jalan, sehingga harus diakses dengan perahu karet.

Baca juga: 5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Sedangkan desa yang warganya telah mengungsi yaitu Alue Thoe, Hagu, Lawang, Tanjong Haji Muda, Pante Pirak, Leubok Pirak, Siren, Tumpok Barat, Alue Entok, Meuria, Tanjong Tengku Ali, Punti, dan Munye Pirak.

“Sebagian mengungsi ke meunasah, sebagian lagi ke bangunan lebih tinggi dan sebagian lagi ke badan jalan milik PT Pertamina Hulu Energi yang lebih tinggi lokasinya,” kata Khairiah.

Dia menyebutkan, laporan korban banjir telah disampaikan ke Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib dan sejumlah dinas terkait seperti BPBD Aceh Utara dan Dinas Sosial Aceh Utara.

“Dari 18 desa terendam banjir, ketinggian air mencapai dua meter. Sebanyak 464 kepala keluarga atau 1.682 jiwa terdampak banjir kali ini. Semoga hujan segera reda, sehingga air segera surut,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

 

Banjir akibat dua sungai meluap

Sebelumnya diberitakan sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020) dilaporkan terendam banjir.

Penyebabnya air Sungai (krueng) Keureuto dan Krueng Peuto yang melintas kecamatan tersebut meluap.

Hujan deras sepanjang dua hari terakhir membuat sungai tak mampu menampung air dan meluber ke pemukiman penduduk.

Kelima kecamatan itu yakni Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Tanah Luas, Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X